
"Tidak Ezra itu tidak benar aku tidak melakukan apapun pada istrimu. Percayalah padaku!" ucap Leyna.
"Kau sendiri yang telah mengakuinya Leyna, untuk apa kau mengelak lagi,"
"Tidak Ezra itu tidak benar, itu hanya akal-akalan Adnan untuk memancing ku," jawab Leyna sambil menunjuk ke arah Adnan yang berdiri tepat di samping Ezra.
Adnan yang dituduh hanya bisa tersenyum tipis dan memberikan tatapan meledek ka arah Leyna, tatapan tersebut membuat Leyna kesal.
"Kesalahan yang kau perbuat, jangan melibatkan orang lain," kata Ezra.
"Kau benar-benar tidak percaya pada ku?" tanya Leyna.
"Atas dasar apa aku harus percaya pada orang yang ingin menghancurkan keluarga ku," jawab Ezra dengan sinis.
Leyna pun hanya terdiam dan menunduk.
"Aku tidak menyangka ada perempuan berhati iblis sepertimu,"
Hahaha....
Tiba2 Leyna tertawa seperti orang gila.
"Dasar perempuan gila," kata Adnan.
"Ya aku memang gila, aku gila karena kau lebih memilih perempuan itu dibandingkan diriku. Apa yang kau lihat darinya, ha!"
"Dia hanya perempuan kampung yang tak punya apa2, dia bahkan tak sebanding dengan ku, seharusnya kau memilih ku bukan dia," teriak Leyna.
Ezra dan Adnan menatap Leyna dengan tatapan yang sulit untuk di artikan, dengan perlahan Ezra maju ke arah Leyna dan duduk tepat di depannya.
Secara perlahan jarinya terulur untuk menyentuh pipi lembut Leyna, Leyna yang melihat itu pun tersenyum senang.
Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama, sentuhan lembut Ezra di pipinya berubah menjadi cengkraman kuat di kedua pipinya, membuat Leyna meringis kesakitan.
"Aku bisa memaklumi semua perbuatan jahat mu yang lain, tapi sekarang kau telah menyentuh istri dan calon buah hati ku, istri yang paling ku cintai,"
__ADS_1
"Lantas kenapa kalau kau sangat mencintainya? Aku yakin kau akan berpaling jika ada wanita yang menyerahkan pahanya untukmu?" ucap Leyna di sela2 cengkraman Ezra.
Perkataan Leyna barusan membuat Ezra semakin mengeratkan cengkraman ke pipi gadis itu, dari mata Ezra dapat terlihat bahwa saat ini dia sangat marah.
"Jika kau menganggap bahwa semua laki-laki akan berpaling ketika disodorkan paha, kau salah besar Leyna. Dan yang harus kau ingat, istriku, Andhara adalah perempuan paling sempurna di muka bumi ini, dia berbeda dari perempuan jalan* seperti mu, jangan pernah menyamakannya denganmu," ucap Ezra seraya melepaskan cengkeramannya dengan sedikit kasar sehingga Leyna tersungkur ke belakang.
Ezra menatap Adnan dan memberikan perintah,
"Bereskan perempuan ini untuk ku, terserah kau mau melakukan apa padanya, aku tidak ingin melihat dia di kehidupan ku," ucap Ezra.
"Baik, akan ku lakukan sesuai permintaanmu," ucap Adnan.
Setelah itu Ezra memutuskan untuk pulang, tak lupa ia membelikan makanan kesukaan sang istri.
***
Sesampainya di rumah ia melihat sang Ibu dan istrinya sedang bercengkrama di halaman belakang, melihat pemandangan tersebut membuat senyum Ezra terbit. Karena ia dapat melihat jika istrinya sangat disayangi oleh ibunya sendiri, ia sangat bersyukur mendapat istri sesabar dan secantik Andhara.
Dengan langkah perlahan Ezra mendekati istri dan ibunya yang berada di halaman belakang, dengan membawa sekantung kresek makanan favorit dari istrinya. Karena posisi sang istri membelakangi jadi Ezra bisa dengan leluasa untuk memeluk Andhara.
"Loh mas, kau sudah pulang?" kaget Andhara.
"Iya sayang mas sudah pulang," ucap Ezra seraya duduk di samping istrinya.
Ezra pun meletakkan kantong kresek yang ia bawa tadi di meja yang ada di hadapannya, Andara yang melihat itu pun penasaran dengan isi dari kresek tersebut.
"Mas apa yang kau beli?" tanya Andhara.
"Kau ingin tahu?" Andhara pun mengangguk.
"Buka dan lihat saja!" ucap Ezra.
Dengan cepat Andhara pun segera mengambil kantong kresek tersebut dan melihat isinya
Terlihat wajah Andhara berbinar karena melihat isi dari kantong kresek tersebut, Liana yang melihat itu pun seketika merasa penasaran dengan isi dari kantong tersebut.
__ADS_1
Dia pun ikut melihat isi dari kantong kresek tersebut dan mendapati bahwa kantong tersebut berisi martabak manis dan itu merupakan kesukaan dari sang menantu.
Dengan cepat Andhara segera membuka martabak tersebut dan memakannya.
"Mas, Ma, apakah kalian ingin mencobanya? tawar Andhara kepada mertua kepada suaminya.
"Tidak sayang, kau saja yang menikmatinya," ucap Ezra.
"Ya sayang, nikmatilah martabak itu, lagi pula Mama tidak terlalu suka dengan yang makanan yang manis, ucap Liana.
mendengar jawaban dari suami dan mertuanya Andhara pun kembali fokus pada martabak manis yang sekarang sudah berada di pangkuannya.
Ezra tersenyum kecil sembari menatap istrinya yang sangat senang karena martabak manis kesukaannya diberikan oleh dirinya.
Disela aktivitas makan Andhara, Liana pun bertanya,
"Kenapa kau begitu bahagia mendapat martabak manis dari suamimu?* tanya Liana.
"Aku dari dulu memang suka dengan martabak manis Ma, setiap ada waktu atau aku tidak sibuk, pasti aku akan membeli martabak," ucap Andhara.
"Kenapa martabak manis, kenapa tidak makanan mewah seperti Pizza, burger ataupun makanan yang ada di restoran lainnya? Bukankah martabak ini hanya dijual di pinggir jalan saja," lanjut Liana.
Mendengar pertanyaan dari mama mertuanya, Andhara pun berhenti untuk makan sejenak dan menatap ke arah Liana seraya tersenyum lembut.
"Mah! Apakah Mama tahu bahwa masakan kaki lima itu setara atau bahkan ada yang lebih enak daripada restoran bintang 5. Selain harganya yang terjangkau, tidak semua pedagang kaki lima itu tidak higienis mah, ada di antara mereka yang sangat memperhatikan kebersihan dan kualitas dagangannya," ucap Andhara.
Liana pun bingung dengan penuturan sang menantu, kemudian Ezra pun ikut untuk menjelaskan kepada sang Mama.
"Andhara ini tidak seperti kebanyakan wanita di luar sana yang suka berbelanja hal-hal yang mewah, pergi ke mall ataupun sekedar pergi ke salon, dia lebih memilih hal-hal sederhana dengan makan di kaki lima,"
"Awalnya Ezra pun pernah berkata pada Andhara bahwa jajanan kaki lima itu tidak sehat, tapi setelah dia membawa Ezra ke salah satu pedagang langganannya, disana pedagang tersebut memiliki tempat yang sangat bersih, walaupun tidak sebesar restoran bintang 5 tetapi kualitas dan bahan di sana sangat terjamin higienis ma," lanjut Ezra.
"Apakah karena itu kau jadi suka makan di pedagang kaki lima Ezra?" tanya Liana.
"Iya Ma aku semenjak terakhir kali Andhara membawa ku ke sana, sekarang setiap ingin makan aku akan ke sana bersama Andhara. Seperti yang dikatakan oleh Andhara tadi, bahwa masakan mereka tidak kalah dengan yang ada di restoran ternama, selain itu harga dari makanan mereka murah dan satu porsi itu mendapatkan banyak makanan."
__ADS_1
**Bersambung**