Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 45


__ADS_3

Lanjut....


Hotel.


Jeremy memberhentikan Mobilnya, ia membuka pintu sebelahnya dan menggendong Nesya kembali.


Ia memasukki Hotelnya, ia membisikkan sesuatu di penjaga pintu Hotel.


Yah Hotel itu salah satu Hotel kerja samanya dengan salah satu perusahaan di sini.


Penjaga mengangguk, Jeremy memasuki Lift dan menekan salah satu tombol ke lantai atas.


Lantai atas.


Ia keluar dan masuk kesalah satu kamar, didalam kamar. Jeremy meletakkan Nesya di tempat tidur, hendaknya mengambil kotak P3K tapi tiba tiba dasinya ditarik Nesya hingga mereka berdekatan bahkan wajah mereka sangat dekat.


"Jerem..." Nesya menatap Jeremy sayu, bahkan wajah sudah dekat nafas satu sama lain terasa. Semakin dekat dan dekat hingga..


Saat bibir mereka akan tersentuh, tiba tiba Nesya pingsan atau tidur aneh...


"Bodoh, kau pikir aku murahan?" ucap Jeremy melepas sesuatu yang ia suntikkan dileher belakang Nesya, yah Jeremy menyuntikkan Obat bius membuat Nesya pingsan atau tertidur.


Jeremy membaringkan Nesya, dia mengambil 2 tali. Ia mengikat kaki dan tangan Nesya, ia lalu menutupi Nesya dengan Jas Navinya lalu menghubungi seseorang.


Calling.


Jeremy : Yayaya dia sudah tidur, gampang mah...

__ADS_1


Jeremy : Tempat biasanya..


Jeremy : Ok.


Jeremy mematikan ponselnya lalu memasukkan pada saku celananya, ia kembali menggendong Nesya keluar kamar dan menuju lift ia hendak keluar hotel.


Dilantai bawah.


Tampak 4 orang berdasi dan berjas hitam berjejer di luar pintu hotel, Jeremy keluar salah satu mereka membuka pintu mobil untuknya.


"Pergi ke markas.." ucapnya, Sopir yang diminta mengangguk dan langsung menjalankan mobilnya menuju suatu tempat yang disebut Jeremy Markas.


Skip, Tujuan.


Jeremy turun disebuah tempat dimana tempat itu seperti bangunan terbengkalai namun masuh terawat lah, ada sekitar 3 gerbang disekeliling tempat itu dan banyak orang laki laki berbadan kekar.


Lalu Jeremy memilih keluar menemui seseorang.


Ruang khusus.


Jeremy duduk di sofa depan seorang perempuan berpakaian gruge dengan cadar indah menutupi wajahnya, Wanita itu melepaskan cadarnya dan menatap Jeremy.


"Sesuai permintaan mu Olivia, tapi..."


Yah perempuan itu Olivia, bagaimana mereka bisa bertemu? atau saling kenal?


Mereka bertemu di paris, ingat lelaki yang mengobati ibunya yah itu Jeremy.

__ADS_1


"Rencana ku ubah, dia memperburuk repotasi keluargaku dengan menyebar fitnah lagi.." jawab Olivia.


Jeremy hanya mengangguk saja.


"Lalu kau apakan dia?" tanya lagi Jeremy.


"Jika kau ingin buat ia jadi mainan serah, tapi kali ini ia jadikan sandra memancing keluarganya agar keluar semua." lanjut Olivia menyeruput jus didepannya.


"Lalu setelah keluar semua?" Tanya Lagi Jeremy, wajar dia kepo.


"Entah, Ibu gw yang minta kan bingung juga.." ucap Olivia.


"Oh ya gw tanya lagi? Perusahaan keluarga Octavia katanya sebagian Saham mereka ada di keluargamu dan sekarang mereka rada kalang kabut karena hak perusahaan mereka akan sulit dikendalikan?" tanya Jeremy, dan Olivia mengangguk mantap.


Jeremy mengangguk hingga tiba tiba...


BRAK..


"JEREMY SMITH MANA CALON ISTRI GW..." Suara lama yang dikenal Jeremy dan keluar menemui tamu ini,


Dan itu adalah...


"Wah Xander apa kabar, datang datang bukannya tanya kabar gw tapi obrak abrik markas gw. Hanya demi mencari Calon istri gw, jangan khawatir gw udah ada mainan..." ucap Jeremy menatap sahabat satunya ini, Olivia geleng kepala ia memeluk Xander.


"Aku gk ngapa ngapain, cuma ngurus si Nesya." ucap Olivia menatap Xander.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2