Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
28. Farah tertangkap lagi


__ADS_3

Adnan pun berhasil menemukan lokasi Farah, Farah berada di salah satu hotel bintang lima milik keluarga Leyna yang berada di luar kota.


“Ternyata rencana pelarian mereka sangat sempurna, walaupun hanya Farah yang berhasil kita lacak,”


“Iya Ez, jejak Leyna juga sangat hati hati, aku takut jika kita tidak segera menemukannya, mungkin ia akan merencakan hal jahat lainnya untuk Andhara,” kata Adnan.


“Kau benar Adnan, ta[I untuk sekarang ini kita tangkap dulu Farah setelah itu kita pikirkan cara selanjutnya untuk Leyna dan juga membantu Andhara,”


Adnan dengan cepat menghubungi pihak berwajib dan mengirimkan lokasi Farah pada mereka, di susul oleh Adnan yang pergi ke lokasi hanya untuk memastikan jika tempat Farah tidak berpindah.


Karena yang saat ini bisa melacak keberadaan Farah adalah dirinya, sementara Ezra tetap berada di kantor untuk menghindari kecurigaan Mamanya seperti kemarin. Setelah sampai di lokasi ternyata polisi telah berada di sana.


“Bagaimana apakah ada pergerakan yang mencurigakan di sini?” tanya Adnan pada Polisi tersebut.


“Belum ada yang mencurigakan pak,”


“Baiklah saya akan masuk untuk memastikan apakah Farah benar benar berada di hotel ini atau tidak,”


Adnan pun masuk dan bertanya pada Resepsionis, Resepsionis tersebut berkata bahwa ada seorang Wanita yang tak lama datang untuk memesan salah satu kamar disini. Ciri ciri Wanita tersebut sama persis dengan Farah.


Setelah mendapatkan informasi, Adnan Kembali menemui polisi yang berada di luar hotel. Setelah selesai berbincang dengan polisi dan merencakan untuk penangkapan Farah.


Mereka semua mulai masuk dan menuju ke lantai yang telah diberitahukan sebelumnya oleh Resepsionis, sesampainya mereka di kamar tersebut mereka mendengar suara aneh yang keluar dari sana.


Salah satu dari polisi mencoba untuk membuka sedikit lebar pintu kamar yang ternyata tidak terkunci, polisi tersebut terkejut saat ia melihat adegan yang sangat panas. Ternyata di dalam kamar tersebut terjadi pergulatan panas antara Farah dan seorang laki laki.


Tanpa menunggu waktu lama Adnan menendang pintu kamar tersebut, membuat Farah dan laki laki tersebut sangat terkejut.


Apalagi Farah yang sangat kaget, dengan segera ia menutupi badannya yang tak memakai pakaian.


“Ka-kalian,” gugup Farah.


“Kenapa Nona Farah begitu kaget,” kata salah satu polisi yang ada di sana.


“Kenapa kalian bisa tau aku berada di sini?”


“Kau tidak punya hak untuk bertanya saat ini Nona,” kata Adnan.

__ADS_1


“Kau—”


“Kau baru saja melarikan diri dari tahanan, dan sekarang langsung melakukan pergulatan panas di salah satu hotel milik keluarga Leyna. Apakah itu sungguh nikmat nona?” tanya Adnan dengan nada mengejek.


Sementara pria yang bersama Farah telah selesai berpakaian dan ia segera keluar dari kamar hotel tersebut meninggalkan Farah bersama Adnan dan lainnya.


Komandan polisi memerintahkan salah satu polisi Wanita yang datang bersamanya untuk segera mambantu Farah memakai pakaiannya agar tidak memakan waktu yang lama.


“Tidak perlu aku bisa memakai pakaianku sendiri,” tolak Farah.


Namun penolakan yang ia berikan tidak menghentikan polisi Wanita tersebut untuk melakukan perintah sang atasan, dengan cepat Farah selesai memakai pakainnya dan di tangannya juga sudah terpasang borgol.


“Jangan membuat masalah lagi Farah yang akan berakhir menyusahkan ku atau kau akan terima akibat dari itu. Urusan ku sangat banyak, aku tidak punya banyak waktu untuk mengurus sesuatu yang tidak penting,” kata Adnan.


“Jadi secara tak langsung kau mengatakan bahwa aku tidak penting,”


Adnan tidak lagi menanggapi perkataan dari Farah, polisi membawa Farah Kembali ke tahanan. Tapi, tempatnya sudah berbeda dari sebelumnya, karena ini atas permintaan dari Adnan. Ini untuk berjaga-jaga agar Farah tidak bisa kabur lagi.


Tahanan yang di tempati Farah sedikit lebih special, karena tahanan tersebut di awasi dengan ketat oleh beberapa penjaga dan terdapat beberaapa CCTV tersembunyi di sana selain dari CCTV yang tampak.


Tapi bagi Adnan dan Ezra hal tersebut mereka lakukan, agar bisa mencegah Leyna membebaskan Farah. Juga demi keselamatan Andhara, karena jika mereka berdua Kembali bersekongkol mungkin rencana mereka akan lebih berbahaya dari sebelumnya.


Sementara itu di perusahaan Ezra yang sedang berbincang dengan Andhara mengenai berkas yang sedang mereka urus, mendapat telpon dari sang Mama.


“Halo, ada apa Ma?”


“Sayang, kau sedang apa?”


“Aku sedang mengurus beberapa berkas yang akan kita jalankan nanti, ada apa ma?”


“Begini Ez, dari kemarin kok Mama nggak dapat telpon darinya,”


“Kenapa mama menanyakan itu pada ku, tinggal telpon saja Ma!”


“Mama sudah coba berulang kali tapi tetap tidak bisa terhubung sama sekali,”


“Mungkin dia sedang ada kesibukan, lain kali saja mama mencoba untuk menelponnya lagi. Sudah dulu ma aku masih ada pekerjaan,”

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Ezra langsung menetup sepihak telponnya dan itu sudah pasti membuat sang Mama akan sangat murka, tapi bagaimana lagi ia sudah sangat muak dengan perempuan itu mengingat semua perlakuannya terhadap Andhara.


Sedangkan di rumah utama keluarga Antares Liana sangat kesal dengan perilaku putranya itu,


“Anak ini menutup telpon ku secara sepihak,” kesal Liana.


Di kantor setelah Ezra mendapat telpon ia nampak melamun seperti sedang memikirkan sesuatu, Andhara yang menyadari hal tersebut pun segera menyadarkan Ezra.


“Apa yang sedang kau pikirkan Mas?” tanya Andhara.


“Tidak apa, hanya saja aku memikirkan Mama.”


“Kenapa dengan tante Liana?” bingung Ezra.


“Kenapa ia sangat memaksa agar aku dan Leyna bisa menikah secepatnya, mendengar Mama selalu menyebut Namanya membuatku sangat jengkel,” kesal Ezra.


“Mungkin Leyna memiliki kelebihan tersendiri di mata Mama mu, sudahlah jangan kau pikirkan lagi,”


Drrt… Drrtt


Ponsel Ezra kembali bergetar, kali ini ia mendapatkan telpon dari Adna. Ezra menduga jika semuanya sudah selesai.


“Halo, ada apa?”


“Semuanya sudah beres, aku pastikan Farah tidak akan keluar dengan mudah. Bahkan jika itu dengan bantuan dari Nenek Lampir itu,”


“Baik, itu memang sudah bagus untuknya,”


Andhara yang penasaran tentang pembahasan dari Ezra dan Adnan tadi di telpon memutuskan untuk bertanya pada Ezra.


“Mas tugas apa yang kau berikan pada Adnan?” tanya Andhara.


“Bukan apa apa, itu hanya tugas kantor, kau tidak perlu memikirkannya,” elak Ezra.


Andhara pun tidak bertanya lagi, walaupun ia merasa ada yang janggal dari jawaban sang kekasih. Tapi jika ia tetap bersikeras bertanya, maka jawaban yang akan ia dapat akan sama.


Ia tahu betul watak dari sang kekasih, Andhara hanya berpikir bukan saatnya untuk mendesak Ezra. Jika Ezra sudah siap, maka ia akan mnegatakannya sendiri tanpa di minta.

__ADS_1


__ADS_2