Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 22


__ADS_3

Lanjut.....


Masih ditempat dan waktu yang sama, Olivia menatap Xander. Sedangkan Xander deg deg degan entah mengapa....


Hingga sebuah kotak Xander keluarkan dan sekarang kotak itu berada di atas meja.


"Apa ini Xander?" tanya Olivia menatap Xander, Xander pun melepas gandengan tangannya pada Olivia lalu berdiri dari kursinya sambil membawa kotak itu.


Tepat didepan Olivia, Xander berlutut dengan satu kaki dan satunya lagi ditekuk.


Tangan Xander membuka kotak itu dan menampakkan sebuah cincin dengan hiasan berlian indah.


Olivia masih diam menunggu.


"Terlalu cepat yah sepertinya?" \Xander tersenyum.


"Tapi aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu..." ucap Xander, wajah Olivia memerah ia menunduk malu mendengar lontaran gombal dari Xander.


"Dan disini, Aku Xander Oliver, ingin melamar Nona Olivia Prameswari menjadi pendamping hidupku." ucap Xander seketika Olivia terdiam wajahnya bertambah merah, orang sekitar yang berlalu lalang menatap mereka sambil tersenyum lumayan romantis dan rada mengejutkan tuan muda Oliver punya pasangan.


"Bagaimana?" tanya lagi Xander menatap Olivia tulus, Olivia menatap Xander dan memberikan senyuman serta Anggukan bahwa ia menerima lamaran Xander.

__ADS_1


"Aku mau..." ucap Olivia, Xander yang mendengarnya menjadi gembira ia langsung memasangkan sebuah cincin berlian itu pada jari manis Olivia lalu memeluknya erat sangat erat.


"Makasih Oliv..." ucap Xander memeluk, Olivia hanya membalas erat juga.


Hari membahagiakan bagi mereka berdua, dan berakhir dengan sebuah kecupan manis mendarat dikedua bibir mereka.


Skip, Malam harinya.


Depan Kediaman Widyamatja.


"Besok aku akan datang ke sini, melamar mu secara resmi." ucap Xander mengecup kening Olivia, Olivia hanya mengangguk sambil tersenyum lalu ia turun dari mobil.


Olivia melambaikan tangan kala mobil Xander mulai melaju meninggalkan kediaman Widyamatja, Olivia pun masuk dengan perasaan gembira dan tanpa sadar ia diperhatikan Abang dan Ayahnya.


"Xander melamarku Ayah Abang." ucap Olivia menunjukkan jari manisnya di hiasi cincin yang indah, Ayah dan Abang mata mereka membulat terkejut dan...


"Ba...Bagaimana ia melamarmu?" tanya Ayah masih terkaget kaget, Olivia pun menceritakannya.


Ayah dan Abang yang mendengarnya tersenyum, Ayah mengelus rambut Olivia lembut lalu mengecup keningnya.


"Jika itu kebahagian Olivia, maka Ayah tidak mempermasalahkan." ucap Ayah, mendengar kata restu dari Ayahnya Olivia menjadi senang. Hingga mereka mendengar sebuah teriakan makan malam siap, Mereka pun segera ke ruang makan karena waktunya makan malam.

__ADS_1


Meja makan.


Semua duduk dengan tenang dan makan, namun kecuali Ibu. Matanya salah fokus dengan sebuah cincin bertenger cantik di jari manis Olivia.


"Sejak kapan kamu pakai cincin sebagus ini Olivia?" tanya Ibu, Olivia tersenyum lalu melirik Ayahnya.


"Nanti dikamar Ayah jelaskan." ucap Ayah dan Ibu mengangguk.


Selesai makan, mereka ke kamar masing masing.


Kamar Olivia.


Olivia merebahkan dirinya setelah berganti baju ia menatap cincin itu sambil tersenyum,


"Terima kasih Tuan Xander Oliver." ucap Olivia lalu ia. pergi tidur.


Sedangkan dikamar kedua orantuanya.


Ayah menjelaskan semuanya pada Ibu, mendengar Olivia dilamar ibu bahagia namun masalahnya Apakah Olivia akan melangkahi Abangnya.


"Tapi Yah, Adrean bagaimana? apa Olivia akan melompatinya?" tanya Ibu, Ayah terdiam lalu tersenyum.

__ADS_1


"Adrean akan memperkenalkan seseorang juga saat Acara pelamaran Olivia." ucap Ayah, Ibu mengangguk setelah itu mereka tidur.


Bersambung.


__ADS_2