
Lanjut....
Satu minggu kemudian.
Sudah seminggu Olivia trauma, ia sering menangis ketakutan bahkan berteriak. Membuat keluarganya sendiri sedih, dan juga tentu Olivia tak masuk kerja.
Dan itu menurut Xander sedih, ia rindu dengan Olivia. Entahlah kenapa bisa ia merindukan gadis berkacamata itu, menurutnya Olivia berbeda dengan yang lain.
Setiap didekatnya, ia merasa nyaman dan perasaannya seperti bagaimana gitu...
Dan dikantor ia merasa hampa tanpa mendengar suara Olivia.
Xander pekerjaan nya sudah selesai dengan cepat padahal masih jam 3 sore, Xander memutuskan pergi menjenguk Olivia melihat kabarnya.
Dalam perjalanan, Xander membeli bunga dan sekotak Macaron dan Coklat.
Sampai di kediaman Widyamatja.
Ting...
tong...
Bell rumah berdenting, pintu terbuka menampilkan Ibu didepan pintu.
"Eh ada Xander? ada apa nak?" tanya Ibu,
"Saya mau jenguk Oliv tante." ucap Xander.
__ADS_1
Ibu mengangguk, ia mengantarkan Xander ke kamar Olivia.
Kamar Olivia.
Xander masuk ia melihat hanya duduk dilantai dekat balkon sambil memeluk lututnya, sunyi memang Olivia menatap luar dengan pandangan kosong.
Mungkin akibat Trauma jatuh dari atas gedung dan melihat tempat itu meledak, membuat ia masih takut untuk keluar kamar.
Xander meletakkan Bunga, Coklat, dan Macaron diatas tempat tidur. Perlahan ia mendekat ke Olivia, menyadari ada seseorang Olivia menoleh.
Keduanya saling menatap, Xander sekarang berada didepan Olivia duduk. Ia menatap perempuan didepannya, cantik yah sangat cantik namun matanya sembab sepertinya habis menangis.
"Apa kabar Oliv?" tanya Xander namun tak disahuti Olivia, Xander menghela nafas masih sama diam dan diam.
"Mau jalan jalan? Oliv gak bosen dikamar terus?" tanya Xander, Olivia menatap Xander dengan mata berbinar seperti ingin menangis.
Tanpa aba aba Olivia memeluk Xander dan menangis, Xander sendiri jantungnya berdegup kencang tak karuan.
"Oliv mau jalan jalan?" tanya Xander dan kali ini Olivia hanya mengangguk saja, Xander tersenyum tipis sepertinya ada perkembangan.
"Oliv udah mandi?" tanya Xander dan Olivia menggelengkan kepalanya.
"Mandi dulu siap siap, apa mau di mandiin saya..." ucap Xander dan seketika Olivia melepas pelukan dan menggelengkan kepalanya cepat.
"XANDER MECUM..." ucap Olivia menarik handuk dan berlari ke kamar mandi, Xander geleng kepala.
Selesai mandi dan bersiap.
__ADS_1
Olivia telah selesai mandi namun ia makan coklat dengan Xander sedang mengeringkan rambutnya dengan telaten,
"Jalan jalan kemana?" tanya Olivia.
"Olivia mau kemana?" tanya Xander, Olivia berfikir lalu...
"Taman jalan jalan dissna..." ucap Olivia, Xander mengiyakan.
Selesai menggeringkan rambut Olivia, mereka turun dengan Olivia digandeng Xander. Obu yang melihatnya tersenyum melihat putrinya sudah keluar dari kamarnya.
"Mau kemana kalian?" tanya Ibu,
"Mau jalan jalan bu, boleh yah..." ucap Olivia.
"Iya, tapi kembali sebelum makan malam." ucap Ibu dan keduanya mengangguk, setelah itu mereka keluar jalan jalan.
Skip, Taman.
Mereka jalan jalan sambil gandengan tangan mengelilingi taman disana, hingga Olivia menangkap sebuah toko menjajakan banyak kue dan Dessert.
"Xander Xander ayo beli Dessert." ucap Olivia menarik narik Xander.
Xander menuruti kemauan Olivia, mereka pun pergi ke toko itu membeli Dessert.
Selesai membeli, mereka duduk diteras Toko sambil makan Dessert.
Xander terus menatap Olivia cantik itulah yang ada di pikiran Xander.
__ADS_1
Perlahan Xander meraih tangan Olivia, membuat Olivia menatapnya. Tampak Xander menghela nafas lalu membuka sesuatu didalam jasnya.
Bersambung.