
Lanjut....
Ibu melihat ponselnya dan melihat nama yang tertera, ia hanya diam lalu menggeser tombol hijau ke atas.
Calling..
Ibu: Halo...
*** : Halo Amanda...
Ibu : Kembalikan putriku Antares Widyamatja..
*** : Semudah itu? dia juga anakku bukan..
Ibu : sejak kejadian 16 tahun yang lalu, aku tak pernah menggangap mu ayah Olivia.
***: Baiklah baiklah...
***: Wah kau masih menginggat akan hal itu kupikir tidak?
Ibu: KAU HAMPIR MEMBUNUH OLIVIA...
*** : Pergilah kejalan ***, disana ada suruhanku masuk kemobil mereka. mereka akan membawa mu kembali ke Olivia.
Dari seberang orang itu mematikannya, Ibu menggeretak geram mendengar suara lelaki brengsek yang dulu menjadi suaminya.
"Maaf tuan jika Olivia tiba tiba hilang, maaf saya harus pergi saya ada urusan." ucap ibu segera meraih tas selempangnya dan mengunci pintu ia segera pergi.
__ADS_1
Xander yang sempat mendengar pembicaraan ibu Olivia heran, apalagi mendengar kata Antares Widyamatja bukankah orang itu adalah orang cukup terpandangan seperti keluarga Oliver.
"Ada apa urusan ibunya Olivia dengan Antares? kepo ikutin lah gabut juga dikantor lagian udah semua..eh meeting tuan Gianina? emh undur aja deh besok." Xander bicara bicara sendiri lalu memainkan hpnya sebentar dan berjalan menuju ke mobilnya.
Sedangkan di sisi Ibu.
"Nyonya Amanda.." sekitar dua orang berbadan kekar sedang bersender di mobil,
"Aku tahu perintah tuan kalian, bawa aku kesana." ucap Ibu rada dingin dan masuk.
Kedua orang itu juga masuk dan Mobil itu berjalan dan tanpa sadar sebuah mobil mengikuti mereka.
Tujuan.
Ibu turun didepan sebuah rumah mewah dengan penjagaan ketat, ibu pun masuk kedalam dan disambut seorang laki laki paruh baya tengah menyuruput kopi dicangkirnya.
"Mana putriku..." ucap ibu dingin namun orang itu malah terkekeh dan....
"Bawa Nona kemari."
"Baik Tuan."
2 orang berbadan kekar pergi ke suatu kamar dimana Olivia berada , tak lama mereka kembali dengan membawa Olivia.
"OLIVIA.." Ibu senang, Olivia berlari dan memeluk ibunya.
"Kau tak apa apa hem?Laki laki itu tidak melukaimu kan" tanya Ibu,
__ADS_1
"Hei Amanda, mana mungkin aku melukai putriku.." ucap laki laki itu membela diri namun ibu tak peduli.
"Ayah tidak apa apakan aku Bu." ucap Olivia menggelengkan kepalanya, Ibu terdiam mendengar ucapan Olivia memanggil pria itu Ayah.
"Jangan pernah memanggil pembunuh itu Ayah." ucap Ibu datar, dan Olivia hanya menunduk.
"Aku pergi." ucap Ibu lagi mengandeng Olivia hendak keluar namun dengan cepat mereka dihalangi, dan pria itu mendekati mereka.
Ibu menyembunyikan Olivia dibelakangnya, dan saat pria itu didepan ibu ia mengeluarkan senyumannya.
"Amanda kau mau kembali dengan ku?" ucapnya mengambil beberapa rambutnya dan memainkannya.
"Untuk apa?" tanya balik Ibu, pria itu terkekeh lalu melirik Olivia dibelakangnya.
"Kau tak kasihan pada Olivia? 16 tahun kita terpisah. Kau membawa Olivia pergi dari rumah ini, Olivia pasti ingin punya keluarga lengkap." ucapnya mengelus pipi Ibu lembut dan tangan satunya hendak mengelus rambut Olivia namun ditepis ibu.
"Jangan sentuh putriku." ucap Ibu.
"Bawa Nona kembali ke kamar, dan Olivia jika kau ingin membuat surat pengunduran diri pada CEO Oliver tak masalah ayah buatkan.." ucap Ayah seakan tahu kejadian dicaffe itu.
Olivia menggelengkan kepalanya, ia dibawa Bodyguard ayahnya ke kamar dan Ayahnya hanya tinggal bersama Ibunya.
"Apa kita lakukan dimana terbentuknya Olivia waktu itu?" tanya, Ibu perlahan mundur dan...
Pria itu menggendong Ibu membawanya ke lantai 2 dan...
"LEPASKAN AKU ANTARES LEPAS...." Ibu berontak dan tak mampu lagi ia sudah terkurung dikamar, sedangkan putri nya berada dikamar nya dijaga ketat.
__ADS_1
Bersambung.