
Lanjut....
Tak ada jawaban hingga....
Xander : Halo, maaf siapa yah?
Adrean yang sepertinya menggenal suara itu jadi terdiam, Xander? Tuan Xander Oliver mengapa ia yang mengakat Telfon adiknya.
Adrean : berikan telfon itu pada Olivia.
Xander : Satu pertanyaan yg belum kau jawab, siapa kau?"
Adrean : Adrean Widyamatja, aku ingin berbicara dengan adikku Olivia Prameswari.
Xander terdiam, Adik? apa jangan jangan Olivia adik dari Adrean Widyamatja dan juga anak perempuan tuan Antares.
Hingga bayangan dimana Xander ingat, bagaimana Ibunya Olivia terlihat geram dan sampai berteriak tentang nama seseorang yaitu Antares Widyamatja.
Adrean : Tuan Xander Oliver di mana Adikku?
Suara Adrean membuyarkan lamunan Xander, Xander melirik Olivia yang pulas tertidur.
"Xander : Jika anda ingin menjemput adik anda, ia berada di Apartemen saya...
Adrean : Kau tidak Apa apakan adikku kan?
Xander : tidak, dia tertidur kelelahan.
__ADS_1
Xander : dan karena sudah malam tak memungkinkan anda menjemputnya karena sudah larut, dan besok pagi ada kegiatan padat di kantor jadi biar besok dia berangkat nbersama saya.
Xander : jangan khawatir saya tidak macam macam, dan selamat malam.
Xander menutupnya tanpa membiarkan Adrean berbicara.
Ia langsung mematikan Hp Olivia dan pergi tidur disamping Olivia karena besok ada jadwa sangat padat.
Keesokan paginya.
"Hoam...emh.." Olivia terbangun, Olivia sedikit merenggangkan otot ototnya.
Sambil mengumpulkan kesadarannya Olivia mengedarkan padangannya, dan pada saat ia menangkap seorang laki laki yang masih terlelap disampingnya.
"Tu...Tuan Xander, tunggu berarti tadi malam..." Olivia kaget dan...
"Astaga Abang ibu samaayah pasti..." Olivia meraih hpnya namun ia heran hpnya mati? perasaan kemarin Baterainya masih full.
Xander hanya diam..
"Kemarin Abang mu telfon dan kukatakan bahwa hari ini kau berangkat bersama ku dan pergilah mandi.." ucap Xander meraih hpnya yang sudah ia Charge Full.
Xander menlebarkan mata kaget, banyak telfon dari Mamanya.
Dengan cepat Xander menelefon balik dan Olivia sudah dikamar mandi karena badannya sudah lengket.
Selesai Mandi.
__ADS_1
"PAK XANDER MANA BAJU SAYA..." ucap Olivia dari kamar mandi mengkagetkan Xander yang lagi telfonan sama Mamanya, Xander memukul jidatnya pelan lupa.
Xander segera mengakhiri percakapannya dengan Mamanya, lalu mencari Pakaian untuk Olivia setelah menemukan ia segera memberikannya pada Olivia.
Tak lama Olivia keluar dengan wajah cemberut karena pakaian yang ia kenakan kebesaran, Xander yang melihat menjadi diam bagaimana tidak tampilan Olivia didepannya ini emh...
Cantik iya imuy juga iya sih...
"Pak gak ada yang kecil lagi gitu, kebesaran." ucap Olivia mengurucutkan bibirnya, Xander hanya diam sambil menelan silvanya kasar jantungnya berdetak kencang tak karuan.
"PAK.." Olivia sedikit berteriak karena tak ada respon dari Xander, dengan cepat Xander menggelengkan kepalanya.
"Itu udah yang paling kecil." ucap Xander, Olivia mengangguk saja.
Style Olivia hanya menggunakan Leging Hitam tak terlalu ketat dengan kemeja Xander yang kebesan bahkan kedua tangannya tenggelam danjuga rambutnya yang baru saja ia keringkan.
Xander segera pergi mandi juga namun kepalanya masih membayangkan segi badan Olivia, sedangkan Olivia keluar kamar.
Olivia kedapur, tadi sudah ijin.
Karena bahannya hanya sedikit Olivia hanya membuat Omelet Rice saja dengan minumnya air putih.
Tak lama Xander datang, Xander melihat Olivia menata makanan sangat sangat cantik dengan rambut juga sempat di cepol menampilkan leher putih milik Olivia.
Olivia yang sadar kehadiran Xander, segera melepas cepolan pada rambutnya.
"Emh Sarapan sudah siap, Tuan ma.." belum selesai berbicara, tangan Olivia ditarik Xander.
__ADS_1
Bersambung.