
Lanjut...
3 hari kemudian.
Menjelang beberapa hari ke Hari Pernikahan, semua tengah di sibukkan dengan persiapan.
Dan hari ini, Xander, Adrean, Anneke dan Olivia akan pergi ke butik langganan Mama untuk Fitting baju pengantin.
Setelah mereka siap, mereka berangkat menuju butik.
Sampai di Butik.
Mereka turun, lalu masuk. Saat masuk mereka disambut Manager butik dan ada sekitar 2 pegawai butik juga menyambut, sambil membawa beberapa gambar pakaian pengantin.
"Silahkan Tuan Nona, ikut kami. Tempat untuk kalian sudah di siapkan." ucap Manager, mereka mengikuti Manager menuju sebuah ruangan dimana ruangan itu digunakan untuk orang orang yang memesan baju.
Diruangan.
"Silahkan dipilih, ini gambar gambarnya." ucap Manager mengkode dua pegawai butik, Pegawai butik meletakkan beberapa lembar kertas yang berisi foto foto Pakaian pengantin.
Mereka pun memilih dan berdiskusi, sambil VC sama Ibu dan Mama takut tidak cocok dengan selera ibu mereka atau tidak sesuai tema pernikahan.
__ADS_1
Sejam kemudian.
Pada akhirnya mereka memilih, Gaun wanita dengan balutan kain putih sedikit ada hiasan bunga bunga. Dan yang laki laki jas putih formal.
Setelah deal dengan gaun dan jas mereka pun keluar namun sebelum keluar,
"Xander..." Seseorang memanggil Xander otomatis semua yang disana menoleh.
Terlihat seorang wanita dengan pakaian seksi agak terbuka dikit, warna merah dan riasan make up membiarkan rambutnya terurai tak lupa sepatu hak tinggi merah yang ia juga pakai.
Ia berjalan menuju Xander dan memeluknya, otomatis semua yang disana terkejut termasuk Olivia yang lagi digandeng Xander.
Xander segera melepas pelukan itu dan sedikit menjauh, tapi tetap tangannya menggengam tangan Olivia..
"Ya beli baju lah, tapi mumpung ketemu kamu. Kamu mau nemenin aku.." tanya nya tanpa memperdulikan sekitar.
"Maaf tapi aku sibuk, ayo kita pergi." ucap Xander menarik Olivia pergi dahulu, namun Wanita itu mencekal tangan Olivia.
"Apa gegara Wanita rendah ini?" tanya nya menatap tak suka pada Olivia, Adrean yang mendengar adiknya di hina rendahan menahan amarahnya.
Tangannya bahkan mengepal, Anne yang sadar dengan sikap Adrean hanya memeluk tangan Adrean dan mengusapnya agar tenang.
__ADS_1
"Lebih baik kau diam saja Nona Nesya jangan membuat masalah, kau baru saja kembali dari Amerika." ucap Anneke sinis sambil tangan terus mengusap tangan Adrean agar tenang.
Xander menghempaskan tangan Nesya daru tangan Olivia,
"Kau bilang calon istriku rendahan, lalu kau sendiri apa?" ucap Xander.
"Kau membelanya? dia palingan cuma gadis kampungan Xander. Aku lebih cantik darinya lihat saja cara berpakaiannya sangat...." belum selesai ia mencaci maki Olivia kini Adrean menjawab.
"Lalu kau sendiri, mengumbar seluk beluk tubuh mu apa tidak disebut rendahan ups...murahan lebih tepatnya." ucap Adrean pedas tak tertahan lagi emosinya, Nesya diam mendengar perkataan Adrean.
"Sudah ayo pergi, tak usah mengurusi ulat bulu kepanasaan, baju udah merah marah marah lagi kebakar juga nanti.." kini yang berucap Olivia, Olivia menarik Xander dan Adrean keluar.
Males baginya mendengar ucapan Wanita satu ini, untung ia sudah berpengalaman melawan Inez dulu yah walau Inez cukup Ekstream.
Didalam mobil Xander & Olivia.
"Udah tenang, biarin aja.." ucap Olivia mengusap tangan Xander,
"Oliv boleh tanya?" tanya Olivia lagi Xander hanya mengangguk lalu ia menatap Olivia.
"Dia siapanya Xander?" tanya Olivia...
__ADS_1
Xander diam....
Bersambung.