Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 48


__ADS_3

Lanjut...


Selesai makan malam, Semua berkumpul dan berbincang bincang aja.


"Oh ya karena udah larut malam, dan tak bagus untuk berkendaran. Kalian menginap lah.." tawar Ayah, Ibu juga mengiyakan.


Pada akhirnya semua setuju.


"Olivia tidur sama Nesya yah Bu, entar nanti ada yang macem macem.." ucap Olivia melirik Jeremy yang duduk disebelah Nesya, yang tadi tangannya sedikit nakal mengelus punggung Nesya.


"Loh loh kagak bisa gitu Liv.." Jeremy menolak dan...


"Tangannya nakal bu, lihat elus elus punggung Nesya sembarang.." tunjuk Olivia mengadu, Nesya menunduk dalam.


PLAK...


"heh tangannya belum sah.." Mama atau Mamanya Xander menepis tangan Jeremy, Olivia dengan cepat menarik Nesya dan menduduknya pada sebelahnya.


"Nes yok ke kamar.." tarik Olivia ke kamar, Xander sebenarnya kurang setuju tapi kalau lihat tadi yah apa boleh buat.


Di kamar Olivia.


Mereka berdua di kamar, Olivia menyuruh Nesya berganti baju karena masak ia tidur pakai Gaun.


Nesya cuma nurut aja, selagi Nesya ganti baju Olivia mengotak atik komputernya hingga ada satu berita yang membuatnya tertarik...


"Sejak kapan Nesya pergi dari rumah hanya gegara kgk dituruti? nih mak bapaknya lagi gesrek.." gumam Olivia hingga pintu walk in closet nya terbuka, Olivia menutup laptopnta dan menatap seseorang di ambang pintu.

__ADS_1


Seorang perempuan menggunakan piyama bergambar kucing kucing dan berawarna abu abu,


"Apa kekecilan?" tanya Olivia..


Yah badan Olivia lebih kecil banding Nesya, Yah mereka sama sama kurus tapi ukuran badan masih kecilan Olivia.


"Tidak pas dengan badanku." ucap Nesya memutar tubuhnya memperlihatkannya pada Olivia.


"Aku khawatir saja jika kekecilan, kau tahu kan kita sama kurusnya tapi badanku lebih kecil darimu.." ucap Olivia.


Nesya cuma angguk, kini ganti Olivia yang bakal ganti baju. Nesya menunggu sambil Menunggu dia bermain hp hingga sebuah pesan masuk ke hpnya.


Nesya membuka dan melebarkan matanya,


"Mama...." Nesya membaca pesan dari mamanya yang membuat dia benar benar terdiam.


"Mudah yah memperjual.belikan anaknya..." gumam Nesya sambil tersenyum miris menatap pesan pesan itu, hingga seseorang menepuknya dari belakang.


Ibu mengambil hp Nesya, ia menekan no itu dan seketika terdengar suara seperti menyambungkan.


Yah ibu menelepon Mamanya Nesya, Mama Lita.


Calling :


Mama Lita : Halo, Nesya apa kau setuju.


Nesya :.........

__ADS_1


Mama Lita : Jika kau tidak setuju, mau tidak mau kau harus tetap melayani mereka...


Mama Lita: untuk masalah Tuan Jeremy yang membeli mu, jangan khawatir dia tidak akan tahu jika kau tidak bicara soal ini padanya.


Ibu : Terlalu banyak omong kosongmu Lita.


Mama Lita yang sebrang Telfon terkejut mendengar suara ibu,


Ibu : Tidak tahu malu, apa kau pantas masih disebut Mama. Setelah menjual anaknya...


Ibu : Dan sekarang kau mau Nesya melayani mereka hanya demi perusahaan agar tidak bangkrut...


Mama Lita : ini memang kesalahnnya karena dia, perusahaan keluarga Octavia hampir bangkrut.


Ibu : kau yang salah, kau mendidik anakmu tidak benar. Dan makanya sifat jeleknya menurun darimu...


Mama Lita : bukan urusanmu Amanda...


Ibu : Memang, tapi Nesya bukan bagian dari keluargamu lagi...


Mama Lita : maksudmu apa...


Ibu tak bicara ia melirik Nesya yang sepertinya menahan tangisnya hingga, Nesya mengambil hp itu dan...


Nesya : AKU MEMBENCI MU NYONYA LITA....


Panggilan berakhir dengan Nesya yang menangis, tubuhnya merosot kebawah.

__ADS_1


Ibu namanya juga seorang ibu juga, Ia tak tega ia memeluk Nesya yang menangis deras dipelukannya.


Bersambung.


__ADS_2