Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
29. Kepulangan Caroline


__ADS_3

Mereka berdua pun mulai sibuk Kembali dengan pekerjaan mereka masing-masing, taka da satupun suara di antara mereka berdua. Tak lama setelah itu, Adnan juga datang dan bergabung dengan mereka.


Karena terlalu serius dalam pekerjaan sampai sampai mereka tak menyadari jika waktu makan siang sudah hampir terlewatkan, mereka bertiga hanya memesan makanan dari luar dengan bantuan asisten Adnan.


Setelah makan mereka bertiga pun Kembali melanjutkan pekerjaan mereka sampai waktu pulang pun telah tiba.


“Adnan kau pulang lah dulu, aku akan mengantar Andhara,” kata Ezra.


“Baiklah,”


“Kau tidak perlu mengantarku Mas, aku bisa naik taksi sendiri,”


“Tidak, kau tidak boleh bepergian sendiri lagi. Jika terjadi apa apa dengan mu, bagaimana?”


“Mas …”


“Sudahlah Andhara ikuti saja apa yang Ezra mau,” saran Adnan.


Dengan saran dari Adnan, akhirnya Andhara setuju. Awalnya ia menolak karena ia tidak ingin merepotkan Ezra. Apalagi mereka sudah seharian sibuk bekerja, pasti Ezra merasa sangat lelah. Tapi ya mau bagaimana lagi, kekasihnya itu memang keras kepala.


Keesokan harinya …


Di suatu tempat yang berada jauh dari ibu kota, terdapat Wanita cantik yang melampiaskan kekesalannya.


“Sial!! Bagaimana bisa si bodoh itu tertangkap lagi, bahkan dalam keadaan yang sungguh memalukan. Sia sia aku berusaha menyelamatkannya, dasar tidak berguna,” kesal Leyna.


"Pantas saja ia tak mau ikut dengan ku, ternyata ia ingin menikmati pergulatan dengan pria lain dan itu ia lakukan di hotel keluargaku," geram Leyna.


Saat ini Leyna sedang berada di tempat persembunyiannya, setelah kabur dari tahanan saat itu Leyna memutuskan untuk pergi jauh sementara waktu. Agar ia bisa Menyusun rencana selanjutnya untuk memisahkan Andhara dan Ezra.


Tak disangka ia malah mendapatkan kabar jika Farah di tangkap Kembali oleh polisi bahkan Farah di tangkap saat sedang bermesraan dengan laki laki, bagi Farah itu sudah sangat memalukan, Farah sangat mudah untuk di lacak.

__ADS_1


“Saat ini bukan waktu yang tepat untukku, tapi jika waktunya sudah tiba dan semua rencanaku sudah siap, maka kalian akan merasakan akibatnya,” gumam Leyna.


Meninggalkan Leyna yang kini masih berada di persembunyiaannya, di bandara terjadi keributan karena kedatangan seorang gadis cantik yang baru mendarat. Kulit putih bersih, badan tinggi dan hidung mancung, sungguh seperti model.


Caroline Antares adalah putri bungsu dari Ezra, ia baru saja Kembali dari studinya di luar negeri. Rencana kepulangannya kali ini karena ia sudah sangat rindu dengan mama dan kakaknya, walaupun saat bertemu ia dan Ezra akan selalu saja bertengkar.


Caroline juga berencana melanjutkan kuliahnya di sini agar ia tidak akan berpisah jauh lagi dari keluarganya, setelah keluar dari bandara Caroline sudah di tunggu oleh taksi. Taksi tersebut melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibu kota.


Caroline menginstruksikan agar ia di antar ke perusahaan terlebih dahulu, ia sangat ingin bertemu dengan Ezra.


Alasan kenapa Caroline bisa menebak jika Ezra masih ada di kantor karena ia sudah sangat kenal dengan sifat sang kakak, selain keras kepala Ezra juga adalah orang yang tidak suka bermalas malasan apalagi jika itu menyangkut urusan perusahaan.


Sejak ditinggal oleh Papa mereka, Ezra lah yang menjadi kepala keluarga. Dengan umur yang masih terbilang muda, Ezra sudah belajar tentang perusahaan. Ia juga sebisa mungkin untuk melindungi adik satu satunya yang sangat ia cintai.


Setelah beberapa menit Caroline sudah sampai di perusahaan, Caroline di sambut oleh satpam di sana. Setelah masuk ke perusahaan Caroline langsung menuju ke Resepsionis, setelah memastikan bahwa sang kakak memang berada di sana, ia berniat untuk segera masuk tapi di tahan oleh Resepsionis.


“Maaf Nona tidak sembarangan orang bisa menemui bos kami,” ucap Resepsionis tersebut sopan.


Resepsionis tersebut sang terkejut katika mendengar Caroline memanggil Bos mereka dengan sebutan kakak, memang banyak yang tak tau identitas dari Caroline kecuali pegawai lama di sana.


Dari arah belakang muncullah salah seorang pegawaia senior, saat ini melihat putri bungsu dari keluarga Antares, ia segera menghampirinya.


“Apa kabar Nona Caroline,” ucap pegawai tersebut.


“Baik, bapak kenal saya?” bingung Caroline.


“Saya adalah karyawan lama di sini Nona, waktu tuan besar masih hidup saya pernah melihat nona di bawa ke perusahaan. Walaupun saat itu anda masih kecil, tapi saya tidak mungkin salah mengenali wajah anda Nona,” ucap sang pegawai.


“Karena saya cantik ya pak, hehehe,” gurau Csroline.


“Benar nona, wajah anda adalah wajah tuan besar versi perempuan,” balas sang pegawai.

__ADS_1


“Bisa aja si bapak, oh ya pak saya ke sini mau ketemu sama Kakak, dia adakan?”


“Ada Nona, silahkan langsung ke ruangannya pak Ezra,”


“Baik pak, sampai jumpa,”


Setelah berpamitan Caroline langsung menuju ke ruangan sang kakak, saar Carolinesampai di depan pintu ruangan Ezra. Caroline langsung membuka paksa pintu ruangan itu sehingga Ezra dan yang lainnya kaget.


Kebetulan saat itu Adnan, Ezra dan Andhara sedang berdiskusi, jadi saat kedatangan Caroline tentu membuat Andhara kaget. Setaunya Kekasihnya itu tak akan membiarkan siapapunmasuk dengan cara seperti itu.


Apalagi saat Caroline langsung memeluk Ezra dan Ezra yang hanya diam saja, sesaat kemudian Ezra pun membalas pelukannya. Terbesit sedikit rasa cemburu di hati Andhara, hal itu tak bisa terhindarkan karena bagaimana pun Ezra adalah kekasihnya saat ini.


Tak mungkin Andhara baik baik saja jika kekasihnya di peluk oleh Wanita lain selain dirinya, apalagi Ezra malah membalas pelukan Wanita itu. Setelah Caroline puas memeluk sang kakak, kini ia beralih memeluk Adnan yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri.


“Aku sangat merindukan mu kak,” ucap Caroline.


“Aku pun sangat merindukan mu, kenapa kau Kembali tidak mengabari kami. Jika kami tau, kami akan langsung menjemputmu di bandara.” Ucap Adnan.


“Aku sengaja tidak memberitahu kalian, supaya menjadi kejutan,” senyum Caroline.


“Kau ini ya,” ucap Adnan gemas dengan tingkah laku Caroline.


Sementara Andhara yang dari tadi menjadi pengamat mereka bertiga, hanya bisa melihat interaksi mereka tanpa berkata apa apa. Dari pengamatannya Andhara menyimpulkan bahwa Caroline adalah adik Adnan, yang juga menyukai Ezra.


Ezra yang menyadari bahwa mereka melupakan Andhara, segera menghampirinya begitu pun dengan Adnan. Ezra yang memahami kebingungan Andhara segera menjelaskan semuanya tentang Caroline.


“Kau pasti bingung dengan semua ini,” kata Ezra yang di sambut anggukan dari Andhara.


“Andhara perkenalkan dia adalah Caroline, dan Caroline perkenalkan dia adalah calon kakak ipar mu,” ucap Ezra yang disambut bingun oleh Andhara dan Caroline.


“Caroline ini adalah adik ku, dia baru saja pulang dari luar negeri.” Jelas Ezra.

__ADS_1


__ADS_2