
Lanjut..
Xander diam....
"Dulu dia perempuan pertama yang buat Xander jatuh cinta, pertama kali melihatnya Xander menyukainya. Kupikir aku hanya mengangguminya ternyata tidak."
"Dulu penampilan ku tidak seperti ini, aku masih sedikit cupu aku terus mengejarnya hingga suatu hari aku menyatakannya..."
"Aku berjanji akan melamarnya, Tapi sepertinya ia tak terlalu percaya. Maka aku mengatakan hari dimana akan aku lamar ia, setelah itu hari di nanti Tiba. Mama Papa dan aku bersiap akan ke rumahnya tapi...."
"Saat perjalanan, tiba tiba aku menerima pesan, dia mengetik bahwa ia tidak bisa menerima ku. Aku terlalu cupu, lemah, dan miskin, sewaktu itu keluarga Oliver belum masuk jajaran orang terkaya di 10 besar, sedangkan keluarganya termasuk diperingkat 7."
"Di ketikannya dia mencaci maki diriku dan keluarga, aku emosi dan pada akhirnya kami tak jadi melamar sempat aku depresi tapi setelah itu. Mama menyadarkan aku bahwa ia tak pantas menjadi menantu keluarga Oliver."
"Dan sejak itulah, Papa dan aku berusaha membuat perusahaan kami menjadi sukses dan dipandang. dan setelah sukses beberapa tahun kemudian kami tak pernah berjumpa dan sekarang baru kembali dan sadar tapi aku tak lagi menyukai apalagi mencintainya."
Jelas Xander panjang lebar, Olivia yang mendengar hanya diam lalu ia meraih tangan Xander.
"Maka benar kata Mama, ia tak pantas dia memandang mu dari segi materi dan fisik. Jika ia benar benar sayang dan mencintai Xander maka ia akan menerima Xander apa adanya." ucap Olivia mengusap pipi Xander, mendengar penuturan Olivia Xander tersenyum.
__ADS_1
Xander mengecup bibir Olivia dan kening Olivia,
"Dan sejak bertemu dengan malaikat didepan ku ini, hati ku mulai luluh dan merasakan apa itu Cinta." ucap Xander tersenyum lembut.
"Yaudah yuk, kita ke toko cincin, terus ke toko kue pesan." ucap Olivia, Xander mengangguk mobil mereka pun melaju menuju toko perhiasan ternama yang sudah di beritahu Ibu sebelum berangkat.
Sampai disana, mereka masuk dan mulai memilih milih cincin pernikahan yang cantik dan pas.
Skip, Selesai memilih, hendaknya menuju toko kue langganan orangtua mereka tapi mereka mampir dulu ke sebuah Kedai Bubur Ayam dan Mie Ayam karena hari sudah menjelang siang da mendekati jam makan siang.
Mereka mampir untuk makan siang, dengan memesan 4 mangkok Bubur Ayam dan 4 gelas es jeruk segar.
Selesai dari toko kue.
Mereka langsung pulang karena harus banyak banyak istirahat karena sebentar lagi menjelang hari pernikahan mereka.
Sampai Rumah.
"Gimana, udah nemu Pakaian pernikahan yang bagus dan cincinnya?" tanya Mama, yang sedang mengecek daftar tamu undangan bersama ibu.
__ADS_1
"Sudah Ma." ucap Olivia,
"Yaudah kami mau istirahat cape duduk dimobil mulu." ucap Olivia tapi tanpa aba aba Xander menggendongnya menuju kamar Olivia.
"XANDER BELUM SAH, AWAS ANAK IBU SAMPE KAMU......SEBELUM NIKAH." Ibu berteriak sampai sampai mengkagetkan orang rumah termasuk Mama yang di sebelahnya.
"IYA BU AMAN KOK." Balas Xander.
Sedangkan dikamar Xander.
Xander dan Olivia rebahan di kasur, dengan Xander memeluk Olivia dan Olivia bermain game di hpnya.
"Xander..." panggil Olivia.
"Yah ada apa hem?" tanya Xander kini ia memainkan rambut Olivia.
"Apa wanita ulat bulu tadi di undang?" tanya Olivia dan Xander menjawab iya namun dengan alasan akan ada orang yang mengawasi gerak geriknya.
Bersambung.
__ADS_1