Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 31


__ADS_3

Lanjut


Tapi Tiba tiba...


BRAK...


Sebuah dobrakan keras membuat semua orang yang berada disana menoleh, terlihat seorang laki laki dengan Pakaian pengantinnya menatap mereka dengan sorotan mata penuh Amarah.


"Lepaskan dia...." Ucapnya mulai berjalan mendekat, tangannya mengepal menampilkan urat urat ditangannya termasuk lehernya..


"Hahaha melepaskannya, kami sudah membayar kenapa kami melepaskannya. Dan kau siapa hah.." ucap salah satu dari mereka mulai maju, dia mengambil sebuah balok kayu dan melayangkannya pada pengantin laki laki.


Tapi dengancekatan berhasil di tangkis, terjadi perkelahian diantara mereka dan yang memenangkannya adalah Pengantin pria..


Melihat Temannya babak belur, ketiga temannya yang tadi diam melihat mulai turun tangan. Mereka mengeroyoknya, Sedangkan Olivia duduk dan melihat sambil menutupi Area atasnya saja.


Dan..


Bugh..


Satu tinjuan terakhir didapat oleh salah satu dari mereka yang bertahan, ketiganya ambruk dan kalah.


Melihat ketiganya pingsan, Pengantin itu berlari mendekati Olivia yang menangis.

__ADS_1


"Olivia.." Ia langsung memeluk Olivia, Olivia membalas pelukan itu dengan isak tangisnya yang deras.


"Xa...Xander O..Olivia...Ta...Takut..." ucap Olivia, yah yang datang adalah Xander dia begitu khawatir pada Olivia dan mengebut menuju kesini.


Xander menatap Olivia, berantakan sangat berantakan. Melihat keadaan Olivia seperti ini membuat hati Xander tersayat dia menghujani wajah Olivia dengan kecupan dan memeluknya erat agar Olivia tenang dan nyaman.


Merasa Olivia sudah tenang, Xander kembali menatap Olivia. Tertidur...


Olivia kelelahan menangis dan tertidur, Xander melepas jasnya dan menutupi Olivia.


Ia menggendong Olivia untuk segera membawanya pergi, namun sebelum pergi mata Xander menangkap sesuatu.


Xander menyenderkan Olivia pada suatu dinding dekat pintu, lalu mendekati sesuatu.


Mata Xander melebar kala, ia menemukan ponsel tengah merekam sesuatu.


"Sialan.." Xander memasukkan ponsel itu kedalam sakunya, lalu kembali menggendong Olivia dan ia pergi kembali pulang.


Sampai rumah.


Ting


Tong....

__ADS_1


Bell Rumah Widyamatja berdenting, Ibu membuka. Alangkah terkejutnya ia melihat Xander tengah menggendong Olivia yang berantakan, ia pun menyuruh Xander masuk.


Xander dengan segera membawa Olivia kekamar, melewati keluarga yang menunggu ia dan Olivia.


Melihat Xander kembali, keluarga mengikuti nya ke kamar.


Dikamar, Ibu segera menganti Pakaian Olivia. Xander dan para lekaki lain di luar kamar, setelah diganti Dokter yang sempat dipanggil Ayah masuk dan memeriksa kondisi Olivia.


"Bagaimana?" tanya Ayah


"Terdapat luka luka, seperti dipukul dan ditampar. Tapi aku belum tahu kesehatan mental Olivia setelah kejadian ini..." ucap Dokter, tak lama terdengar erangan kecil dari Olivia.


Olivia sadar dia menatap semua orang disana, lalu ia menatap Ayahnya.


"Hiks...A..Ayah....hiks..." Olivia menangis tubuhnya gemetar hebat sepertinya ia ketakutan, Ayah memeluk Olivia hingga tiba tiba seorang Mafioso berlari dan masuk kamar dengan tergopoh gopoh.


"Ada apa, kenapa kau seperti tergesa?" tanya Ayah, Mafiosonya segera memberikan Tab yang ia pegang.


"Saya tidak mengedit atau apapun Tuan, berita dan Video itu tersebar dengan cepat. Ini pun saya diberi tahu istri saya.." ucapnya terkejut.


Mata Ayah memerah kala melihat berita, di mana berita itu menjelaskan tentang sebuah Video dimana Video itu ada Olivia dan ke empat lelaki yang menyekap Olivia.


Olivia yang menatap Video itu terkeju dan...

__ADS_1


"HIKS GAK ITU BUKAN OLIV, hiks Ayah itu Bukan Olivia..." Olivia menangis histeris, rasa takutnya menjadi jadi bahkan ia mencakar tubuhnya sendiri dan menarik rambutnya...


Bersambung.


__ADS_2