Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 51


__ADS_3

Lanjut.....


Skip.


Hari H, atau hari pernikahan pun tiba.


Semua menunggu hari ini termasuk pasangan pengantin ini, sudah setahun sempat tertunda dan kini terlaksanakan kembali.


Olivia? Ia diruangan perempuan, dia sedeikit gugup dan kini ia ditemani Nesya dan Anne yang dimana mereka menggendong Twins.


"Yayayaya yuyuyu na..." Alden mengoceh tentang sesuatu, tapi yang menanggapinya adalah kembarannya atau kakaknya.


Yang lain terkekeh, entah apa yang dibahas kedua anak ini hingga...


"Mim..mim..." Alexis ingin Mimi, Anne duduk dan menggunakan penutupnya dan mulai menyusui Alexis.


Alden? dia anteng main tayo dipangkuan Nesya,


"Nesya jadi bener kamu sama Jeremy bakal ke Canada?" tanya Olivia membenarkan berita itu.


"Yah, katanya ada urusan bisnis." ucap Nesya sambil bermain dengan Alden, Sebuah senyuman tipis terbit di bibir Olivia. Yah masalah bisnis, Bisnis hati ke hati.


Tak berapa lama ibu datang.


"Bagaimana? apakah sudah selesai?" tanya Ibu masuk,


"Sudah nyonya." ucap perias.


"Kalian boleh istirahat, silahkan menikmati hidangan yang disediakan." ucap Ibu, Para Perias pamit.


Ibu menatap Olivia, ia begitu cantik. Makeup dan style pernikahan yang sederhana, merias di wajah dan badan Olivia.

__ADS_1


"Ibu tak sabar dapat cucu lagi.." ucap ibu menggoda, Olivia yang mendengarnya membuat wajahnya memerah malu. Yang melihatnya terkekeh termasuk Twins yang ikut tertawa.


"Nah kan Twins juga mau dede nih.." ucap Nesya, tambah malu lah Olivia hingga suara acara akan dimulai.


Mereka pun membawa Olivia menuju pelaminan.


Didepan ruangan, Ayah telah menunggu. Ayah menggandeng Olivia, Tuan putri keluarga Widyamatja sangat cantik.


Ayah membawa Olivia menuju pelaminan yang di mana sudah ditunggu Xander, Mereka berjalan menyusuri permadani putih yang menjuntai direrumputan.


Sampai disana.


"Ayah? Ayah menangis?" ucap Olivia, saat dia diserahkan ia melihat Ayahnya meneteskan airmata.


"Gak kok, Ayah gak nangis. Cuma terharu, sebentar lagi putri ayah jadi milik orang." ucap Ayah mengelus pipi Olivia lembut dan menatapnya lembut.


"Tenang Ayah, Xander akan menjaga putri keluarga Widyamatja dengan baik." ucap Xander menggengam tangan calon istrinya,


Acara dimulai dengan lancar.


Skip...


"Kini mereka sah menjadi suami istri."


Semua orang, tamu, keluarga, teman dan kerabat yang mendengar, berdiri dan bertepuk tangan meriah menyambut pengantin baru ini.


Kini Acara lempar bunga.


"Yayaya tutu..." Alexis dan Alden ingin bunga pengantin dari tantenya, bahkan Papi Maminya kewalahan dengan tingkah si kembar.


"Yaudah, Papi ambil ok Twins Al sama Mami dulu." ucap Adrean mengecup kedua pipi anak anaknya, sikembar tepuk tangan memberi semangat sang Papi.

__ADS_1


Dan benar saja, Adrean masuk ke tengah.


"Bang lo pengen nikah lagi?" tanya Xander heran.


"Kgk, sikembar minta bunganya." ucap Adrean.


"Baiklah mari kita hitung..."


1


2


3


Bunga dilempar dan....


Hap....


Seseorang lelaki menangkap bunga itu yang pasti bukan Adrean, ia berjalan menuju seorang wanita yang di cintainya. Dan ia berlutut dan....


"Anesya, Will you merry me?" Jeremy melamar Nesya didepan semua orang, Nesya tersentak kaget bukan main.


Dia menunduk ada kata bimbang dihatinya,


"Terima Nesya, dia setia kalau kgk setia jan khawatir gw gantung dia di kolam hiunya ayah." ucap Olivia lantang.


Nesya tersenyum dan menatap Jeremy lekat.


"Yakin melamarku?" tanya Nesya, kenapa tanya karena ia pernah melukai hati lelaki didepannya ini.


Jeremy tahu tatapan dan pertanya Nesya, dia bangkit dan berdiri didepan Nesya...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2