
Flashback On
Sepulang Leyna dari tempat pertemuannya dengan Farah, di jalan Leyna mendapatkan telpon dari Liana. Liana mengajak Leyna untuk bertemu di salah satu café miliknya, tanpa pikir Panjang Leyna langsung menyetujui pertemuan tersebut.
Kebetulah café yang di sebutkan oleh Liana, berada tidak jauh dari lokasi Leyna saat ini. Jadi Leyna bisa bergegas ke sana agar tidak membuat Liana menunggu lama, sebab Liana sudah berada di café tersebut dari tadi karena acara Arisannya.
Perjalanan yang di tempuh Leyna tidak terlalu lama, 5 menit kemudian Leyna sudah sampai di café yang menjadi tempat pertemuannya dan Liana. Setelah memasuki area café Leyna langsung disambut lambaian tangan dari Liana.
Leyna segera menghampiri Liana dan duduk bersamanya. Liana pun segera memanggil pelayan untuk memesan makanan untuk Leyna, setelah memesan dan sambil menunggu pesanan Leyna datang, Liana pun mengatakan maksud dari pertemuan mereka.
“Begini Leyna, maksud tante ngajak kamu ketemu di sini itu untuk membicarakan sesuatu denganmu,” ucap Liana.
“Sesuatu apa ya tante?” tanya Leyna.
“Ini tentang Ezra dan perusahaan,” jawab Liana.
“Oh, pasti tante mau aku jadi pasangannya Ezra di acara perusahan Antares Grup nanti malam kan,” tebak Leyna.
“Kamu memang pintar Leyna, tau aja maksud tante itu apa,” ucap Liana sambil tersenyum.
“Jadi bagaimana kamu mau kan?”
“Emm … gimana ya tante aku …,” Leyna tak langsung melanjutkan perkataannya.
“Kenapa sayang? Kamu cocok loh buat jadi pasangan Ezra nanti malam,” bujuk Liana.
“Tapi aku nggak enak sama Ezra tante, apalagi pacar Ezra itu ada di kantor, nanti aku di kira perusak hubungan mereka,” ucap Leyna.
“Kamu nggak perlu khawatir sayang, tante akan pastikan Ezra tidak akan membentak atau pun mempermalukan mu lagi,” senyum Liana.
__ADS_1
“Apa Tante yakin Ezra tidak akan mempermalukanmu lagi di depan para karyawannya?" ragu Leyna.
“Tante yakin, nanti malam Tante akan pikirkan cara supaya kamu dan Ezra terlihat akrab di perayaan Tahunan Perusahaan,”
Leyna hanya mengangguk, ia memikirkan rencana apa yang akan dijalankan oleh Liana padanya nanti malam. Tapi iya tak ambil pusing, toh sekeras apa ia bertanya pada Liana tidak akan di gubris olehnya.
Tepat setelah pembicaraan mereka selesai, makanan yang dipesan oleh Leyna sudah datang. Akhirnya mereka makan bersama dan sesekali bercanda.
Flashback off
Sesaat kemudian acara pun dimulai, kini Pembawa Acara mempersilahkan kepada Ezra selaku CEO perusahaan ini untuk menyampaikan sepatah kata.
“Selamat malam semuanya. Saya selaku CEO Antares Grup mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan kerja yang sudah banyak memberikan kerja kerasnya untuk kemajuan perusahaan. Dan terima kasih juga karena menyempatkan diri untuk hadir pada malam ini.”
“Malam ini perusahaan akan memberikan pernghargaan kepada rekan-rekan yang memiliki sumbangsi lebih untuk perusahaan, dalam rangka Acara tahunan Perusahaan. Mungkin bagi para senior sudah familiar dengan acara malam ini, jadi tak perlu berlama-lama lagi saya persilahkan kepada pembawa acara untuk segera memulai.”
Setelah menyampaikan sambutannya Ezra turun dari podium dan bergabung dengan yang lain. Saat ini pembawa acara sudah siap untuk mengumumkan nama-nama yang mendapatkan perhargaan, satu per satu penghargaan diberikan untuk karyawan terbaik tahun ini dan sejumlah bonus untuk mereka dari perusahaan.
Di satu sisi Andhara terus memperhatikan Ezra yang terlihat sedikit risih karena Leyna terus-terusan menempel kepadanya, tatapan Andhara beralih menatap tajam kea rah Adnan yang tepat berada di sebelah Ezra.
Adnan yang merasa sedang diperhatikan seseorang mulai mencari seseorang tersebut, tak butuh waktu lama Adnan sudah mengetahui pemilik tatapan itu.
Adnan kini sedang mendapat tatapan tajam dari Andhara, seakan mengerti dengan tatapan itu Adnan langsung beraksi untuk memisahkan Leyna dari Ezra.
“Maaf pak bos menganggu waktunya, tadi saya mendapat telpon dari seorang klien katanya dia punya urusan yang penting untuk di bicarakan kepada anda,” kata Adnan.
“Urusan penting apa? Kenapa mendadak?” bingung Ezra.
“Entahlah bos, saat ini dia hanya ingin berbicara kepada anda,” kata Adnan.
__ADS_1
Ezra pun beranjak dari duduknya dan hendak pergi namun di tahan oleh Leyna, kelakuan Leyna pun tak luput dari tatapan Andhara.
“Kenapa di saat-saat seperti ini kau malah ingin mnegurus bisnis mu, bukannya ini waktu untuk istirahat,” kesal Leyna.
“Ini permintaan klien ku, jadi aku tidak bisa mengabaikannya,” jawab Ezra.
“Kenapa tidak kau tolak saja sih, apa apa kerja, sekarang pun kerja. Bisa kah kau libur sebentar saja,” kesal Leyna.
“Maaf nona tapi ini sangat mendesak,” timpal Adnan.
“He, aku tidak berbicara dengan mu, sopanlah sedikit pada kekasih bos mu,” bentak Leyna.
“CUKUP!!, Kau itu yang seharusnya sopan Leyna, kau datang ke sini tanpa di undang, itu kah yang Namanya sopan? Dan lagi kenapa kau yang mengatur semua urusan ku, ingat kau bukan siap-siapa di sini. Jika bukan karena mamaku, kau tidak akan punya kesempatan untuk menginjakkan kaki di kantor ku, Paham Kamu!!” bentak Ezra.
Ezra sudah benar-benar hilang kesabaran akibat tingkah perempuan gila ini, ingin rasanya Ezra menyeretnya segera untuk keluar dari perusahaan ini.
Tapi mengingat ia juga sudah mendapatkan peringatan dari mamanya untuk tidak mengusir Leyna, maka dari itu dia memilih untuk diam.
‘mamam tuh nenek lampir, udah berkali-kali di tolak masih aja ngeyel. Ini juga nggak tau malu banget, datang nggak di undang, ngatur hidup orang lagi. Emang situ siapa ha? Malaikat? Najis.’
“Sebaiknya kita segera pergi bos atau klien akan menunggu lama,” usul Adnan.
Ezra berlalu terlebih dahulu, sebelum pergi Adnan mengisyaratkan kepada pembawa acara untuk melanjutkan Kembali acaranya yang sempat terhenti akibat perdebatan antara Ezra dan Leyna.
Adnan pun kemudian menyusul Ezra dan meninggalkan Leyna yang masih kesal dengan bentakan dari Ezra tadi.
"Cihh, mana janji Tante Liana. katanya ia tidak akan membiarkan Ezra mempermalukan ku lagi, dasar nenek peyot gitu aja nggak bisa," kesal Leyna.
“Tunggu saja Ezra, aku akan membalas dendam atas perlakuanmu tadi. Kita lihat aku atau perempuan penggoda itu yang menang,” tersinggung senyum licik dari bibir Leyna sambil menatap kea rah Andhara yang tengah memperhatikan kepergian Ezra.
__ADS_1