
Lanjut.....
Setahun kemudian.
Tak terasa sudah setahun Olivia berada di Prancis dan Xander menahan rindunya pada nya, dan juga selama di Prancis Olivia banyak perubahan ia menjadi Olivia yang dulu tetapi ada sesuatu yang Olivia sembunyikan....
Kamar Olivia.
Kini Olivia berada di kamar ia sedang duduk didepan laptop yang menyala, terlihat setelah menatap dan membaca sebuah artikel di laptop Olivia tersenyum miring.
"Ibu memang terbaik, dalam beberapa bulan Octav'Grup hampir bangkrut." gumam Olivia, yah didalam Artikel itu bersisi tentang kekacauan yang terjadi di perusahaan milik keluarga Octavia.
Lalu ia mengetik sebuah artikel, dan lagi lagi ia tersenyum miring.
"Permulaan yang indah Ibu, menghancurkan perusahaan mereka lalu mempermalukan mereka." gunam lagi Olivia, kali ini ia membaca sebuah artikel dimana artikel ini tentang dalang dibalik batalnya pernikahan Tuan muda Xander dan Nona muda Olivia.
Hingga pintu kamarnya dibuka seseorang, Olivia menoleh dan tersenyum kepada orang itu yang tak lain adalah Anne.
Anne masuk dengan perlahan karena ia tengah hamil 8 bulan, Anne masuk ia meletakkan senampan cemilan dan minum untuk Olivia.
"Kenapa kakak repot repot sih, kakak kan lagi hamil." ucap Olivia menutup laptopnya sambil cemberut, Anne hanya terkekeh lalu duduk di sebelah Olivia.
"Sedang apa kamu?" tanya Anne.
__ADS_1
"Lihat penderitaan keluarga ular." ucap santai Olivia sambil menyomot satu biskuit dari nampan, Anne hanya mengangguk saja dia juga makan biskuit.
"Oh ya kak Babynya perempuan atau laki?" tanya Olivia penasaran.
"Kembar laki laki ^ω^." ucap Anne, Olivia terkejut dan tidak menyangka ia pikir hanya satu eh malah kembar.
"Wah, udah siapin nama kak?" tanya Olivia, Anne mengangguk sambil mengelus perut buncitnya dan ia menerima tendangan dari anak kembarnya.
"Cepet lahir yah, ponakan ponakan Aunty..." ucap Olivia mengelus perut Anne, dan mendapat tendangan dari mereka seperti jawaban.
"Oh ya kak, nanti sore aku mau keluar kakak mau titip sesuatu?" tanya Olivia, Anne berfikir dan Olivia menunggu namun tiba tiba wajahnya jadi aneh...
*Aduh kok gw nawar seh, kalau borong gimana gw gak masalah tapi bang Adre kek orang ngajak gelud... Batin Olivia.
Bulan lalu hampir satu caffe di borong Anne, idamnya agak aneh tapi bagus karena makanan yang di borong itu buat orang yang membutuhkan.
"Ok itu aja kan?" tanya Olivia lagi memastikan, dan Anne mengangguk dia menatap perutnya lalu mengelusnya.
"Nanti Tante beli oleholeh.." ucap Anne mengelus perutnya sambil tersenyum, Olivia geleng kepala kalau udah keturutan bakal girang Anne.
Skip.
Sore hari.
__ADS_1
Olivia turun dari lantai 2 kamarnya, dia melihat Anne sedang makan salad dicampur saos pedas entah gitu enak atau gak.
"Kak Olivia pamit yah..." Pamit Olivia, Anne mengangguk...
"Jangan lupa pesanan kakak." ucap Anne.
Olivia menjawab ok, setelah itu ia keluar.
Olivia pergi kesuatu Cafe ia ingin bertemu seseorang, ia mengendarai mobilnya.
Sampai di Cafe.
Olivia masuk, lalu duduk di salah satu tempat dekat jendela.
Lalu seorang pelayan mendekatinya.
"Ingin pesan apa Nona?" tanyanya.
"Yang biasanya 2, dan Bungkuskan Macaron, Cake Chocolate." ucapnya, Pelayan mengangguk lalu pamit.
Sembari menunggu pesanan dan orang yang ia tunggu, ia bermain hp.
bersambung.
__ADS_1