
Lanjut...
"Apa kau tak punya tata krama, jika ingij masuk keruangan seseorang ketuklah pintu dahulu." ucap Anneke menatap julid ke Inez, yah ia tidak menyukai Inez walau baru pertama bertemu.
Yah dikarenakan sikap Inez tadi langsung buka pintu terus cara berpakaian menurutnya agak menjijikkan terlalu terbuka, Inez masuk dan menghampiri Xander namun...
"Tuan ini berkas yang perlu anda cek dan 2 jam lagi anda meeting dengan perusahaan cabang dari London." ucap Olivia sudah didepan Xander, Inez yang melihatnya sebalh ia mendorong Olivia hingga terjatuh.
"LO LAGI..." Ucap Inez, Anneke yang melihatnya berdiri dan membantu Oliv berdiri.
"CUKUP, keluarlah Nona Inez jangan membuat keributan di kantor saya." ucap Xander geram bahkan tangan nya sudah menggepal namun...
*Xander kamu bentak, aku..." ucap Inez matanya dibuat berbinar seperti ingin menangis.
Sreet..
Tanpa diduga Olivia menarik rambut Inez dan. menyeretnya keluar ruangan,
"Tuan Xander tidak menerima Hama seperti mu.." Ucap Olivia datar dan...
BRAK..
Olivia menutup pintu rada keras hingga membuat semua orang kaget termasuk Xander, Olivia pergi ke kamar mandi mencuci tangannya.
Tak lama Olivia kembali dia mengambil beberapa berkas yang sudah diceka Xander lalu pamit keluar meninggalkan kedua orang ini yang kaget.
"Kayaknya PMS si Oliv, tapi keren.." puji Anneke sedikit tertawa menginggat bagaimana Olivia menyeret Inez dengan kasarnya.
__ADS_1
Xander ia duduk dan membayangkan Olivia yang sepertinya rada emosi, ia malah rada merinding sendiri.
Kelihatannya Olivia cupu tapi rada bersuhu yah....
Sedangkan Olivia.
Olivia keruangan Alvaro memberikan berkas Xander tadi,
Brak...
"Semua berkas sudah dicek Kak Al." ucap Olivia dengan datarnya ia meletakkan berkas itu dimeja Alvaro.
Tadi akibat pintu yang di buka kasar membuat Alvaro kaget dan merinding melihat wajah seram Olivia, Alvaro hanya mengangguk cepat lalu ia mengambil.berkas lain.
"Ka..kamu cek lalu minta tanda tangan Tuan Xander." ucap Alvaro, Olivia mengangguk ia mengambil berkas itu lalu pamit keluar.
"Serem." gumam Alvaro elus dada.
Olivia kembali ke mejanya melanjutkan pekerjaan nya kembali, selema itu juga Xander lirik lirik Olivia yang masih Emosi.
"Ada apa Tuan? Tuan butuh sesuatu?" tanya Olivia datar dengan cepat Xander menggelengkan kepalanya rada takut.
Anneke yang melihatnya mati matian menahan rasa tawanya melihat Xander rada takut.
Skip skip...
Pulang kerja Pukul 19.00
__ADS_1
Olivia keluar kantor dan mendapati supir keluarganya menjemputnya, sempatnya ia heran kenapa bukan kakaknya yang jemput.
Karena sudah terlalu lelah Olivia tak banyak tanya jadi ia langsung masuk, dan Mobil berjalan menuju kediaman Widyamatja.
Rumah.
Olivia pulang namun ia langsung ke kamarnya mandi habis mandi turun kebawah makan malam.
"Lo Bu Abang ayah mana?" tanya Olivia,
"Abang Ayah pulang larut, lembur katanya." ucap Ibu memberi suapan makanan pada mulutnya.
Olivia hanya mengangguk, setelah makan malam mereka ke kamar masing masing mengistirahatkan tubuh mereka.
Namun sebelum itu...
Sebuah notifikasi masuk kedalam Hpnya, Olivia pun membacanya.
****: Olivia Prameswari, jauhi Xander Oliver.
Olivia : gak usah sok jadi misterius lo Inez Gianina
Block.
Olivia tahu yang mengirim pesan adalah Inez, jadi ia bodoamat lagian dia hanya bekerja saja sebagai sekretaris.
Setelah itu ia memilih tidur karena matanya sudah berat ia pun pergi ke alam mimpi.
__ADS_1
Bersambung.