Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.

Sekretaris Cupu Itu Milik Tuan Ceo.
Eps. 15


__ADS_3

Lanjut...


"Panggil Xander jika hanya berdua..." ucap Xander menarik karet rambut dan mulai mengikat rambut Olivia menjadi Cepol kembali, Dia sedikit mengendus bau wangi leher Olivia.


Olivia yang kegelian menjauhkan tubuhnya dari Xander,


"Tuan makanlah dulu.." ucap Olivia rada gugup.


Ia meraih sesuatu dari dalam tasnya dan meneteskan obat mata ke matanya dan memakai kacamatanya.


"Kenapa mata mu sakit?" tanya Xander yang belum menyentuh sarapannya karena menunggu Olivia, Olivia duduk berhadapan dengan Xander hendaknya tapi...


Xander menariknya hingga terduduk di pangkuan Xander, tentu jantung Olivia deg deg deg an ia hendak memberontak.


"Tu...Tuan.." Olivia sedikit takut dengan kelakuan Xander.


"Aku tidak akan berbuat hal sama seperti di restoran kapan hari itu." Ucap Xander mulai mengambil Sandiwch dan memberikannya pada Olivia, dan Olivia menerimanya.


Mereka pun sarapan bersama, setelah sarapan mereka bersiap kekantor dan sudah siap mereka berangkat menuju kantor.


Perusahaan Oliver'Grup.


Mereka.baru saja turun dari mobil dan langsung disambut oleh seorang lelaki berjas, dan itu adalah Adrean.

__ADS_1


Olivia memeluk Adrean,


"Kau tak apa apakan? dan ini Pakaian siapa?" tanya Adrean bertubi menangkup wajah adiknya.


"Aku gpp, dan Pakaian ini dipinjamin pak Xander." ucap Olivia, Adrean mengangguk lalu pandangannya beralih pada Xander yang bermain hp menunggu Olivia.


"Kau tidaknmacam macamkan?" tanya Adrean menatap Xander tajam dan Xander geleng kepala.


"Ayo Olivia pekerjaan masih banyak." ucal Xander, Olivia mengangguk.


Olivia mengecup pipi sang Abang, lalu masuk bersama bosnya kedalam.


Selama perjalanan menuju ruang kerja, banyak karyawan laki laki terpesona akan kecantikan Olivia yang cantik hari ini.


Xander yang sadar Olivia yang selalu di lirik membuat dia sedikit terbakar entah mengapa dan..


"Ekhm cepat kerjakan apa tugas kalian, jika setelah makan siang belum ada laporan akhir bulan kalian maka kalian tidak daoat bonus seperti sebelumnya." ucap Xander segera menarik Olivia pergi, dan seketika karyawan kembali bekerja siapa juga yang gak mau dapat Bonus.


Diruang kerja Xander.


Olivia dan Xander kembali ke tempat kerja mereka dan segera melakukan tugas mereka tentang laporan akhir bulan, namun kali ini kefokusannya selalu teralih oleh pesona Olivia.


"AKH..." Karena sudah Frustasi Xander berteriak membuat Olivia kaget dan menghampiri Xander,

__ADS_1


"Tuan ada apa?" tanya Olivia Xander segera tersadar dan menarik Olivia kepangkuannya.


"Tuan..." Olivia hendak turun tapi....


"Sebentar saja Oliv.." ucap Xander menaruh dagunya pada pundak Olivia dan menuluspukan wajahnya pada leher Olivia, Olivia hanya diam perlahan ia mengambil laptop Xander mengerjakan sesuatu.


Beberapa jam kemudian.


"Xander Mama bawakan be..." Mama Xander masuk tanpa ketuk pintu dan menyajikan sesuatu didepannya, Mama tersenyum dan Olivia yang sadar wajahnya memerah malu.


"Mama.." Xander juga tersadar, Mama hanya tersenyum dan masuk.


"Mama pinjam bentar yah sekretarisnya, yuk nak ikut saya." ucap Mama menarik Olivia pergi hendak menolak tetapi Mama melempar tatapan tajam padanya.


"Iya deh." Ucap Xander pasrah saja, Mama pun mengajak Olivia menuju Rooftop Cafe Kantor Oliver.


Dirooftop.


"Namamu Olivia Prameswarikan? anaknya Amanda?" tanya Mama, dan Olivia sedikit terkejut.


"Ba..Bagaimana Nyo..Nyonya tahu?" tanya Olivia, Mama mengulas senyuman saja.


"Kami waktu SMA adalah sahabat dekat." Ucap Mama, dan mereka pun berbuncang bincang.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2