Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 49


__ADS_3

Lanjut...


Karena mendengar teriakan Nesya tadi, beberapa orang datang ke kamar Olivia dan melihat. Dan yah saat baru sampai mereka sudah melihat Nesya menangis di pelukan Ibu.


"Ada apa ini? kenapa Nesya menangis?" tanya Ayah heran ia menatap putri nya,


"Ih ayah orang Olivia tadi ganti baju, mungkin gegara Mamanya.." Olivia memperkecil suara dibagian *Mamanya*.


Ayah Paham dia menatap Ibu, Ibu memberikan Hp Nesya. Semua membaca dan terkejut termasuk Jeremy yang datang, di balik saku celananya terlihat dia menggepalkan tangan menahan emosi.


"A...aku tak ingin hiks aku tak mau tante hiks..." Nesya berucap sambil menangis, ia menatap ibu dengan sedih dan kecewa. Ibu bisa melihatnya.


"Lalu bagaimana?" tanya Xander yang dari tadi diam, semua menatapnya lalu...


"Sampai kapan perusahaan Octavia bertahan di ambang kebangkrutannya?" tanya Papa menatap Ayah.


"Sedikit lagi, banyak perusahaan mencabut saham yang mereka tanam dan tersisa perusahaan milik Jeremy saja yang masih bertahan disana." ucap Ayah menatap Jeremy,

__ADS_1


"Jika Nesya tak menuruti mereka, otomatis akan terlihat pintu kebangkrutan mereka ditambah lagi jika seandainya Jeremy mencabut sahamnya disana dan itu..." belum selesai Olivia berbicara.


"Tanda kehancuran dan kebangkrutan Octavia'Grup." Nesya yang masih dipeluk berucap, mereka menatap Nesya. Ada rasa bimbang sekarang, entah mungkin kasihan dengan Nesyanya juga dan kericuhan dibuat orangtua Nesya terhadap mereka.


"Jika kalian ingin melakukannya lakukan saja..." ucap Nesya, sepertinya ia tahu kebimbangan mereka semua. Nesya menatap ibu lalu....


"Lagian aku bukan bagian keluarga mereka lagi secara data." ucap Nesya lesu menginggat kejadian dia dijual.


"Tapi Nesya masih hubungan darah kan dengan Mama Papa Nesya." ucap Ibu lembut dia menggusap kepala Nesya lembut,


Ibu hanya mengulas senyuman, ternyata kekecawaan sudah dijual ditambah lagi dia akan diperjual belikan orangtuanya semakin terlihat.


"Lagian Papa udah sering ambil saham orang lain..." ucap Nesya pelan, yang mendengar kaget seperti Xander , ayah, dan Jeremy hebat anaknya yang mengumbarkan.


"Sudah biarkan saja, Nesya tidak akan pergi pada mereka. Dan sekarang kalian.berdua minum susu lalu tidur besok ada hari yang baru..." ucap Ibu mengambil senampan 2 gelas susu hangat tadi.


Olivia dan Nesya pun segera meminumnya, selesai meminum mereka semua bubar tersisa Olivia da Nesya yang berbaring dan menatap langit langit kamar.

__ADS_1


"Kapan pernikahan mu Olivia?" tanya Nesya membuka pembicaraan setelah sempat beberapa saat hening.


"Bulan depan." ucap Olivia


"Kau Nesya, ada rencana menikah dengan Jeremy." ucap Olivia, Nesya seketika terdiam wajahnya memerah malu dia meremas selimut dan menariknya menutup wajahnya.


"Kau menyukai Jeremy kan..." goda Olivia, Nesya semakin malu dengan terus digoda Olivia.


"Aku mau tidur.." ucap Nesya membelakangi Olivia, Olivia terkekeh perlahan Olivia sendiri pun tertidur.


Sebenarnya Nesya belum tidur, entah apa ia memikirkan perkataan Olivia bahwa ia menyukai Jeremy.


Namun sepertinya ada benarnya, tapi suatu kenangan SMA dulu membuat ia sadar. Tak mungkin Jeremy menyukainya setelah ia membuat hati lelaki itu sakit, Nesya juga berfikir mungkin Jeremy hanya menganggapnya boneka saja atau seperti bawahan pada atasannya lagian ia dibeli bukan di minta seperti kata dilamar.


Nesya menghela nafas lalu mulai memejamkan matanya, ia mulai tertidur dan menyusul Olivia ke alam mimpi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2