Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 42


__ADS_3

Lanjut...


Skip lagi, sebulan kemudian.


Kaki Olivia kini menginjak di Bandara internasional, indonesia.


Yah Olivia memutuskan pulang kembali ke Indo karena ia akan menjalankan suatu rencana untuk membalas perilaku Octavia terhadap ia dan keluarga.


Olivia berjalan menuju gerbang utama untuk keluar, ia akan dijemput seseorang istimewa yaitu.....


Hap...


"Welcome Ratuku, Raja ini sudah menunggu lama..." seseorang memeluk Olivia dari belakang dan mengkagetkannya yang tak lain adalah Xander.


Olivia berbalik badan dan membalas pelukan itu,


"Ayo, Ibu dan ayah menunggu. Mereka tak bisa menjemput karena ibu habis jatuh dari tangga katanya sih gegara kepeleset.." ucap Xander.


Olivia yang baru saja tahu terkejut, dan segera menarik narik Xander ingin pulang.


Xander menuruti kemauan Olivia, sepanjang jalan Olivia terus bertanya kenapa ibu bisa kepeleset terus Ayah gimana jaga ibunya...


Pertanyaan itu terus dilontarkan Olivia tanpa henti, Xander terkekeh.

__ADS_1


Dia menjelaskan ibu terpeleset karena tak hati hati makanya ibu terjatuh.


Sampai dikediaman Widyamatja.


BRAK....


"IBU OLIVIA PULANG.."


Sangking khawatirnya, Olivia mendobrak pinti dengan keras lalu pandangannya beralih pada seorang wanita paruh baya yang tengah duduk santai sambil kaki kirinya dijulurkan diatas kursi kecil.


Kaki itu berbalut perban.


Melihat itu, Olivia menghampiri cepat dan memeluknya. Yah Wanita itu adalah ibu yang tengah santai sambil makan snack, tapi juga kaget karena secara tiba tiba anak perempuannya mendobrak pintu dengan keras.


"Ibu kok bisa jatuh sih, Ini kakinya kenapa?" tanya Olivia khawatir, Ibu tersenyum tipis.


Tetap Olivia tampak khawatir, hingga seorang lelaki datang membawa nampan berisi Camilan dan minum yang diletakkan ke meja. Lelaki itu tak lain adalah Ayah, Olivia menatap Ayahnya marah karena tak menjaga ibunya.


Marahnya bukannya seram tapi imut menurut Ayah, Olivia terus menggurutu dan Ayah ibu terkekeh tak hilang sifatnya satu ini.


Dan tanpa mereka sadari, mereka melupakan seseorang yang berada di depan pintu sambil membawa koper da tas Olivia.


"Ekhm.." ia berdehem, Semua menoleh.

__ADS_1


"Apa aku tidak disuruh masuk gitu, capek loh ini berat.." ucap Xander memperlihatkan tas Olivia, Olivia hanya terkekeh garing ia lupa akan adanya Xander.


"Pelayan." Ayah memanggil Pelayan, satu orang pelayan datang.


"Tolong bawa barang nona muda ke kamarnya." ucap Ayah.


"Baik Tuan." Pelayan membungkuk sedikit, lalu mengambil barang barang dari tangan Xander dan membawanya ke kamar Olivia.


Xander masuk dan duduk diantara mereka.


"Terima kasih Xander sudah menjemput Olivia, maaf merepotkan yah..." ucap ibu, Xander tak masalah lagian siapa juga yang tidak mau menjemput calon istri yang baru pulang dari Paris.


"Emh kalau begitu, Xander pamit dahulu Bu Yah. Ada urusan..." pamit Xander, Ibu ayah mengangguk termasuk Olivia.


Setelah itu Xander pergi atau pulang karena ada urusan mendadak, dan kini tersisa tiga orang diruang tamu.


"Jadi bagaimana Princess ayah.." ucap Ayah memangku Olivia, Olivia seolah olah memperagakan berfikir hingga sebuah ekspresi wajah yaitu memunculkan senyuman miring seperti Psychopat.


"Aku punya rencana menghancurkan mereka, Ayah..." ucap Olivia tersenyum penuh arti,


"Lakukan sesukamu, Mereka dulu yang memulai." Ucap Ibu menimbali dan juga tersenyum penuh arti.


Ayah menatap Anak dan ibu, sama sama punya jiwa seperti Psychopat. Tapi...

__ADS_1


"Perasaan Ayah ketemu ibu, ibu masih polos kok malah serem.." ucap Ayah wajahnya dibuat Polos dan membuat kedua perempuan ini tertawa.


Bersambung.


__ADS_2