Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 43


__ADS_3

Lanjut...


Skip, Suatu hari....


Kini Hari minggu atau hari biasanya lah, Olivia sekarang tengah berada di suatu mall ia ingin membeli baju bayi atau balita lah.


Yah karena katanya Anne dan Adrean akan pulang ke indonesia saat Twins Al umur 6 bulan.


Jadi Olivia mempersiapkan walau itu masih jauh, kini Olivia berada disalah satu toko yang berada di Mall.


Ia memilih milih Baju baju untuk Twins.


Selesai memilih, Olivia memutuskan untuk mencari gaun juga. Lagian dia hanya punya sekitar 3 Gaun itupun jarang dipakai, kali ini ia beli lagi karena buat Reuni SMA di sekolahnya.


Yang ditemakan dengan warna hitam, Jadi Olivia pergi kebutik.


Sampai di butik.


Olivia memilih milih Gaun berwarna hitam, yang menurutnya simple tapi anggun saat ia kenakan.

__ADS_1


Hingga ia menemukan satu Gaun dan hendak mengambilnya namun sebuah tangan juga akan mengambilnya, otomatis Olivia menatap siapa pemilik tangan itu dan dia adalah....


"Kau.." Seorang perempuan dengan Pakaian rada ketat berwarna Merah maron, rambut coklat panjang tergerai dengan meneteng tas berwarna merah terang ditangannya.


"Oh Nona Octavia? Apa kabar, sudah satu tahun tidak bertemu yah.." ucap Olivia mengelurkan tangan sembari memberi senyuman manis, bukannya membalas uluran tangan itu tapi malah ditepis oleh Anesya.


Plak...


"Saya tidak sudi memegang tangan dari Anak seorang ibu psychopat." ucapnya sedikit sengit dan tatapannya sinis, Olivia mengembalikan tangannya dan tersenyum lalu angkat bahu.


"Oh, Yasudah. Kalau begitu saya pamit dulu sampai jumpa.." Olivia hendak pergi namun sebelum itu,


"DASAR TIDAK TAHU MALU, KAU DAN IBU MU SAMA SAMA MIRIP PENGGODA...", Dengan lancang dan keras Nesya berteriak sesuatu yang membuat Olivia yang hendak keluar setelah membayar berbalik dan menatap datar Nesya.


"Lalu dirimu? Apa tidak lebih tepatnya seperti Penggoda.. menghancurkan pernikahan seseorang, memberi berita palsu pada keluarga seseorang yang tanpa kejelasan.." ucap Olivia, Nesya sempat terdiam lalu menatap Olivia.


"Lihat saja nona Widyamatja, keluarga mu akan hancur ditanganku. Dan itu akibat kau mempermalukam aku dan merebut Xander ku..." ucapnya, Olivia mendengar diam lalu pergi walau ucapan itu tak akan berpengaruh padanya tapi mungkin saja Nesya merencanakan sesuatu.


"Kehancuran yah? justru kau yang akan hancur.." Gumam Olivia berjalan santai menuju luar area Mall, beberapa orang menatapnya dan berbisik entah apa yang dibisikkan pokoknya ia tak peduli.

__ADS_1


Skip, Sampai rumah.


Olivia masuk dan baru saja masuk dia melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat yaitu...


"Olivia." Ibu terkejut menatap Anaknya yang baru saja kembali dari berbelanja, Yah kini ibu berada dipangkuan Ayah sambil Ayah menyatukan bibir mereka hebat bukan diruang tamu lagi....


Olivia berbalik dan perlahan berjalan ketangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada disana,


"Lanjutkan saja Olivia gak lihat kok, oh ya Olivia gak mau punya adek loh ya yah." ucap Olivia langsung berlari ke kamarnya.


Ayah menatap ibu, dengan tatapan seperti yah kalian sudah tahu...


"Disini atau dikamar.." tanya ayah, Ibu berfikir dan...


"Kamar.." Ucap Ibu, nurut itu indah...


Ayah langsung menggendong Ibu dan pergi ke kamar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2