Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 06


__ADS_3

Lanjut....


Olivia kembali keruangan VVIP dan baru saja membuka ia melihat, Nona Inez memajukan wajahnya pada Xander.


Xander melirik ada Olivia dan dengan segera dia menarik Olivia dan mendudukkannya pada pangkuannya, membuat Inez mundur dan kembali ke tempat duduknya.


"Tu...Tuan..." Olivia berusaha turun tapi Xander memeluk pinggangnya erat, dan tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun tiba.


Mereka makan siang dengan hawa sekitar menjadi panas panas, Inez makan dengan kesal sedangkan Xander menyuapi Olivia.


Sebenarnya Olivia hendak turun dan makan sendiri tetapi Xander menahan dan malah menyuapinya dengan mengatakan sesuatu yang membuatnya geli.


"Makan yang banyak yah SAYANG..." Ucap Xander menekan kata terakhir dan Olivia hanya diam menerima suapan dengan wajah tertekan.


Dan..


BRAK...


Karena sudah sangat kesal, Inez meletakkan makanannya mengambil tasnya dan pergi.


"Tuan.." Olivia hendak turun tapi Xander tetap menahan dan bahkan masih menyuapi Olivia makan,


"Tuan stop, ini tidak pantas.." ucap Olivia berhasil lepas dan hendak pergi namun...


BRUK...


Xander menarik tangan Olivia dan langsung membaringkan Olivia ditempat sofa dan mengukungnya.


"Temani aku sebentar disini dulu..." ucap Xander mengelus pipi Olivia....

__ADS_1


BRAK...


PLAK...


Dorongan dan tamparan didapat Xander,


"CUKUP TUAN MUDA OLIVER, KAU SUDAH KELEWAT BATAS. Hiks... Kau keterlaluan...hiks Aku mengundurkan diri aku tak peduli walau ini hari pertama ku...besok kau akan terima surat pengunduran diriku." Ucap Olivia dengan berurai airmata.


Olivia keluar dan berlari membiarkan Xander masih berdiam diri,


"Olivia..." lirih Xander menggengam sesuatu ditangannya dan bangkit.


Ia keluar dan mendapati bawahannya.


"Cari Olivia Prameswari, bawa dia ke ****" ucap Xander keluar dengan wajah datarnya dan langsung menancap mobil dengan kecepatan penuh menuju suatu tempat.


Olivia berjalan dalam keadaan rada berantakan, Olivia sambil membawa kedua sepatunya yah ia telanjang kaki dan airmatanya terus keluar.


Rasa takut menjalari dirinya menginggat tindakan bosnya tadi dilift maupun di restoran, hingga hpnya berdering.


Olivia pun mengambil dan mengakatnya tanpa melihat No yang tertera.


"Halo?" ucap Olivia, namun tak ada jawaban.


"Halo, siapa?"tanya Olivia ia melihat siapa yang meneefon namun ternyata no tak dikenal.


"Halo siapa yah? salah sambung?" ucap Olivia ia hendak mematikan telfon itu hingga tiba tiba sebuah tangan membekap mulutnya dengan kain berisi cairan obat tidur, dan seketika Olivia pingsan.


"Bawa dia ketempat dimana Tuan muda menyuruh."

__ADS_1


"Baik."


Olivia pun dibawa kesuatu tempat entah itu dimana tidak tahu...


Disisi Xander.


Tok...


Tok....


"Iya sebentar.."


Ceklek..


Pintu terbuka menampilkan seorang wanita paruhbaya yang berumur didepan pintu, yah itu adalah Ibu Olivia. Ia menatap Xander heran..


"Maaf mau cari siapa?" tanya Ibu


"Saya mencari Olivia, apa ada Bu?" tanya Xander berusaha tersenyun.


"Aaa Olivia, ia sedang bekerja nanti sore baru pulang. Dan mohon maaf anda siapa yah?" tanya balik Ibu.


"Saya Bosnya.." ucap Xander, seketika Ibu terdiam pikirannya jadi tak enak jika bos Olivia mencari lalu kemana putrinya?


"Tadi saat selesai makan siang bersama saya dan klien. ia izin ketoilet namun tidak kembali dan ada pesan masuk kalau Olivia kembali kekantor namun saya mencari tidak ada.." ucap Xander menjelaskan walau kenyataan ceritanya bukan begitu.


"Olivia ti..tidak ada dirumah Tuan.." ucap Ibu, perasaannya campur aduk lalu melirik ponsel yang di genggamnya berdering.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2