Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
48. Kecurigaan Ezra terhadap Cristian


__ADS_3

"Cepat cari dan tangkap dia, bawa dia ke hadapan ku. Pastikan dia tidak berbicara pada orang lain, jika itu terjadi langsung bunuh saja dia!" Perintah Cristian.


Dengan sigap mereka semua segera melaksanakan perintah dari Cristian tanpa menunggu perintah kedua kalinya, setelah kepergian mereka Cristian pun kembali duduk ke tempatnya sambil memijat pelan pangkal hidung nya.


Baru saja ia sangat senang karena sebentar lagi semua penghalang dari karirnya akan menghilang, tiba tiba saja muncul masalah yang tak terduga.


Cristian harus segera menemukan orang itu, atau rencana yang sudah ia susun dan sembunyikan selama bertahun-tahun akan terungkap. Hal itu juga akan berpengaruh pada perusahaan nya.


Flashback Off


Sudah berhari-hari anak buah Cristian dan Roni mencari orang tersebut, tapi nihil mereka tidak menemukan jejaknya sama sekali. Bahkan rumah yang dulu di tinggali nya sudah kosong sejak lama.


Tentu hal tersebut membuat Cristian sangat kesal, pencarian yang ia lakukan selama berhari-hari tidak membuahkan hasil sedikit pun. Tentu saja Cristian sangat pusing dengan semua itu.


Di saat yang sama pula sekretaris nya datang dan mengatakan jika orang dari perusahaan Antares telah datang dan sedang menunggu di ruang rapat.


Hampir saja Cristian lupa soal rapat hari ini, karena masalah yang di hadapinya di tambah dengan orang suruhan dari Roni belum di temukan sampai sekarang.


Cristian pun segera memperbaiki suasana hatinya dan bersikap biasa seolah-olah tidak terjadi apa apa dengannya.


Di ruangan rapat perusahaan Cristian, Ezra dan Adnan sudah duduk manis di tempatnya masing masing. Mereka hanya menunggu sang pemilik perusahaan untuk datang agar rapat bisa segera di mulai.


Tak lama kemudian Cristian pun muncul bersama sekretaris nya, dan rapat pun dimulai. Selama rapat Adnan maupun Ezra memperhatikan penjelasan dari Cristian, setiap pemamparan dari Cristian di sukai oleh Ezra dan Adnan.


Proses rapat berjalan lancar dan tidak memakan banyak waktu, akhirnya mereka selesai dengan kesepakatan kerja sama. Hal tersebut cukup membuat Cristian lega, tapi masih ada masalah Anaya yang harus ia urus.


Ezra dan Adnan yang melihat hal tersebut merasa curiga dengan gerak gerik dari Cristian, Ezra pun mencoba mengorek informasi darinya.


"Apa ada yang mengganjal di pikiran Anda tuan Cristian?" Tanya Ezra.


"Ah, tidak ada nak." Jawab Cristian gugup.


"Jadi kenapa anda sangat gugup?"

__ADS_1


"Mungkin saya kurang tidur, jadi agak gemetar sedikit," elak Cristian.


Buat kalian yang mungkin bertanya tanya tentang Leyna, Kok Cristian sama Istri nya nggak nyariin anaknya yang hilang. Author jawab ya! Soalnya tu si Leyna waktu mau menghindar atau menghilang sementara itu, dia izinnya sama kedua Orang tuanya itu ke luar negeri sebentar, jadi ya Cristian sama Istrinya itu nggak terlalu pusing kayak Liana.


Ezra mengangguk mengerti, ia pun tak bertanya lagi. Lain halnya dengan Ezra, justru Adnan semakin curiga dengan tingkah Cristian.


Setelah mereka pamit dan pergi dari perusahaan tersebut, Adnan mengungkapkan kecurigaan nya pada Cristian.


Ezra pun membenarkan kecurigaan dari Adnan, karena dia pun mempunyai pikiran yang sama dengan Adnan. Tapi saat ini Ezra hanya menyuruh Adnan untuk diam diam mengawasi Cristian.


Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 saat Ezra sampai di perusahaannya, sebentar lagi jam pulang kantor.


Jadi ia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


Keesokan harinya Ezra dan Andhara sudah berada di ruangan Ezra, mereka berdua berbincang-bincang dan saling membahasa candaan. Beruntungnya Andhara tidak terlalu larut dalam masalah kemarin.


Andhara pun juga sudah membuat kan sarapan untuk Ezra.


"Sayang, keluar makan yuk! Aku belum sarapan," ajak Ezra.


Andhara pun keluar dari ruangan Ezra menuju ke ruangannya dan mengambil kotak bekal yang sudah ia siapkan dari rumah, setelah mendapatkan kotak bekal tersebut ia pun bergegas ke ruangan Ezra.


Sesampainya di sana, Andhara pun mulai menata semua lauk pauk di atas meja yang berada di depan sofa.


Dalam sekejap semua makanan sudah tersusun rapi, Ezra yang melihat hal tersebut dengan cepat menghampiri Andhara.


Nafsu makannya seakan bertambah setelah melihat masakan Andhara, dengan sigap Andhara mengambil kan makanan untuk Ezra dan memberikannya, tetapi Ezra malah menolak makanan tersebut.


"Kok nggak mau mas, katanya tadi belum sarapan?" Bingung Andhara.


"Memang belum yang, tapi mau nya di siapin sama kamu," kata Ezra.


Sedikit tidak percaya, dengan permintaan dari sang kekasih. Tetapi Andhara tetap menuruti permintaan Ezra, dengan telaten dan penuh kasih sayang ia menyuapi Ezra layaknya Anak anak.

__ADS_1


"Kamu tuh ya mas, manja banget sama aku. Makan minta disuapi, nanti kalau Adnan atau karyawan kamu liat, bisa bisa kamu di gosipin sama mereka," canda Andhara.


"Mereka berani gosipin aku, tak kasi keluar dari perusahaan," ucap Ezra.


"Loh kok gitu sih mas, nanti kalau seluruh karyawan Gosipin kamu, berarti mereka semua di keluarin dong, bisa bisa bangkrut kamu mas, hehe,"


Ezra tak lagi menanggapi candaan dari Andhara, ia sedang asik memakan semua lauk yang di bawa oleh Andhara.


Bahkan kini pun piring yang dipegang oleh Andhara yang berisi makanan Ezra, sudah berpindah ke tangan Ezra.


Dengan kata lain Ezra merebut makanannya dari Andhara, karena Andhara sangat lambat menyuapinya. Sedangkan kini ia telah sangat lapar, apalagi masakan dari Andhara membuat nafsu makannya bertambah.


Andhara hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dari Ezra, setelah beberapa menit akhirnya semua makanan yang di bawa oleh Andhara sudah di habiskan oleh Ezra.


Andhara pun segera membereskan semua kotak makannya, setelah selesai Andhara pun berdiri dan berencana untuk kembali keruangan nya, tapi di tahan oleh Ezra.


"Mau kemana yang?" Tanya Ezra.


"Mau balik ke ruangan mas, kenapa?"


"Jangan balik dulu," kini Andhara sudah kembali duduk karena di tarik oleh Ezra.


Andhara kembali ke tempat duduknya yang semula, Ezra menyuruhnya untuk tidak bergerak dari sana dan Andhara pun menurutinya.


Andhara memperhatikan Ezra yang melepas Jas luarnya dan menggantungnya di kursi dan kembali mendekat di samping Andhara. Ezra membenarkan posisi duduk dari Andhara, kemudian dia bersiap untuk tidur.


Ternyata Ezra ingin tidur di pangkuan Andhara, ia terlalu kenyang setelah makan. Bagaimana tidak kenyang, Andhara membawa 3 kotak bekal. Satu kotak berisi nasi goreng dan 2 lainnya berisi lauk yang banyak.


Dan Ezra menghabisi semua itu dalam sekejap, itulah sebabnya ia sangat kenyang saat ini.


Saat berhasil berbaring di pangkuan Andhara, tangan Ezra bergerak meraih sebelah tangan Andhara dan meletakkan nya di kepalanya, sedangkan tangan lainnya di genggam oleh Ezra.


***Manja banget Ezra kalau lagi berduaan sama Andhara, kalau tiba tiba si Adnan masuk, kan dia sendiri yang malu.

__ADS_1


mampir yuk ke novel ini***!



__ADS_2