
Di sebuah kost kosan, Farah telah siap untuk berangkat ke tempat pertemuannya dengan orang yang menelfonnya kemarin. Walaupun Farah menyetujui rencana pertemuan yang terbilang rahasia, tapi di dalam benaknya ia masih berpikir obat apa yang akan di berikan oleh orang itu.
Seberapa berbahaya obat tersebut sampai harus memberikannya di tempat yang rahasia. Setelah beberapa menit berkendara, Farah akhirnya sampai di sebuah rumah kosong yang terletak tak jauh dari rumahnya dan tempat tersebut berada di pinggiran kota yang sepi.
Saat memasuki rumah tersebut, di dalam rumah seseorang sudah menunggunya.
“Kenapa kau sangat lama?” tanya orang tersebut.
“Maafkan saya Nona Leyna,” ucap Farah.
Orang yang selama ini mengirim Farah dan memerintahkannya untuk mengawasi Andhara secara diam-diam adalah Farah. Farah sudah merencanakan ini jauh jauh hari setelah ia dipermalukan oleh Ezra dan Adnan waktu itu.
“Ini obat yang akan kau berikan ke Andhara pada acara nanti malam, pastikan kau memberikannya langsung pada Andhara!” kata Leyna.
“Baik Nona Leyna,”
Farah terus saja menatap obat yang berada di tangannya, dengan rasa penasaran ia memberanikan diri untuk bertanya pada Leyna.
“Nona sebenarnya ini obat apa?” tanya Farah.
“Jadi ini yang ingin kau tanyakan sehingga kau tidak pergi dari tadi,” tebak Leyna.
“I-Iya Nona,”
“Itu hanya obat bius tapi pengaruhnya sangat bagus, karena selain dapat membuat Andhara pingsan, obat ini juga dapat membuat orang yang terkena efeknya merasakan halusinasi dan membuat mereka membayangkan orang yang mereka cintai,”
“Sehingga dengan bantuan obat ini, semua rencanaku akan berjalan lancar,”
Farah hanya diam mendengarkan penjelasan dari Leyna, ia berpikir harus melakukan rencana ini dengan baik agar tidak mengecewakan Leyna.
“Aku sudah menjelaskan semuanya padamu, sekarang pergilah dan pastikan bahwa semuanya baik baik saja.” kata Leyna.
__ADS_1
Setelah kepergian Farah, Leyna yang masih berada di rumah kosong itu terus membayangkan jika rencana yang ia buat kali ini akan berhasil dan akan dengan mudah mendapatkan Ezra.
Namun tanpa ia sadari seseorang yang berada di tempat lain sudah mengetahui segala rencananya, dan yang Leyna tidak sadari adalah di tempatnya sekarang terpasang beberpa CCTV yang sejak tadi mengawasi pembicaraan mereka.
“Dia akan memberikan obat bius untuk Andhara dan menjebaknya,” kata Adnan.
“Sungguh perbuatan yang tercela, aku tidak menyangka kalau perempuan ini tidak sangat kejam,” geram Ezra.
“Kita tidak boleh membiarkan rencananya berjalan lancar, Wanita ku tidak boleh di sentuh oleh orang lain,” kata Ezra.
***
Malam perayaan telah tiba, dalam sekejap kantor di sulap bak restoran bintang lima, meski di adakan di kantor tapi semua karyawan turut hadir serta meramaikan acara tahunan tersebut.
Alasan mereka menghadiri acara tersebut adalah untuk menyaksikan siapa yang menerima penghargaan tahunan sebagai karyawan teladan tahun ini.
Saat itu pula datanglah Leyna dengan gaun yang serba terbuka dan tampilan rias yang sangat melebih lebihkan, saat ini kedatangan Leyna menjadi perbincangan para karyawan yang sudah hadir lebih dulu.
“Untuk apa lagi ia datang ke sini?”
“Dasar perempuan tidak tau malu,”
“Dia sangat sombong, hanya karena baju yang ia pakai adalah baju dari desainer ternama, tapi bajunya sangat tidak cocok untuk acara ini. Dan terkesan jika ia akan menghadiri acara Pesta Pernikahan,”
“Tidak tau cara menentukan baju, amalah datang ke sini dengan percaya diri,”
Beberapa kritikan yang dilontarkan oleh para karyawan saat Leyna melangkah masuk tidak dipedulikan olehnya, Leyna terus berjalan menghampiri Ezra dan Adnan yang saat ini tengah berada di samping panggung acara.
“Ezra,” panggil Leyna.
Ezra segera berbalik setelah mendengar Namanya di panggil, “Untuk apa kau datang ke sini?” tanya Ezra dingin.
__ADS_1
“Memangnya aku tidak boleh datang ke sini ya?” tanya Leyna dengan wajah memelas.
“Tidak boleh, karena ini adalah acara khusus untuk karyawan kantor dan aku juga tidak merasa kalau aku mengundangmu untuk datang ke acara mala mini,” kata Ezra.
“Kau memang tidak mengundangku, tapi tante Liana yang menyuruhku datang ke sini sebagai pasanganmu,” ucap Leyna.
“Aku tidak perlu pasangan, karena ini bukan acara pesta pernikahan. Juga segara singkirkan tanganmu itu dari tanganku, jika kau tidak ingin kehilangan satu tangamu,” ancam Ezra.
Mendengar ancaman Ezra yang sangat mengerikan Leyna segera melepaskan tangannya yang memang sejak tadi memegang tangan Ezra, Leyna sunggun dibuat kesal oleh sikap Ezra padanya malam ini.
Sikap Ezra padanya masih saja dingin sedangkan untuk Andhara Ezra memperlakukannya dengan sangat lembut.
Di tengah tengah perbincangan mereka, terdengar suara langkah kaki mendekat. Seketika para karyawan langsung melihat ke sumber suara tersebut, beberapa dari mereka di buat kagum dengan penampilan orang tersebut.
Yang menjadi pusat perhatian saat ini adalah Andhara, bagaimana tidak Andhara datang ke acara tahunan ini dengan gaun yang terlihat sederhana namun sangat elegan dan pas untuk tubuhnya.
“Wah, bukankah dia Andhara,”
“Andhara cantik sekali malam ini”
“Dandananya sangat natural dan tidak terlihat mencolok tapi tetap cantik,”
“Memang ya kalau orang cantik, pake bedak tipis aja udah makin cantik. Jadi nggak perlu ngabisin bedak sekilo untuk tampil cantik,” ucap salah satu karyawan sambil melihat ke arah Leyna.
Andhara yang di puji pun hanya bisa membalasnya dengan senyuman manis dan memilih berlalu untuk bergabung dengan Farah dan teman temannya yang lain.
Pujian yang di dapat oleh Andhara membuat Leyna semakin jengkel, sedangkan ia yang sudah bersusah payah untuk tampil cantik dengan menggunakan baju yang paling mahal mendapatkan cemohan dari orang lain.
Jika bukan karena bujukan dari Liana, ia tidak sudi berada di tempat ini.
Flashback On
__ADS_1
Sepulang Leyna dari tempat pertemuannya dengan Farah, di jalan Leyna mendapatkan telpon dari Liana. Liana mengajak Leyna untuk bertemu di salah satu café miliknya, tanpa pikir Panjang Leyna langsung menyetujui pertemuan tersebut.
Kebetulah café yang di sebutkan oleh Liana, berada tidak jauh dari lokasi Leyna saat ini. Jadi Leyna bisa bergegas ke sana agar tidak membuat Liana menunggu lama, sebab Liana sudah berada di café tersebut dari tadi karena acara Arisannya.