
Lanjut....
Olivia keluar dari kantor dan ia langsung ke halte bus dimana sang kakak menunggunya.
Dihalte Bus.
"Abang maaf nunggu lama.." ucap Olivia sedikit ngos ngosan akibat sempat berlari sedikit,
"Kenapa kok lama?" tanya Adrean.
Mereka masuk mobil dan Adrean menjalankan mobil menuju kembali kerumah, selama perjalanan juga Olivia menceritakan mengapa ia telat pulang tadi.
"Banyak amat." ucap Adrean, tapi Olivia hanya mengangguk dan mengidikkan bahunya saja.
Sampai di rumah.
Mobil Adrean masuk dipekarangan rumah, tapi ada mobil lain Olivia tak tahu tapi Adrean tahu.
Mereka turun dari Mobil dan masuk kedalam, tepat diruang tamu terdapat ayah mereka tengah berbincang pada sepasang suami istri memakai jas putih seperti Dokter.
"Nah anaknya sudah datang, bisa kau periksa? apa mata Putriku bisa kembali seperti semula?" tanya Ayah, seorang wanita berpakaian Dokter mendekati Olivia.
__ADS_1
Ia meminta Olivia duduk, Ia pun memeriksa kedua mata Olivia dan Olivia hanya menurut dan.
"Sepertinya sudah lebih baik Antares tetapi masih harus rutin periksa dan diberi obat tetes mata setiap pagi." ucap Wanita itu meletakkan alat dokternya kedalam tas.
"Dan ini obat tetesnya rutin yah..." ucap Dokter wanita itu memberikan obat tetes mata, Plivia hanya mengangguk.
"Yasudah, ayo kita makan malam." ucap Ayah, mereka mengikuti Ayah menuju ruang makan di mana Ibu sudah menyiapkan makan malam yang nikmat.
Semua duduk dan makan malam bersama, hening dan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu.
Selesai makan malam.
"Ayah, Ibu, Abang, Tante Om Oliv pamit ke atas kamar yah. Capek semua badan ku.." ucap Olivia, Semua disana mengangguk namun sebelum itu.
Setelah itu Olivia ke atas yang beberapa menit lagi di susul Ibu membawa susu hangat.
Tersisa Ayah, Sepasang dokter, dan Adrean.
"Lalu bagaimana?" tanya Ayah serius.
"Ya kan aku sudah bilang, kemungkinan bakal sembuh cuma Olivia harus rutin cek dan beri obat tetes mata pada matanya." ucap Dokter wanita, Ayah hanya mengangguk lalu melirik Adrean.
__ADS_1
"Bagaimana Adikmu pulang malam?" tanya Ayah, Adrean menjelaskan bawah Ceo Oliver memberi Olivia banyak tugas hingga membuat Olivia pulang rada larut.
Ayah hanya menghela nafas saja,
"Apa Amanda belum sepenuhnya percaya padamu?" tanya Dokter laki laki, Ayah menggeleng jujur Ibu belum sepenuhnya percaya padanya.
"Lagipula memang awalnya dari Ayahkan.." ucap Adrean datar, Ayah hanya mengangguk saja banyak lintasan masa lalu dahulu dimana ia hampir melukai Olivia kecil dulu dan itu membuat ia terpisah dengan Oliv dan Ibu.
"Usahakan lagi Antares, jika kau ulangi lagi maka Amanda akan pergi lagi bersama putrimu." ucap dokter laki laki, dan Ayah hanya mengangguk saja.
Setelah itu bubar, Pasangan Dokter pulang, Adrean dan Ayah pergi ke kamar.
Keesokan harinya.
Pagi pagi Olivia bangun karena bosnya tiba tiba memberi pesan bahwa ia harus berangkat pagi karena ada meeting pagi dan berakhir siang kata Xander.
Olivia telah siap dengan Pakaian kantornya, tak lupa ia teteskan obat matanya setelah itu ia memakai kacamata.
Tak lupa ia masukkan beberapa berkas kedalam tas dan Tab jadwal Xander dan mengatur semuanya.
Setelah itu ia turun untuk sarapan.
__ADS_1
Bersambung.