
Saat sampai di toilet Andhara langsung membasuh seluruh mukanya, tanpa Andhara sadari di toilet bukan hanya ada mereka berdua.
Andhara masih saja berusaha untuk menghilangkan perasaan panasnya, tapi semakin ia mencoba semakin rasa panas itu menjalar di tubuhnya.
Ingin rasanya Andhara membuka seluruh pakaiannya saat ini juga, dari arah belakang Andhara masuk lah Leyna.
Leyna telihat tersenyum licik, melihat kondisi Andhara yang saat ini semakin memburuk. Andhara menyadari jika ada seseorang selain ia dan farah di sana, Andhara menatap Leyna seolah yang berada di dekatnya adalah Ezra.
“Mas Ez Ra,” panggil Andhara lirih.
‘sudah saatnya kau merasakan sakit karena di abaikan oleh orang yang kita cinta I Andhara’ batin Leyna.
Leyna memberi kode Farah untuk mendekat kemudian mereka segera memapah Andhara yang sudah lemas dan segera membawanya keluar dari toilet itu.
Di tempat Ezra sekarang mereka sudah mengerahkan semua anak buah mereka untuk mencari keberadaan Andhara, Ezra sangat menghawatirkan keberadaan Andhara. Ezra terus saja menyalahkan dirinya karena tidak mampu menjaga Andhara dengan baik.
”Jika terjadi sesuatu pada Andhara, aku tidak akan pernah melepaskan kaliab berdua,” geram Ezra.
Saat ini mereka sedang berada di jalan menuju lokasi yang di infokan oleh salah satu anak buah Adnan, menurut informasi mereka mengetahui bahwa beberapa saat yang lalu Leyna memesan satu buah kamar presiden sweet.
Hotel yang mereka datangi adalah salah satu hotel milik keluarga Leyna sendiri, dari sana anak buah Ezra juga mengetahui bahwa bukan hanya Leyna, Andhara dan Farah saja yang datang. Melainkan ada satu orang laki-laki yang mencurigakan.
Berdasarkan dugaan Ezra, laki-laki tersebut pasti mempunyai hubungan dengan rencana Leyna saat ini. Setelah berita itu sampai ke telinga Ezra dengan cepat Ezra segera ke lokasi tersebut.
Karena Hotel tersebut tidak terlalu jauh dari perusahaan Ezra, mereka hnay butuh waktu 10 menit untuk sampai ke hotel tersebut.
Sementara di hotel Farah dan Leyna meletakkan Andhara dan membaringkan tubuhnya di Kasur, setelah mereka memastikan bahwa semuanya aman dan tidak ada yang mencurigai mereka.
Tok tok tok
“Masuk,”
“Akhirnya kau datang juga,” ucap Leyna.
“Aku tidak mungkin melewatkan kesempatan ini, apalagi jika perempuannya secantik dia,” ucap pria tersebut sambil melihat penuh gairah ke arah Andhara yang saat ini sedang dalam kondisi setengah sadar.
“Nikmatilah malam ini, kau boleh melakukan apa saja terhadapnya,”
Setelah mendengar perkataan dari Leyna, pria tersebut langsung mendekat ke arah Andhara, sementara itu Leyna dan Farah keluar dari kamar Hotel tersebut. Dengan penuh hasrat pria tersebut mendekati Andhara.
Pria tersebut sudah bersiap untuk melepaskan semua pakaian Andhara, tepat saat ia hampir berhasil terdengar keributan dari arah luar. Dari arah belakangnya pintu hotel tersebut telah di dobrak paksa oleh seseorang.
“Sial, berani-beraninya kau menganggu kesenanganku,” teriak Pria tersebut.
__ADS_1
Namun orang yang mendobrak pintu tersebut malah menatapnya dengan tatapan mematikan, tanpa berbicara ia langsung menyerang pria suruhan Leyna dengan sekali serang.
“Kau..”
Pria tersebut adalah Ezra, bersamaan dengan Pria suruhan Leyna masuk ek dalam kamar hotel saat itu juga Ezra telah tiba di hotel tersebut dan langsung masuk tanpa pencegahan, karena mereka sudah mnegetahui identitas Ezra.
Di jalan masuk mereka bertemu dengan Leyna dan Farah yang nampak sangat terkejut dengan kedatangan Ezra dan Adnan, Farah dan dan Leyna berusaha menghentikan Ezra tapi langsung di tahan oleh Adnan dan anak buahnya.
Tanpa membuang waktu, Ezra bergeges masuk ke dalam kamar hotel, beruntungnya Andhara masih memakai pakaian lengkap walaupun beberapa kancing bajunya sudah terlepas.
Setelah Ezra masuk, Adnan pun juga masuk dan langsung menangkap pria tersebut. Walaupun pria tersebut sempat melawan tapi kemampuannya masih di bawah Adnan.
“Siapa kalian br*ngs*k,” teriak Priaa tersebut.
“Jaga kata kata mu pada bos kami,” bentak Adnan.
“Memangnya siapa dia sehingga aku harus menghormatinya,” ledek Pria tersebut.
“Dia adalah …” ucapan Adnan terpotong saat Ezra bersuara.
“Apa yang kau lakukan padanya?” tanya Ezra dengan muka yang sudah merah padam menahan amarah.
“Heh, aku baru saja akan menikmatinya, dia sungguh perempuan tercantik yang pernah ku temui,”
“Apa yang akan kau lakukan padaku?”
“Beraninya kau menyentuh perempuan ku, perempuan seorang Mahezra Antares,”
Ezra langsung menyerang pria tersebut dengan membabi buta, pukulan dan suara tulang patah terdengar bersamaan dengan jeritan dari pria tersebut.
Bukk
Brukk
Sreek
“Hentikan Ezra! Kau bisa membunuhnya,” cegah Adnan.
Karena jika Ezra sudah marah ia akan menyerang membabi buta dan bisa saja ia membunuh musuhnya.
Dan yang terpenting saat ini adalah keadaan dari Andhara sangat memprihartinkan, di takutkan Andhara akan lepas kendali di sini.
“Kenapa kau menghentikan ku, aku akan mneghajar pria tidak tau diri ini,”
__ADS_1
“Ez tenanglah, sekarang Andhara sangat membutuhkanmu lebih baik kau segera mengurusnya, masalah ini serahkan saja padaku,”
Ezra segera beralih menatap Andhara yang nampak sudah terkuasai oleh obat perangsang yang diberikan oleh Farah tadi.
Dengan cepat Ezra segara membawa Andhara keluar dari hotel tersebut dan membawanya ke tempat yang aman.
Sementara Farah, Leyna dan pria tersebut di bawa oleh Adnan ke tempat yang sudah di katakana oleh Ezra sebelumnya.
“Lepaskan aku Adnan,” teriak Leyna.
“Pak Adnan tolong lepaskan saya,” Farah memohon kepada Adnan.
“Tidak ada gunanya kalian memohon kepadaku, kalian sudah menyakiti Nona Andhara,”
Mereka bertiga pun akhirnya diam dan mengikuti kemana Adnan akan membawa mereka, sementara itu Ezra sudah sampai di apartement nya.
Dia segera menyiapkan air hangat untuk Andhara dan segera memasukannya ke air hangat tersebut.
Setelah berada di air hangat suhu tubuh Andhara perlahan menurun dan Andhara pun sudah merasa sedikit nyaman.
Setelah beberapa saat berendam akhirnya efek dari obat perangsang tersebut sudah menghilang sepenuhnya.
Ezra membiarkan Andhara untuk beristirahat sementara ia keluar untuk berurusan dengan Ketiga orang tersebut.
Setelah beberapa menit Ezra sudah tiba di lokasi tempat ketiga orang tersebut di bawa oleh Adnan tadi.
“Ezra tolong lepaskan aku, kenapa kau menyekapku seperti ini,” kata Leyna.
“Kau masih berani bertanya kepadaku Leyna,” ucap Ezra dingin.
“A—aku tidak melakukan apapun, aku …”
“Cukup Leyna, perbuatanmu kali ini sungguh di luar akal ku, kau benar benar monster,” ucap Ezra.
“Perbuatanmu itu sangat rendah Leyna,” bentak Ezra.
“Aku seperti itu kerena kamu tidak pernah merespon ku Ezra, kau selalu saja menolak kehadiranku, kau memperlakukan ku seperti sampah,” jelas Leyna sambil menangis.
“Aku tidak perlu air mata palsu mu itu, perbuatanmu itu sudah membuktikan bahwa derajat mu sangatlah rendah di banding dengan Andhara.” Kata Ezra.
"padahal Mama ku sudah sangat mempercayai mu dan menganggap mu sebagai perempuan yang berhati baik, tapi kenyataannya malah sebaliknya"
"Apa yang akan Mama ku rasakan jika ia tahu sifatmu yang sebenarnya?"
__ADS_1
"Tidak Ez jangan beritahu Tante Liana tentang kejadian ini, aku mohon, akan kulakukan semua yang kau perintahkan,"