
Plakk... tamparan keras dari Adnan mendarat dibibir pelaku tersebut. Terlihat tetesan darah segar keluar dari bibirnya yang bisa dibilang itu sangat menyakitkan.
Semua orang yang berada di ruangan tersebut tidak menyangk Adnan akan melakukan itu kepada pelaku itu. Ezra yang mereka harapkan akan melakukan itu semua, ternyata malah Adnan.
Adnan akhirnya bisa melepaskan semua kekesalannya terhadap pelaku ini, Adnan sangat menyayangi Andhara seperti ia menyayangi Caroline.
Walaupun Adnan tau jika Andhara akan selalu berada di bawah pengawasan Ezra, tapi ia juga ikut serta dalam mengawasi nya setiap waktu.
"Brengsek kamu Leyna! Seharusnya dari dulu aku menghabisi mu! Kamu benar-benar psikopat, Leyna. Mengapa kamu bisa melakukan ini dengannya, bukankah kamu sangat mencintai Ezra? kenapa kamu menyakiti orang yang di cintai ya? Kamu memang perempuan gila!" Teriak Adnan
"Hahahaha aku memang gila, aku gila karena dia telah memilih Andhara dan aku sekarang hanya menjadi pengamat kebahagiaan kalian berdua. Tapi kebahagiaanmu sebentar lagi akan sirna karena dia akan meninggalkanmu selama-lamanya." Leyna benar benar lepas kontrol. Bisa dibilang sekarang dia sudah masuk kategori gangguan jiwa karena dia tega menyakiti orang yang dia cintai demi kepuasan hatinya.
Adnan pun kembali memukul Leyna dengan tongkat ia berada di ruangan tersebut dan menarik nafasnya beberapa kali melihat Leyna yang sudah tidak waras karena rasa cinta yang ia memiliki kepada Ezra.
Padahal beberapa bulan yang lalu, saat dia bertemu dengan Leyna, Leyna seperti orang yang sudah pasrah dan menuruti semua perintah Ezra untuk menjauh.
Tetapi ternyata itu hanyalah sebuah akting yang diperankan, ia menjauh karena sudah merencanakan semua ini dengan matang.
Leyna pun mengaduh kesakitan akibat pukulan dari Adnan tadi,
"Kamu pantas mendapatkan itu." Adnan kembali mundur ke dekat Ezra, setelah dengan kekuatan kilatnya menonjok pelaku itu.
"Kurang ajar..." Ucap pelaku tapi masih melayangkan senyuman kepada Ezra.
Karena kesal dengan tingkah pelaku yang sudah kesakitan masih bisa tersenyum mengejek ke arahnya.
Akhirnya kali ini Ezra sendiri yang akan maju untuk menanganinya, dengan perlahan Ezra maju dan berjongkok menghampiri sang pelaku.
"Siapapun yang memiliki motif tersembunyi ke istriku, aku tidak akan pernah melepaskannya!" ucap Ezra sambil mencekik leher Leyna
"Istri? ... memangnya dia siapa? Dia tidak berharga!" remeh Leyna.
__ADS_1
"Selama ini akulah orang yang sungguh sungguh mencintaimu, bahkan cintaku lebih besar dari nya. Apa sih yang berharga dari Andhara? Ezra ayo kita mulai lembaran baru, cobalah untuk mencintaiku. bagaimana dengan itu Ezra?"
"Aku tau jika saja aku yang lebih dulu bertemu dengan mu, mungkin kau akan mencintai ku seperti kau mencintai perempuan itu, atau mungkin lebih." lanjut Leyna sambil berusaha meraih tangan Ezra.
"Apakah kau berpikir bahwa setelah kau berencana membunuh istriku, aku masih punya pikiran tentang hubungan kita? Hubungan yang bahkan tak pernah ku akui sebelumnya. Siapapun yang berani menyentuh wanitaku, aku akan membuatnya berharap lebih baik mati saja!" ucap Ezra.
"Siksa dia di ruang penyekapan, terserah kalian ingin melakukan siksaan apapun padanya, aku tidak peduli, buat di sangat sangat menderita." ucap Ezra.
Setelah keluar dari ruangan tersebut, Ezra memilih untuk beristirahat sejenak di sana bersama Adnan. Ia tidak menyangka jika semua yang menimpa Istri dan anaknya adalah karenanya.
Hal itu sangat membuat Ezra merasa bersalah, tapi Adnan mencoba menenangkan dan menyakinkan Ezra jika semua kejadian yang menimpa Andhara dan bayi mereka bukan kesalahan.
Ditengah obrolan mereka, Ezra mendapatkan telpon dari Liana. Ezra mendapatkan kabar jika Andhara menunjukkan reaksi yang berarti ia akan segera sadar.
Dengan perasaan senang, Ezra segera mengajak Adnan untuk kembali ke rumah sakit dan mengatakan jika kondisi istrinya perlahan membaik.
Adnan yang mendengar kabar gembira tersebut pun ikut senang, dengan cepat ia mengemudikan mobilnya ke arah rumah sakit.
Sementara di rumah sakit Dokter kini tengah memeriksa keadaan dari Andhara, dokter tersebut bilang jika kondisi Andhara sudah perlahan membaik dan sebentar lagi akan sadar.
Lagi lagi mereka berdua terkejut dengan usaha yang dilakukan Andhara selama ia kritis, perjuangan seorang ibu yang tidak membiarkan anaknya untuk terluka dan meninggalkan nya.
Sesaat setelah dokter pergi, Ezra dan Adnan sudah datang dengan nafas yang tak beraturan. karena mereka dari masuk rumah sakit sampai ke ruangan Andhara dengan berlari.
"Bagaimana keadaan Istriku kek?" tanya Ezra.
"Istrimu baik baik saja nak, dokter tadi mengatakan jika janinnya juga semakin kuat berkat tekad istrimu yang ingin mempertahankan anaknya," jelas Kakek Yuda.
Ezra pun mendekati sang istri dan mengecup pelan keningya, berharap jika istri nya itu bisa bangun secepatnya.
Dari arah luar datanglah dua perawat yang akan memindahkan Andhara ke ruang perawatan karena sudah melewati masa kritis nya.
__ADS_1
Andhara di pindahkan ke ruang VVIP, Ezra memberikan semua pelayanan terbaik untuk istrinya di rumah sakit ini.
Saat Andhara sudah sampai di ruangannya, Ezra menyuruh Kakek Yuda dan Mamanya untuk pulang beristirahat karena mereka pasti lelah.
Terlebih Kakek Yuda yang sedari tadi masih memakai pakaian kantornya dengan lengkap, tapi mereka berdua bersikeras untuk tetap di sini sampai Andhara sadar.
Ezra pun hanya pasrah dengan keputusan mereka berdua, di sela pembicaraan mereka tangan Andhara yang di genggam oleh Ezra terasa bergerak.
Jadi Ezra segera melihat tangan Andhara, dan ternyata benar jika Andhara akan sadar. Terlihat Andhara mengerjapkan matanya karena silau dengan cahaya.
Saat penglihatannya sudah normal, dia mendapati dirinya berada di rumah sakit dan terdapat suami, mertua dan kakeknya yang menatap ke arahnya.
"Mas!" panggil Andhara.
"Ya sayang, Mas di sini," ucap Ezra sambil menggenggam tangan Andhara.
"Kamu haus ya, mau minum?" tawar Ezra.
Andhara pun hanya mengangguk kecil, dengan cepat Ezra mengambil air yang sudah tersedia dan berada di atas nakas.
Ezra dengan telaten membantu sang istri agar bisa minum sebanyak yang ia mau, setelah selesai minum, Ezra kembali membaringkan tubuh Andhara.
saat melihat menantunya terbangun, Liana segera memanggil dokter untuk memeriksa nya. Tak lama dokter pun datang dan memeriksa kondisi dari Andara, kondisi dari Andara sudah tidak memperhatikan seperti sebelumnya.
Tapi untuk saat ini dokter masih ingin melakukan pengecekan terhadap kondisi dari Andara dan janinnya saat ini.
Agar sang dokter bisa yakin jika kondisi Andhara dan anaknya sudah benar benar pulih dan tidak ada lagi sisa dari bubuk tadi.
Setelah dokter selesai dengan pemeriksaannya, ia meminta Ezra untuk datang ke ruangannya, karena ada yang ingin Ia bicarakan.
***Kenapa Ezra di panggil oleh dokter ya? Ada yang bisa jawab? tulis di kolom komentar ya
__ADS_1
mampir ke sini juga yuk***!