Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 39


__ADS_3

Lanjut....


Kini sekarang mereka tengah jalan berdua sambil gandengan,


"Xander kesini ngapain?" tanya Olivia.


"Urusan kantor." ucap Xander, menatap manis pasangannya ini. Tidak ada yang berubah tetap manis seperti dulu, Olivia mengangguk lalu ia berlari menuju suatu penjual.


"Pak mau Gulali yah 2, bentuk kelinci sama Bebek." Ternyata Olivia pergi membeli Gulali kapas, Xander yang mengikutinya dari belakang kini sudah disamping Olivia.


"Baik Nona.." ucap penjual.


"Buat siapa aja?" tanya Xander,


"Kelinci buat aku, satu lagi buat Kak Anne. Oh ya jam berapa sekarang?" tanya balik Olivia. Xander menatap jam ditangannya,


"5.30" ucap Xander.


Olivia mengangguk, Lalu ia membayar Gulalinya ia pamit pulang tapi Xander hendak mengantar sekalian bertemu Paman bibi nya sekaligus sepupunya itu.


Skip, Sampai di Rumah.


"KAKAK PESANAN MU..." Baru masuk Olivia sudah mengeluarkan suara indahnya, untuk Xander tutup telinga yah walaupun masig kedengeran tapi gak terlalu nyaring lah.

__ADS_1


Anne yang tadi di kamar keluar dengan gembira, pesananya datang.


Anne menerima pesananya, karena sangking senangnya ia tak menyadari adik sepupunya datang jadi ia langsung kedapur.


"Kok perut kak Anne besar?" tanya Xander menatap Olivia polos,


"Kak Anne lagi hamil, Bayi kembar laki laki." ucap Olivia. Xander terdiam lalu mengangguk,


"Lah tapi kok Xander baru tahu yah?" gumam Xander mengikuti Olivia ke ruang tamu.


Diruang tamu, Xander duduk diam kalem sambil menunggu Olivia mengambil air hingga pintu depan kembali terbuka menampilkan Paman dan Bibi yang sepertinya baru pulang dari Kantor.


"Loh Xander kamu disini? kapan sampai?" tanya Papi dan sekarang duduk didepan Xander,


"Tadi pagi Uncle, masalah bisnis." ucap Xander tersenyum tipis.


"Kok kakak hamil gak kasih tahu Xander?" Tanya Xander minta penjelasan,


"Udah dikasih tahu, tapi kamu aja yg sibuk dan kemungkinan Om juga lupa kasih tahu." ucap Anne santai ia duduk sambil makan Cake sesekali mengelus perutnya.


"Twins boy kak?" tanya lagi Xander, dan Anne mengangguk.


"Kapan lahirnya kak?" tanya lagi Xander bersemangat,

__ADS_1


"Bulan depan." ucap Anne sambil mengelus perutnya lagi menatap Bayi yang masih diperutnya.


Dugh..


Dugh...


dua tendangan sekaligus didapat Anne hingga ia meringis,


"Baby jangan nakal, ntar aja kalau kalian keluar nah boleh tuh bejek bejek Om kalian." ucap Anne asal ngomong dan yang di omongi memasang wajah datar.


"Aku pulang..." hingga suara seorang lelaki dan pintu depan kembali terbuka, Anne tersenyum menatap suaminya sudah pulang.


Anne bangkit dan berjalan perlahan, ia menyambut Adrean pulang.


Anne menerima jas dan tas Adrean, sedangkan Adrean berjongkok dan mengecup perut Anne beberapa kali.


"Baik kan twins?" ucap Adrean dia merasakan jika baby twins disana menendang membakaz usapan dan kecupan lembut dari Papi mereka.


"Kamu mandi dulu, baru ikut kumpul kita tuh ada calon adik ipar mu.." ucap Anne, Adrean menoleh ke arah ruang tamu yah dia menatap Xander duduk disamping adik perempuannya.


"Kapan sampai?" tanya Adrean.


"Tadi Pagi." ucap Xander, Adrean mengangguk ia pamit dahulu ke kamar membersihkan diri dan juga Anne ikut menyiapkan keperluan mandi suaminya.

__ADS_1


Sisanya yang diruang tamu berbincang sekitar bisnis, pernikahan yang diatur ulang juga.


Bersambung.


__ADS_2