
Lanjut.....
Skip...
Keesokan paginya.
Bandara.
Pagi pagi sekali semua orang sudah dibandara karena mengantarkan Olivia, Mami Papi Adrean dan Anne kebandara karena akan kembali ke Prancis.
Ibu memeluk Olivia, ia pasti akan merindukannya.
"Nurut sama Abang, kak anne maupun Mami Papi yah..." ucal Ibu, tapi Olivia hanya mengangguk.
Lalu pandangan Olivia beredar kemana mana mencari seseorang.
"Cari siapa?" tanya Adrean, mulut Olivia hendak menjawab tapi terasa berat hingga tiba tiba seseorang yang ia nanti datang....
"Maaf kami terlambat." ucap Papa Semua menoleh, dan disebelah Mama seorang lelaki berbadan tegap mendekati Olivia.
Keduanya saling menatap, Lelaki itu langsung memeluk Olivia.
"Cepat pulang, aku akan merindukanmu.." ucapnya yang tak lain adalah Xander, Olivia hanya mengangguk tapi...
__ADS_1
Xander merasakan Pakaian yang ia pakai basah, sepertinya Olivia menangis.
Xander menangkup wajah Olivia, terlihat airmatanya mengalir.
Xander dengan segera menghapus airmata itu, ia tak ingin melihat Olivia menangis, hingga terdengar suara bahwa sebentar lagi pesawat Indonesia-Prancis akan segera lepas landas.
Pelukan berakhir, Olivia dan yang lain waktunya berangkat.
Sebelum masuk, Olivia menatap keluarganya lalu tersenyum melambaikan tangannya.
Melihat Olivia telah masuk, ingin ingin sekali Xander melarang ia tak ingin jauh jauh dari Olivia. Namun apa, ia juga ingin Olivia sembuh, ia ingin mendengar kata Xander, ibu, ayah, Mama, Papa dan yang lain yang juga disertai senyuman lebar.
"Sampai jumpa.." Xander berujar lirih, setelah itu semua orang pulang kembali kerumah masing masing.
Sampai di Perusahaan Oliver'Grup.
Xander memasuki perusahaan dengan wajah dingin, dan saat Di lift bersamaan sekretaris sekaligus Asistennya muncul kemungkinan ia habis dari ruang HRD.
Mereka memasukki Lift, saat di Lift. Xander mengecek Tab yang diberikan Varo dimana disitu ada jadwal dan beberapa undangan kerjasama antar perusahaan.
Sampai dilantai dimana ruangan Xander berada, Xander dan Varo berjalan menuju ruangan dan saat membuka.....
Ceklek...
__ADS_1
Baru dibuka dan Xander masuk, Pandangan Xander dan Varo disuguhkan wanita cantik.berambut panjang warna rambutnya rada coklat. Dengan berpakaian ketat seksi berwarna Ungu, tengah duduk di sofa sambil memainkan hpnya.
Xander melirik Varo, Varo geleng kepala sepertinya ia tidak tahu bagaimana perempuan ini masuk. Lagian Varo saja tadi tidak masuk keruang kerja bosnya, mana berani dia..
"Untuk apa kau disini?" Xander berujar dingin, mendengar ada suara Xander wanita itu menoleh. Ia bangkit dari duduk nya dan mendekati Xander dengan sedikit melehok sana sini bak seperti menampilkan lekuk tubuhnya.
Saat sudah berhadapan, Wanita itu mengalungkan tangannya pada leher Xander.
"Bagaimana penampilanku?" tanyanya yang tak lain adalah Nesya, Nesya mengusap pipi dan bibir Xander namun tiba tiba....
Bruk...
Xander mendorong Nesya kasar, dan terlihat tangannya menggepal. Sudah mencemohkan Olivia dan Ibu ditambah lagi gegara ia pernikahannya dengan Olivia batal.
Dan sekarang ia harus jauh dari Olivia.
"Keluar dari kantorku.." Xander berujar dingin tapi penuh penekanan, Nesya cemberut ia bangkit hendak memeluk Xander namun...
"KELUAR DARI KANTORKU NONA NESYA..." Xander meninggikan nada bicaranya membuat Nesya terkejut dan takut, melihat bosnya sudah menahan emosi yang meluap. Tanpa disuruh Varo langsung menyeret Nesya keluar sebelum emosi Xabder meledak.
Melihat Nesya telah pergi, Xander ke kursi kerjanya dan mengusap wajahnya kasar.
Bersambung.
__ADS_1