
Lanjut....
Selesai telfonan, Adrean balik badan menatap keluarganya yang terus menatapnya tajam dan penasaran.
"Ka...Kalian ke..kenapa sih?" tanya Adrean rada merinding,
"Anne siapa bang?" tanya Olivia.
"Pacarmu?" tanya Ayah juga.
"Kenapa kok di angkatnya jauh?" ibu juga ikut tanya.
Adrean menggaruk tengkuknya yang tak gatal, rada bingung mau jawab apa.
"Emh gimana yah..." Adrean bingung dan keluarganya tak peduli mereka sudah penasaran.
"Aaaa udah lah kapan kapan abang kasih tahu deh, yah abang ngantuk mau bobo besok ada metting." ucap Adrean langsung pergi ke kamarnya karena ia tak bisa menjawab pertanyaan keluarganya.
Sedangkan 3 orang ini saling tatap,lalu pisah ke kamar masing masing karena hari telah larut.
Skip, Keesokan paginya.
Semua sudah di meja makan menikmati sarapan mereka, namun ada satu orang yang senyum senyum sendiri membuat yabg lain heran.
__ADS_1
"Abang, Abang kenapa sih kok senyum senyum sendiri? Chat sapa sih?" Olivia heran dia mengintip hp abangnya namun dengan cepat Adrean menutupnya.
"Bukan apa apa, dah habiskan sarapanmu.." ucap Abang lanjut makan, Ibu ayah dan Olivia saling tatap aneh iya memang...
Selesai sarapan, mereka berpencar pencar. Yang 3 orang ke kantor dan 1 lagi yaitu ibu dirumah duduk anteng.
Sampai di Oliver'Grup.
Olivia turun dan mobil Abangnya langsung melaju menuju kantor Widyamatja karena ada meeting pagi katanya, dan baru saja ia masuk ke kantor tanpa sengaja Olivia menbrak seorang wanita yang memakai Drees biru langit dengan rambut tergerai tak lupa Hels yang tak terlalu tinggi berwarna biru.
"Eh maaf nona saya tidak sengaja." ucap Olivia membantu berdiri, Wanita itu merapikan rambutnya dan mengangguk tersenyum.
"Tidak apa apa, oh ya apakah kau Olivia sekretaris Xander?" tanyanya, dan Olivia hanya mengangguk.
"Kenalin aku Anneke Felicia Olivier, kakak sepupu Xander. Boleh aku tanya dimana ruangannya, soalnya tadi aku tinggal ketoilet dia nya dah hilang." ujar Anneke cemberut, Olivia mengangguk ia pun menunjukkan Ruangan Xander.
Ruangan CEO.
"Masuk.."
Mendengar kata masuk, kedua wanita ini pun masuk kedalam.
"Tuan ada yang mencari anda." ucap Olivia, Xander mengalihkan perhatiannya ke samping Olivia yang ternyata ada Anneke.
__ADS_1
"YAK NGAPALO TADI NINGGALIN GW HAH..."
Bugh..
Satu pukulan didapat Xander diperutnya dari kakak sepupunya, Xander sedikit meringis dan Olivia hanya diam melihat.
"Ya lonya lama, gw banyak berkas harus dicek." ucap Xander mengelus perutnya yang terkena pukulan.
Anneke hanya mendengus sebal dan ia menjatuhkan dirinya di sofa sambil bersedekap.
"Oh ya kok lu ada 2 Sekretaris sih? belum cukup si Alvaro?" tanya Anneke,
"Varo sering gw suruh keluar kota negeri ngurus perusahaan yang lain, dan disini kalau gw sendiri yang urus gw kewalahan jadi butuh satu orang." ucap Xander fokus dilaptopnya namun kembali beralih ke Olivia yang diam dan berdiri.
"Kau tidak bekerja? aku tidak akan mengajimu jika kau malas bekerja." ucap Xander datar, seketika Olivia tersadar dan mengangguk.
Olivia ke tempatnya dan mulai bekerja, diruangan itu ada Anneke, Xander, dan juga Olivia.
Hingga tiba tiba...
Ceklek...
"Hai Xander..." Inez yah Inez sudah lama tak terlihat namun kini ia muncul lagi, Xander memutar matanya malas.
__ADS_1
Olivia yang melihat Inez bodo amat dan fokus ke pekerjaannya.
Bersambung