
Lanjut....
Beberapa hari kemudian.
Hari pernikahan.
Tak terasa sudah menjelang hari pernikahan, mempelai perempuan dan laki laki ruangannya di pisah.
Mempelai perempuan di rias begitu cantik hari ini, Gaun dengan balutan kain putih dan hiasan emas yang menjuntai ke lantai. Sangat cantik sekali tak lupa hiasan dikeoala mereka yang cantik, Anneke dan Olivia memang sangat cantik.
Selesai dirias.
Keduanya mengobrol sebentar, agar sedikit merilekskan mereka karena sebenarnya mereka cukup gugup hari ini.
Hingga terdengar suara percakapan tak jauh dari mereka, keduanya saling pandang sepertinya bukan ibu mereka tapi siapa.
Olivia bangkit dari duduknya, ia mendekati sumber suara itu perlahan lahan.
Hingga ia sampai dari dinding dengan sebelahnya kaca jendela, Olivia mendengar pembicaraan mereka Namun tiba tiba.....
"Empth....Empth..." Seseorang membekap Olivia dengan sapu tangan berisi cairan obat bius, Memastikan Olivia sudah pingsan Orang itu membuka jendela dan orang yang bercakap tadi segera mengambil tubuh Olivia dan pergi.
__ADS_1
Sedangkan Anneke, Anne menunggu Olivia ia menjadi cemas pernikahan sebentar lagi dimulai. Tak lama Olivia kembali melihat Olivia Anne lega, namun ia heran kenapa Olivia memakai cadar.
"Kan memang pakai cadar kan Kak." ucapnya, Anne pun ingat ia segera menggunakan cadarnya.
Tak lama ibu mereka datang, mereka segera dibawa menuju pelaminan karena acara akan dimulai.
Pernikahan pertama.
Pernikahan pertama akan dilakukan oleh Adrean dan Anneke, Adrean yang menunggu di pelaminan dan Anneke yang berjalan di atas karpet putih dengan digandeng Sang Papi menuju pelaminan.
Sampai disana, Papi menyerahkan Anneke.
"Papi harap jangan membuat anak papi ini menangis atau sedih, kau tahu akibatnya kan..." ucap Papi, dan Adrean mengangguk ia mengandeng Anneke.
Skip.
Adrean dan Anneke dinyatakan resmi menjadi suami istri setelah memasangkan cincin pada jari manis pasangannya.
Dan kini giliran Xander dan Olivia, Olivia tampak gugup ia digandeng Ayah menuju pelaminan namun bukannya ayah menampilkan rasa senang atau apa justru ia menampilkan ekspresi heran...
Herannya adalah....
__ADS_1
Sejak kapan bau parfum putrinya berubah, seingatnya tidak ini bahkan bau parfum ini tidak disukai Olivia sendiri di tambah lagi....
Ada tanda mawar seperti tanda lahir di bahu Kanan Olivia, seingat Ayah juga ia kan yang menggendong Olivia setelah lahir Tanda lahir Olivia berada di mata kaki sebelah kiri seperti dirinya.
Sampai di pelaminan.
"Xander Ayah titip Olivia, putri kesayangan Ayah. Jangan membuatnya menangis cukup aku dulu pernah membuat ibunya menangis.." ucap Ayah, Xander mengangguk ia mengandeng Olivia dengan tersenyum lembut.
Keduanya saling berhadapan dan bergandengan tangan, Xander menggengam tangan Olivia namun...
*Sejak kapan Olivia pakai cat kuku warna merah, setahuku tadi malam sebelum hari pernikahan ia mengantinya warna putih dan kukunya tidak panjang ia sangat benci kuku panjang. Batin Xander lalu mata Xander tak sengaja menangkap sebuah gelang ia kenal seketika Xander melepas genggaman tangan itu dan mundur.
"Xander kenapa kamu mundur?" tanya Olivia heran.
"DIMANA OLIVIA..." Sebuah pertanyaan yang membuat satu ruangan kaget, termasuk keluarga Widyamatja.
"Xander bukan kah ia Olivia?" tanya Ibu naik bingung.
"Tidak Bu, aku tahu betul Olivia maupun Ibu dan keluarga. Olivia tak suka memanjang kukunya dan semalam saat kami sedang VC an ia menganti catkukunya menjadi putih bukan merah." jelas Xander, Ibu menatap Olivia ia mendekat dan...
Sreet...
__ADS_1
Bersambung.