Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
55. Ngidam


__ADS_3

Di perjalanan pulang Andhara ingin makan bakso di pinggir jalan, Ezra pun dengan senang hati menuruti kemauan dari istrinya.


Mereka berdua memilih warung di pinggir jalan, mereka duduk berdampingan di depan warung tersebut sambil menunggu pesanan mereka.


Tak lama bakso yang di pesan oleh Andhara telah datang, dengan cepat Andhara memakan bakso tersebut.


Karena Andhara memakan bakso tersebut dengan terburu-buru, akhirnya dia memakan bakso yang masih panas.


Dan Andhara pun merasakan jika lidahnya seperti akan terbakar, dengan segera ia meminum air dan mengipasi mulutnya.


"Kamu kenapa yang?" Khawatir Ezra.


"Panas Mas," rengek Andhara.


"Kamu sih makan kok nggak hati hati, namanya juga baru keluar dari api, ya pasti panas lah yang!" omel Ezra.


"Kok dimarahin..." Andhara pun menangis.


"Loh kok nangis yang, ya ampun aku nggak marah sama kamu loh. Cuman ngingetin aja,"


Namun bukannya berhenti, Andhara malah menangis kencang. Membuat Ezra gelagapan, karena tatapan orang di sekitarnya.


Ezra berusaha menenangkan Andhara, tapi Andhara masih saja menangis sesegukan. Akhirnya Ezra memeluknya dengan erat.


"Udah ya yang, bakso nya di anggurin tuh," goda Ezra.


Andhara pun berhenti menangis dan menatap Ezra,


"Aku udah nggak mau mas, mas yang makan ya!" ucap Andhara.


"Loh kok Mas, kan kamu yang ngidam yang," balas Ezra.


"Nggak mau tau, pokoknya mas yang makan, titik." paksa Andhara.


Mau tak mau Ezra akhirnya menuruti kemauan Andhara, sebenarnya Ezra tak begitu suka dengan bakso. Tapi karena ini adalah kemauan istrinya, Ezra pun menurutinya.


Setelah beberapa menit, bakso Ezra pun telah habis. Ezra sudah membayar bakso dan mereka berdua bergegas pulang.


Tak buruh waktu lama, mereka berdua pun telah sampai di kediaman Antares. Di sana mereka berdua telah di sambut oleh Liana dan Caroline.


"Bagaimana hasilnya sayang, positif kan?" tanya Liana.


"Iya ma positif, kembar!" ucap Andhara.


"KEMBAR!!" ucap Liana dan Caroline bersamaan.


Andhara hanya mengangguk dengan senyum tipis, Liana yang mendengar berita tersebut sangat bahagia.


Mereka berdua memberikan selamat kepada Ezra dan Andhara, dan Liana menyarankan agar Andhara meminum banyak vitamin.

__ADS_1


Dan Ezra harus siaga menjaga keselamatan Istri dan anak-anaknya.


"Selamat kakak ku, akhirnya Caroline punya ponakan juga. Kembar lagi, nggak sabar pengen liat," ucap Caroline.


"Masih lama dek, baru satu bulan ini," timpal Liana.


"Nggak papa, yang penting setelah lahir Caroline yang pertama liat,"


"Nggak bisa gitu dong Lin, tetap kakak yang pertama liat. Kan kakak yang nemenin kakak ipar mu lahiran bukan kamu,"


"Iya juga ya, tapi pokoknya setelah Kak Ezra, cuman Caroline yang boleh gendong. Nggak boleh yang lain, titik."


"Iya deh, terserah kamu aja," ucap Ezra.


"Loh dek kamu mau kemana siang siang begini?" Tanya Andhara.


"Mau ngampus kk, dosennya tiba tiba merubah jadwal," jawab Caroline.


"Oh gitu, yaudah kamu hati hati ya," ucap Andhara.


"Oke kak, kalau begitu Caroline berangkat ya," ucap Caroline sambil menyalami satu persatu orang di sana.


Ezra di perintahkan oleh Liana agar membawa Andhara ke kamar mereka, karena menurut pengalamannya ibu hamil akan cepat lelah.


Tapi sebelum ke kamar, terlihat Andhara ingin mengatakan sesuatu tapi ia ragu untuk mengatakannya.


Liana yang menyadari hal tersebut langsung bertanya kepada menantunya itu, apa yang ingin ia katakan.


"Mm ... Itu Ma Andhara pengen makan telur gulung sosis, tapi ... " ucapan Andhara terhenti sejenak.


Bukan karena ia ingin makan di restoran mahal, tapi dia ingin makan telur gulung sosis buatan mertuanya, tapi Andhara tak enak mengatakan hal tersebut.


"Tapi apa sayang?" Tanya Ezra.


Namun Andhara sepertinya masih sedikit ragu melanjutkan perkataannya tadi.


"Mau makan telur gulung sosis kan? nanti Mama suruh pelayan buatkan," ucap Liana.


"Bukan itu Ma, Ara memang ingin makan Telur Gulung Sosis, tapi bisakah Mama yang membuatkannya untuk Ara?" Tanya Andhara gugup.


Sejenak Liana terdiam, reaksi Liana yang diam saja semakin membuat Andhara takut. Takut jika mertuanya itu akan marah padanya.


"Lupakan saja Ma, nanti suruh pelayan saja, atau beli saja di luar," ucap Andhara cepat.


"Loh tadi katanya mau makan masakan Mama, kok sekarang nggak jadi?"


"Nggak usah Mah, nanti Mama capek lagi," ucap Andhara.


"Cuman Telur Gulung Sosis aja, Mama juga bisa, itu mah gampang buat Mama, yasudah sekarang kamu ke kamar saja istirahat!" ucap Liana.

__ADS_1


"Jadi Mama beneran mau buatin Ara Telur Gulung nya?" tanya Andhara memastikan.


"Bener dong sayang, apa sih yang nggak buat kamu. Apalagi sekarang kamu lagi ngidam, bahaya loh kalau nggak di turutin, nanti ileran," canda Liana.


"Makasih Ma," ucap Andhara.


"Sama sama sayang,"


"Ara, ingat satu hal ini. Mama sekarang sudah sangat menyayangi kamu, kamu adalah putri mama juga. Jangan pernah merasa jika Mama terbebani dengan permintaan mu, minta saja apa yang kamu mau. Selama mama bisa, Mama akan berusaha untuk memenuhi semua itu." Lanjut Liana.


Andhara hanya mengangguk terharu, orang yang dulu sangat membencinya dan berusaha menjauhkan anaknya dari dirinya. Sekarang telah menjadi mertua yang sangat menyayangi nya.


Sesampainya di kamar Ezra menuntun Andhara ke atas tempat tidur, kemudian ia berpamitan untuk membantu sang Mama.


"Yasudah kalau begitu Mas ke bawah dulu ya, bantuin Mama buatin telur gulung kamu,"


"Oke mas,"


Saat sedang melamun Andhara teringat jika ia belum mengabari sang Kakek tentang berita bahagia ini.


Dengan cepat ia mengambil ponselnya yang berada di atas meja di sebelah tempat tidurnya.


Andhara memberitahu kepada Kakeknya jika sebentar lagi ia akan mempunyai cicit, mendengar kabar tersebut membuat Kakek Yuda sangat senang.


"Selamat sayang, semoga kamu dan anak anak mu lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun. Dan semoga kakek bisa melihat kedua cicit kakek," ucap Kakek Yuda dalam sambungan telpon.


"Aamiin, Kek, kakek pasti bisa melihat kedua cicit kakek." Ucap Andhara.


"Yasudah nanti Kakek akan ke sana setelah urusan di sini selesai," ucap Kakek Yuda.


"Baik Kek, kakek jangan terlalu memaksakan diri. Ingat kesehatan kakek juga,"


"Iya akan kakek ingat,"


"Kalau begitu Ara tutup ya kek, Assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,"


Sekedar info buat para Reader Author, Andhara itu udah resmi jadi pemimpin perusahaan AzFarah Grup. Hanya saja Author nggak tampilkan ceritanya.


Setelah sambungan telpon terputus, Andhara pun merebahkan dirinya di tempat tidur. Entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa sangat cepat lelah.


Sementara itu di lantai bawah, tepatnya di dapur. Liana dan Ezra sudah siap dengan alat perang mereka, serta bahan untuk membuat Telur Gulung Sosis Andhara.


Tak lama kemudian Andhara pun tertidur pulas, Ezra yang berniat mengajak Istrinya makan, setelah melihat jika Andhara sedang tidur. Ia akhirnya mengurungkan niatnya untuk membangun kan sang istri.


Author balik lagi nih, akhir akhir ini Author bakalan sibuk banget soalnya besok UTS. buat para Reader pantau terus ya novel Author, jangan lupa like dan komentarnya.


Oh yah, kalian juga bisa mampir ke novel ini loh, sambil nunggu up.

__ADS_1



__ADS_2