
"Wiihh orang kaya nih, pasti banyak duitnya, bagi duit dong," ucap salah satu preman yang berjalan bersama beberapa temannya mendekat ke arah Liana.
"Nggak boleh pelit sama orang miskin kayak kami," lanjutnya.
Liana pun sudah ketakutan, karena preman tersebut memiliki wajah yang sangar dan badan kekar. "Cepat serahin tas mu!" Kini giliran ketua preman tersebut.
Liana pun mendekap tasnya erat, ia mencoba meminta tolong pada orang di sekitarnya.
Tetapi nihil semua orang yang berada di sana malah menghindar karena takut dengan preman tersebut.
"*Mau apa kalian," ucap Liana ketakutan.
"Kami hanya ingin hartamu, jika bisa serahkan dirimu juga, Hahaha," tawa preman tersebut menggelar di sana.
"Jangan macam macam dengan ku, atau kalian akan tanggung akibatnya," ancam Liana.
Namun tak di pedulikan oleh preman tersebut*.
Merasa situasinya sudah terpojok, Liana sempat berpikir untuk menyerahkan tas nya saja daripada dia harus kehilangan nyawanya sendiri.
Saat Liana sedang dilema, riba tiba dari belakang preman tersebut terdengar suara wanita yang tak asing di telinga Liana.
*Mendengar suara tersebut sontak ke tiga preman tersebut mengalihkan pandangan ke arah orang yang berteriak tadi.
Liana pun juga ikut melihat dan memastikan orang yang ingin menyelamatkan nya*.
Setelah mengetahui orangnya, Liana sangat terkejut. Di saat semua orang memilih mengabaikan nya karena takut dengan preman tersebut tapi malah dia yang datang menolongnya.
'Andhara' gumam Liana.
Orang yang berteriak tersebut adalah Andhara, karena kebetulan dia baru selesai makan bersama temannya di sana. Saat keluar dia melihat orang berkerumun namun tak berani mendekat.
Andhara menanyakan kepada salah seorang yang berada di sana, dari orang itu Andhara mengetahui jika ada seseorang yang sedang di palak oleh tiga preman, tanpa pikir panjang Andhara segera menghampiri mereka.
Sebagaian orang mengatakan jika Andhara terlalu menyombongkan diri karena berani melawan prema yang memiliki tubuh besar dari dirinya, tapi bagi yang sudah mengetahui kemampuan Andhara pun tidak heran dengan perbuatan nya saat ini.
Andhara yang dulu adalah mantan atlit taekwondo dan pernah mewakili Indonesia ke tingkat Internasional dan berhasil membawa pulang medali Emas, tidak sulit baginya jika hanya menghadapi Ketiga preman ini.
Liana pun segera menutupi dirinya dengan topi yang ia bawa di mobil, agar ia tidak di kenali oleh Andhara.
"Ngapain kalian di sini?" Tanya Andhara dengan lantang.
"Seharusnya kami yang nanya kenapa kau di sini, ini wilayah kami, jadi suka suka kami," jawab preman tersebut.
__ADS_1
"Suka suka saya juga di sini, toh ini bukan wilayah nenek moyang kalian," ejek Andhara.
"Kau cari mati nona," geram preman tersebut.
"Tidak, aku tidak cari mati di sini, aku tadi cari makan sama teman ku," canda Andhara.
Candaan Andhara berhasil membuat tertawa orang di sekitarnya, tapi tidak dengan ketiga preman tersebut. Wajah mereka sudah memerah karena marah dengan sikap kurang ajar dari Andhara.
Salah satu preman pun segera maju untuk menantang Andhara, preman tersebut sangat percaya diri dengan kemampuannya.
Andhara dengan santai mempersilahkan preman tersebut untuk menyerangnya duluan, kemudian preman tersebut pun menyerangnya tapi setiap serangan yang ia lancarkan selalu bisa di hindari oleh Andhara.
"Jangan hanya menghindar nona, perlihatkan kekuatan mu dan seriuslah menghadapiku," kata preman tersebut.
"Aku takut jika aku serius kau akan babak belur,"
"CK sombong sekali dirimu, kau belum tau kekuatan ku nona. Aku bisa saja membuat mu kehilangan nyawamu di sini,"
"Iihh takut," ucap Andhara menirukan suara orang yang ketakutan.
"Beraninya kau, bertarung lah dengan ku secara serius," tantang kembali preman itu.
"Baiklah jika itu mau mu,"
Tak sampai semenit preman tersebut sudah berhasil di lumpuhkan oleh Andhara, bahkan keadaannya saat ini sangat mengenaskan.
Kejadian tersebut menjadi tontonan banyak orang, bahkan kedua sahabat dari preman tersebut di buat sangat terkejut dengan kondisi temannya.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menyerang secara bersamaan, sama halnya dengan preman sebelumnya. Kedua preman tersebut pun di kalahkan dengan cepat oleh Andhara.
Andhara menyuruh salah seorang untuk memanggil petugas di sana dan membawa mereka bertiga pergi dari sana.
Semua orang bersorak untuk Andhara, bahkan orang yang tadi meremehkan nya pun ikut bersorak.
*Keamanan pun tiba dan membawa ketiga orang tersebut dengan cara di bopong, karena mereka bertiga sudah pingsan setelah mendapat kan pukulan dari Andhara.
Beberapa orang di sana memuji keberanian dari Andhara dan juga kehebatannya dalam beladiri*.
Setelah itu Andhara mendatangi Liana yang sedari tadi hanya menonton nya, Liana pun dibuat kagum dengan keahlian beladiri dari Andhara.
"Apakah anda tidak apa apa?" Tanya Andhara setelah sampai di depan Liana.
"Ya saya tidak apa apa, terima kasih telah menolong saya," ucap Liana.
__ADS_1
"Tidak masalah, kebetulan juga saya berada di sana jadi tak apa,"
Liana mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang untuk di berikan pada Andhara, tapi Andhara pun menolaknya secara halus.
"Saya menolong anda ikhlas, tidak mengharapkan imbalan apapun dari Anda," ucap Andhara tulus.
"Ah baiklah, sekali lagi berterimakasih,"
"Sama sama, itu sudah menjadi tugas setiap orang untuk membantu sesama," ucap Andhara.
"Kalau begitu saya permisi," pamit Andhara dan dibalas anggukan dari Liana.
Andhara pun berlalu dan masuk ke dalam mall tersebut, Liana yang sudah berada di dalam mobil pun masih memikirkan kejadian tadi.
Ia sangat kagum dengan ketulusan hati dari Andhara, ia membantu seseorang yang tidak ia kenal dan tak mengharap imbalan apapun. Meskipun Andhara tak mengenali nya, tapi saat itu ia berdiri di depan mobil mewahnya.
*Tentu bagi orang yang melihatnya, akan tau jika ia bukan orang sembarang.
Dan akan meminta imbalan yang sangat besar karena telah menyelamatkannya, tapi ternyata Andhara bukan orang seperti ini*.
*Anak ini sangat baik dan tulus pada seseorang, bisa di lihat dari matanya.
Liana pun merasa bersalah karena selama ini ia termakan hasutan dari Leyna, bahkan kedua anaknya pun sudah menjelaskan tentang Andhara, tetapi ia tetap tidak mempercayai kedua anaknya*.
Flashback Off
"Oh jadi gitu, kok Mama nggak pernah ngasih tau Caroline sih," rungut Caroline.
"Loh kamunya yang nggak pernah nanya sama Mama," balas Liana.
"Iya juga ya," Caroline pun tersenyum ke arah sang Mama.
Ia sangat senang akhirnya Mamanya itu sadar, dan Kakaknya mendapatkan kebahagiaan nya lagi. Dia berharap semoga semua kebahagiaan ini berjalan lancar.
"Yaudah yuk masuk, udah sore juga!" Ajak Liana.
"Oke ma,"
Seru nih Andhara nyelametin orang yang ternyata calon mertuanya sendiri, jadi dapat restu jadinya🎉
Di tunggu ya undangannya Pak Ezrađź¤
sambil nunggu undangan dari pasangan ini, sekalian mampir ke sini yuk!
__ADS_1