
Lanjut....
Masih di situasi yang sama.
"Xander bentarlagi kan makan siang kan, ayo bukankah aku sudah menggirimkan undangannya." ucap wanita itu yang tak lain Nona Inez, Xander melepas pelukan itu dan..
"Maaf Nona, aku tidak.bisa." ucap Xander hendak pergi tapi dicekal Inez,
"Plis Xander..." ucap Inez memohon.
"Tu..Tuan.." panggil Olivia, Xander menoleh sedikit.
"Emh jadwal berikutnya..." ucap Olivia, Xander menghela nafas.
"Aku batalkan.." ucap Xander melepas cekalan Inez dan berjalan menuju ruangannya namun sekali lagi Inez menahan Xander dengan memeluknya.
"Jika kamu gak mau, akan ku adukan kamu ke Papa ku." ucap Inez mengancam, Xander sempat terdiam dan melirik Olivia.
"Olivia apa ada meeting kembali?" tanya Xander, Olivia melihat dan menjawab tidak ada dan jadwal sekarang undangan makan siang.
"Majukan Rapat kita dengan Tuan Gianina." ucap Xander melepas pelukan Inez dan berjalan cepat keruangannya dengan di ikuti Olivia yang hanya diam.
Saat berpapasan dengan Inez, Inez menatapnya tajam.
"Awas jika lu berani deketin Xander.." ucap Inez menunjuk Olivia dan pergi, Olivia hanya diam dan sekarang dia pergi ke ruangan bosnya.
__ADS_1
Diruangan Bosnya.
"Kenapa kau lama?" tanya Xander, Olivia menggelengkan kepalanya. Lalu ia menatap tab yang tiba tiba ada email masuk, Olivia mengeceknya dan..
"Tuan ada Email dari Tuan Gianina." ucap Olivia,
"Berikan tab itu." ucap Xander.
Olivia memberikannya kepada Xander, Xander menerima dan membacanya dan...
BRAK..
"INEZ..." Xander tiba tiba menggebrak mejanya dan membuat Olivia terkejut, Xander giginya sedikit menggeretak dan bahkan wajahnya merah padam.
"Olivia kau ikut aku makan siang." ucap Xander meletakkan tab itu dan langsung menarik Olivia tanpa mendengar persetujuannya.
Sampai disuatu Restoran mewah.
"Tuan kita menga.." belum selesai Olivia bertanya dia kembali ditarik oleh Xander menuju masuk ke Restoran mewah itu.
"Tu.." mau bicara tapi di sela kembali,
"Diam dan menurut saja." ucap Xander dingin dan Olivia diam dan menurut..
Mereka berjalan menuju tempat VVIP yang telah di pesan dan mereka telah sampai, dan duduk.
__ADS_1
Tepat juga ada Inez yang tersenyum menatap Xander mau datang, namun wajahnya berubah kala melihat Olivia ikut.
"Kenapa kamu ikut, aku hanya ingin makan siang dengan Xander saja." ucap Inez, Olivia hendak berbicara dan sekalilagi di potong Xander.
"Aku yang memintanya, jaga jaga jika ada meeting mendadak." ucap Xander datar, Inez berdecak dan tak lama seorang pelayan datang dan mereka memesan.
"Kau ku pilihkan." ucap Xander dan Olivia hanya mengangguk, Olivia duduk nya disebelah Xander..
Mereka pun menunggu, Inez terus mengoceh dan mengajak Xander bicara walaupun Xander lebih bermain pada rambut Olivia.
Dan itu membuat Inez panas.
"Emh aku permisi ketoilet." ucap Olivia hendak bangkit namun ditahan Xander,
"Tu..Tuan..saya ti..tidak tahan." ucap Olivia dan Xander melepaskannya.
Oh ya Olivia pakai kacamata yah sebelum keluar ruangan tadi, selesai meeting kan diruangan kerja jadi dilepas namun pas keluar lagi pakai.
Toilet.
Olivia melepas kacamatany dan menatap kaca Toilet,
"Apa aku harus menerima nasib seperti ini? baru pertama dah kena kesialan.." ucap Olivia menatap kaca itu.
Ia membasuh wajahnya dan menggeringkan setelah itu memakai kacamatanya kembali, selesai dari Toilet ia kembali keruangannya karena bosnya terus menggirim pesan tanpa henti.
__ADS_1
Bersambung.