Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 33


__ADS_3

Lanjut...


Seminggu kemudian.


Sudah seminggu sejak kejadian itu, Pernikahan Xander Olivia terpaksa dibatalkan akibat kelakuan Nesya.


Bahkan sekarang Olivia sering berteriak histeris dan menangis menginggat kejadian seminggu yang lalu.


Hingga suatu pagi.


Olivia berada ditaman rumah sedang duduk di sebuah ayunan seorang diri, melamun sepertinya ia memikirkan sesuatu....


Dan dari jauh Ibu dan Ayah menatap Olivia, semenjak Olivia menjadi seperti ini ia menjadi sedih dan murung. Ayah pun sama namun Ayah masih diam, ia memeluk Ibu.


"Sampai kapan Olivia seperti ini?" tanya ibu menatap Ayah matanya berbinar, Ayah menatap ibu dan mengecup kening ibu.


"Ayah juga tak tahu..." ucap Ayah menatap Olivia yang hanya diam sembari memainkan ayunannya.


"Apa Olivia ikut kami?" tanya seseorang membuat Ayah dan Ibu menoleh, ternyata Papi.


"Maksudnya?" tanya Ayah.


"Aku mempunyai teman yang ahli dalam bidang ini di Paris, dan mungkin Olivia bisa disana sampai sembuh dan bangkit kembali." tawar Papi, Ayah berfikir lalu menatap ibu.

__ADS_1


"Kalau itu baik untuk putriku, maka aku ijinkan. Dan selama itu kita selesaikan Nesya dan keluarganya." ucap ibu, karena semenjak tersebarnya berita yang tidak tidak tentang ibu dan Olivia.


Beberapa orang sedikit mengunjing mereka, bahkan sampai ada yang berani menghina secara blakblakkan atau bisa jadi menyindir juga.


Dan itu kadang membuat Olivia menangis, ia pikir keluarganya malu akibat dirinya.


Ayah mengangguk.


"Besok kalian sudah terbang ke paris, aku harap Adrean jaga adikmu."ucap Ayah menatap putra sulungnya yang dibelakang Papi, Adrean mengangguk lalu ia permisi menghampiri Olivia.


"Akan ku siapkan barang Olivia." ucap Ibu, ia pergi ke kamar Olivia karena esok Papi Mamu Adrean dan Anne maupun Olivia akan terbang ke Negara Prancis atau Paris.


Sedangkan disisi Adrean dan Olivia.


"Pagi adikkecil.." sapa Adrean didepan Olivia jongkok, namun pandangan Olivia kosong. Adrean menghela nafas lalu mengusap kepala Olivia hingga membuat Olivia menatapnya.


Abang tersenyum, lalu ia mengandeng Olivia.


"Ayo sarapan, Kak Anne tadi masakin makanan sarapan pagi kesukaan Oliv." ucap Adrean membawa Olivia keruang makan dimana disana sudah ditunggu Anggita keluarga yang lain.


Di meja makan.


Semua makan dengan hening hanya tinggal suara dentingan sendok dan garpu yang beradu, hingga tiba tiba seorang pelayan mendekati mereka.

__ADS_1


"Tuan Antares, Ada Keluarga Oliver datang kesini." ucap Pelayan,


"Suruh mereka masuk dan gabung sarapan bersama." ucap Ayah.


Pelayan mengangguk, ia pamit untuk kembali ke tamu yang menunggu. Tak lama Tamu yang menunggu sudah datang dan sekarang bergabung sarapan bersama.


"Pagi Olivia.." sapa Xander mengecup pipi kekasih nya ini. Olivia hanya mengulas senyum tipis tapi tak bicara hanga diam, Xander mengerti lalu ia mengeluarkan sesuatu yaitu sekotak coklat dimana coklat kacang ini kesukaan Olivia.


"Lihat Xander bawa Coklat, nanti kita makan coklat sama sama." ucap Xander dan Olivia hanya mengangguk.


Selesai sarapan, seperti janji tadi Olivia dan Xander dan anggota keluarga lainnya diruang makan.


"Xander.." Panggil Ayah, dan Xander menoleh.


"Besok Olivia akan ikut Papi dan Mami ke Prancis, tidak apakan." tanya Ayah. Xander yang mendengar lantas terkejut dan menatap Olivia.


Lalu ia berfikir...


"Olivia disana buat pengobatan kesehatan mentalnya." lanjut Ayah, Xander terus menatap Olivia yang makan coklat tapi tak pernah bicara.


"Berapa lama?" tanya Xander.


"Kemungkinan satu tahun, sampai kondisi Olivia benar benar pulih dan juga maupun disini sampai terkendali." ucap Papi, Xander menghela nafas lalu mengusap kepala Olivia dan mengangguk.

__ADS_1


"Tak apa..." ucap Xander, walau sebenarnya hatinya tak rela...


Bersambung.


__ADS_2