Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 46


__ADS_3

Lanjut...


Setelah itu sekarang mereka pada diruang kumpul di markas mafia Jeremy,


"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Xander sambil memainkan beberapa helai rambut Olivia.


"Aku rubah rencana, Karena Nesya dan keluarganya memperburuk reputasi keluarga Widyamatja maka akan ada sedikit perubahan." ucapan Olivia menyuruput jusnya, hingga tiba tiba seorang maid atau pelayan mendekati mereka.


"Tuan, Nona Octavia sudah bangun." ucap Maid, Jeremy mengangguk dia memilih ke kamarnya tadi pengen lihat wajah terkejut Nesya.


Kamar.


Ceklek.....


Pintu terbuka menampilkan Jeremy yang hanya memakai setelan baju kerja tapi tidak pakai Jas nya tadi hanya kemeja dengan lengan yang di lipat, Nesya yang tadi kelelahan memberontak menoleh dan melebarkan mata kala melihat Jeremy.


Jeremy mendekati Nesya yang masih terikat, Nesya perlahan sedikit mundur entah apa melihat Jeremy hawa disekitarnya membuat ia takut.


Jeremy naik ke tempat tidur dan menindih Nesya, Nesya dengan mulut yang masih di tutup dengan Lakban atau isolasi hitam agak besar dikit.


Dia mencengkram dagu Nesya membuat Nesya meringis, Jeremy membuka Isolasi itu dan menatap dingin dan datar Nesya.

__ADS_1


"Je...Jerem ka..kamu.." Nesya tak bisa berbicara lanjut, Dagunya dicengkram sangat sangat kuat.


"Kau pikir aku masih mengejar mu Anesya Octavia? Tidak..." Ucap Jeremy


"Je...Jerem a..aku.." Hendak berucap namun terhenti kala sepasang kekasih masuk.


"Ada apa?" tanya Jeremy menoleh ke arahvmereka,


"Hanya melihat, oh ya jangan banyak dilukai.." ucap Olivia bersedekap sambil.bersender di dada Xander.


Nesya melebarkan matanya kaget melihat kehadiran Olivia dan Xander,


"Oh ya Nona Nesya saya punya kejutan untuk anda..." ucap Olivia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Tuan, Ada Tuan dan Nyonya Octavia." ucap Maid itu, Jeremy tersenyum miring mendengarnya.


Ia melepas cengkraman dagu pada Nesya dan keluar di ikuti Olivia dan Xander.


Sedangkan Nesya, Ia duduk terdiam pikirannya melayang kenapa kedua orangtuanya datang kemari.


Diruang tamu.

__ADS_1


Jeremy memakai masker dan jasnya kembali, sedangkan Xander dan Olivia menatap dari jauh saja karena tak mungkin mereka muncul akan mengacaukan rencana.


Jeremy duduk dan menatap kedua orang ini, Tuan Octavia mengeluarkan sesuatu yaitu sebuah amplop coklat berukuran sedang berisi sesuatu.


Jeremy menerima dan membukanya,


"Kau ingin meminjam padaku sebesar ini tuan Octavia? menurut mu apa aku tidak merugi? Apa kau juga punya jaminan untuk ini?" tanya Jeremy meletakkan kertas itu.


"Ka..kami men..menjamin de..dengan Pu..putri kami." ucap Tuan Octavia, Nyonya Octavia mengeluarkan Foto yah Foto Anesya memakai gaun bunga bunga disebuah taman.


"Jadi.."


"Jadi kau akan meminjam uang padaku sebesar itu, dan menukarnya dengan putrimu sendiri?" Jeremy menjelaskan atau diperjelas, Keduanya menjawab kompak.


Jeremy tersenyum miring lalu tangannya berjentik lalu melirik seseorang yang diambang pintu pehubung antara ruang tamu dan ruang kumpul.


"Kau dengar sendiri kan Nona Anesya.." ucap Jeremy melirik kesana mengkagetkan Tuan dan Nyonya Octavia, keduanya menatap pintu penghubung itu dengan ekspresi terkejut.


Sedangkan Nesya terdiam mendengarnya, diam dan diam itu lah yang ada di Nesya hingga Olivia mencul lalu.


"Ayo ke kamar.." Olivia menarik Nesya lembut kembali ke kamar yah tadi yang ngajak Olivia, Nesya cuma diam nurut tidak biasanya.

__ADS_1


"Uang sudah saya kirimkan, kalian boleh pergi.." ucap Jeremy memerintahkan 2 orang bawahannya mengantar Tuan dan Nyonya Octavia keluar, Setelah kepergian kedua orang itu Jeremy masuk kedalam kembali.


Bersambung.


__ADS_2