Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 08


__ADS_3

Lanjut...


Keesokan paginya.


Dapur.


Didapur Olivia tengah memasak Omelet nasi goreng, sebenarnya kan ada banyak pelayan mereka hendak membantu tapi Olivia melarang.


Makanan telah siap, Olivia menghidangkan dan bersamaan Ayah dan Ibunya turun dengan Ibu yang digendong sambil cemberut.


"Selamat Pagi ayah Ibu." sapa Olivia tersenyum, sambil ia menuangkan jus di gelas.


"Pagi sayang.." jawab mereka, Ayah menurunkan Ibu disalah satu kursi..


"Oh ya kok ibu digendong? ibu sakit yah?" tanya Olivia duduk disamping ibunya, Ibunya menggeleng tidak namun mata Olivia tiba tiba tertuju sebuah tanda pada leher ibunya.


"Leher Ibu merah kenapa? di gigit nyamuk?" tanya Olivia polos, kedua orangtuanya saling lirik.


"Iya Nyamuknya Besar banget.." ucap Ibu menatap sinis Ayah, dan Ayah hanya tersenyum dan menikmati sarapannya.


"Oliv sudah, Olivia berangkat kerja dulu yah..." ucap Olivia meletakkan alat makannya namun...


"Kamu yakin mau lanjut kerja sama dia?" tanya Ayah dan Olivia mengangguk,


"Tapi dia.." Ayah hendak melanjutkan pembicaraannya namun Olivia segera menjawab...

__ADS_1


"Gpp ayah, aku akan coba bertahan. biar sekalian belajar." ucap Olivia memberi senyuman, Ayah menghela nafas lalu memanggil satu bodyguard.


"Antar putriku ke perusahaan Oliver grup." ucap Ayah, hendak menolak tapi ayah melarang dan pada akhirnya Olivia menurut.


Dan tersisa Ibu dan Ayah, Ibu hendak membereskan perlatan makan namun dicegah Ayah. Dan sekarang ia berada dipangkuan Ayah, mereka berada di sofa diruang keluarga.


"Aku ingin pulang.." ucap Ibu


"Ini rumahmu Amanda.." balas Ayah menatap Ibu, tapi Ibu mengalihkan pandangannya.


"Tidak.." ucap Ibu, Ayah menghela nafas dan...


"Kau tidak merindukan anakmu satunya?" tanya Ayah, seketika Ibu terdiam dan menatap Ayah matanya berbinar.


"Nanti ia pulang, kamu tunggu saja." ucap Ayah, Ibu mengangguk ia menyenderkan tubuhnya ke dada Ayah.


Kembali ke Olivia.


Olivia sekarang sudah didepan perusahaan, ia menghela nafas dan berusaha menyemangati dirinya agar betah di perusaahan ini.


Olivia melangkah masuk kedalam dan disambut beberapa teman karyawannya juga, dan sekarang ia berada dilift ia menuju ruangan atasannya.


Sampai di lantai 10.


Olivia berjalan menuju ruangan bosnya

__ADS_1


Tok


Tok


"Masuk.."


Mendengar kata masuk, Olivia pun membuka pintu. Dan sang Atasan melirik pintu itu dan tersenyum tipis menatap Sekretarisnya kembali.


"Gak jadi undur diri?" tanya Xander menyenderkan badannya di kursi sambil tersenyum kecil, Olivia memutar bola matanya malas dan mendekati Xander.


"Kalau anda ingin saya keluar tak masalah, saya juga lagi pegang surat penggunduran diri." ucap Olivia menunjukkan amplop coklat dan itu berhasil membuat atasannya matanya membulat sempurna.


"Hei aku hanya bercanda." ucap Xander, Olivia menghela nafas lalu ia mengeluarkan tabnya.


"Jadwal anda hari ini, Rapat kerjasama dengan Widyamatja Grup dan Gianina Grup. Dan anda menerima undangan pesta peresmian Hotel dari perusahaan Gianina Grup nanti malam pukul 8 malam." ucap Olivia memberi tahu jadwal Xander.


Xander meminta Tab dan Olivia memberikannya, Xander membaca isi undangan grup Gianina.


"Nanti malam kau ikut aku, dan persiapkan rapat rapat ini juga. oh ya minta direktur tentang catatan penggeluaran kantor kita." ucap Xander, Olivia mengangguk oh ya Olivia masih pakai kacamata dia udah nyaman.


"Baik Tuan, kalau begitu saya kembali ketempat saya." ucap Olivia menunduk dan dijawab deheman oleh Xander.


Xander kembali mengerjakan beberapa berkas dengan teliti dan serius, hari ini tidak ada kata kejahilan sama sekali dan membuat Olivia lumayan tenang dan enak bekerjanya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2