
Lanjut.
Sebulan kemudian.
Beberapa hari lagi Olivia dan Xander akan menikah, Nesya bagaimana? yah sedikit monoton hidupnya sekarang.
Dia sekarang lumayan rajin, ia sering bangun pagi dan membuat sarapan untuk Jeremy setelah membuat kadang dia bersantai tapi kadang juga ikut Jeremy ke kantor.
Dan masalah hubungannya dengan Jeremy, masih belum jelas sih.
Dan keluarga Octavia, perusahaan nya bangkrut karena Nesya tak datang tawaran yang sempat ditawarkan hanguss begitu saja tentu keluarga marah.
Hendak mereka melakukan sesuatu pada Nesya saat mereka berhasil menculik Nesya, tapi Jeremy datang dan disitulah kebangkrutan mereka dimulai.
Bangkrut karena Jeremy mencabut saham yang ia tanam pada perusahaan Octavia grup, memang akan sedikit merugi tapi mau gimana lagi.
Kembali ke Olivia dan Xander.
Kini Olivia dan Xander sedang berkencan, mereka habis olahraga sepeda pagi pagi. Tinggal memghitung hari mereka akan sah kembali yang sempat tertunda lama, kini mereka berada di Caffe tengah menunggu pesanan sarapan pagi mereka.
"Aaaa gak sabar banget tunggu twins kesini." ucap Olivia membayangkan mendengar ocehan twins Al, Xander geleng kepala bukan menunggu hari H mereka tapi menunggu si Twins Al datang ke indonesia.
Tak lama pesanan datang.
__ADS_1
Mereka pun sarapan bersama dengan tenang hingga hp milik Xander bergetar, Xander melihat ada pesan masuk dan isinya adalah...
"Jeremy akan ke Canada?" ucap Xander dan membuat Olivia tersedak, Segera Xander memberikan minum pada Olivia.
"Kok mendadak, masak mereka gak dateng ke acara kita." Olivia berujar cemberut.
"Habis kita nikah sayang, Jeremy dan Nesya ke Canada katanya ajak Nesya jalan jalan dan ada sesuatu..." ucap Xander, Olivia heran Xander pun membisikkan sesuatu yang ia maksud.
Olivia mengangguk paham, lalu mereka lanjut makan.
Setelah sarapan dan membayar, mereka pun pulang ke mansion.
Skip Mansion.
Baru mau masuk, Mereka disambut dengan tangisan bayi membuat keduanya terhenti.
"Alexis atuh adeknya jangan dicakar..." suara seorang perempuan membuat kedua orang ini diam,
"Kak Anne kapan datang?" tanya Xander mendekati dan memeluk kakak sepupunya.
"Tadi pagi pas kalian olahraga.." ucap Anne dia memangku dan menenangkan Alden yang menangis karena dicakar kakak kembarnya,
"Ini twins kenapa nangis kak?" tanya Olivia ikut nimbrung.
__ADS_1
"Biasa rebutan mainan, Alexis nyakar Alden.." ucap Anne sambil menyusui Alden ia pakai penutupnya, melihat itu kini Alexis yang menangis sepertinya ia ingin juga.
Olivia menggendong Alexis.
"Lexis mau mimi juga yah, gantian ok sama adeknya. kasihan loh tadi Lexis cakar.." ucap Olivia menimang Alexis, perlahan tangis Alexis mulai mereda ia memainkan rambut Olivia ia meremas remasnya dengan gemas.
"Eh eh kusut entar istrinya Om.." Ucap Xander menggoda, tatapan Lexis berkaca sepertinya akan menangis.
"Yak Xander, nakal omnya.." ucap Olivia, Alexis mengayunkan tangannya seakan akan hendak memukul tapi yang ia pukul adalah pundak Olivia.
"Wleee gak kena..." ucap Xander, bukan menangis tapi marah nan imut.
Alexis memberontak dan hendak mencakar Xander dengan ia berteriak mengomel pada Xander.
"Astaga kenapa ribut sekali, Xander kau apakan Cucu Mami hah..." Mami datang dari dapur sambil membawa Spatula, ia baru saja selesai membuat cream untuk macaron.
"Xander diem ih..." Olivia juga kesal, karena ia takut Alexis yang berontak ini takut jatuh.
Adeknya Alexis? Justru tertawa sambil bertepuk tangan melihat kakaknya hendak mencakar omnya.
"Dih yang ini malah ketawa.." ucap Xander tatapannya julid.
Bersambung.
__ADS_1