Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
42. Pengawal tersembunyi Ezra


__ADS_3

“Lalu apa hubungannya dengan kami, kami jauh lebih baik daripada pacar mu itu,”


“Kalian akan dalam bahaya jika pacarku sampai tau,” ancam Andhara.


“Kau pikir kami takut nona, pacar mu tidak bisa berbuat apa apa. Sekarang kau hanya sendiri, dan kau akan memuaskan kami berempat,”


‘Ya tuhan tolong hamba mu ini, aku sangat takut. Ezra tolong aku, aku tidak ingin seperti ini,’


Dua dari mereka mulai maju dan memegang kedua tangan Andhara, Andhara mencoba untuk memberontak.


Tapi karena Andhara adalah perempuan dan mereka adalah laki laki, jadi perbedaan kekuatan meraka sangat jelas.


Di saat Andhara mulai pasrah dengan keadaannya, dari arah belakang mereka muncullah sebuah mobil.


Andhara yang senang akhirnya ada seseorang yang lewat pun melihat mobil tersebut, ternyata mobil tersebut adalah mobil kekasihnya yaitu Ezra.


Andhara pun kini bisa sedikit tenang, Ezra turun dari mobilnya dan berjala santai ke arah Sopir taksi yang tergelatak namun sudah sadar.


Ezra akhirnya membantu sopir tersebut untuk berdiri dan membawanya ke tempat yang aman.


Setelah itu Ezra menghampiri mereka, pandangan Ezra tertuju pada kedua tangan Andhara yang di pegang oleh kedua orang tersebut.


Ezra mencoba untuh menahan amarahnya dan berjalan ke arah mereka.


Dengan cepat ia menyingkirkan tangan kedua orang tersebut dari tubuh kekasihnya, Andhara kemudian segera memeluk Ezra.


Ezra melihat dengan teliti tubuh Andhara, untung saja mereka belum sempat berbuat sesuatu sebelum ia datang.


“Apakah mereka berdua melukai mu?” tanya Ezra.


Andhara hanya menggeleng pelan, kemudian Ezra menyembunyikan Andhara di belakang tubuhnya. Ke empat orang tersebut menatap Ezra dengan tatapan tajam, bukan Ezra Namanya jika ia takut dengan tatapan orang seperti mereka.


“Jangan ikut campur tuan, kami tidak ada urusan dengan mu,”


“Aku tidak peduli,”


“Kalau kau tidak menyingkir kami akan tidak akan segan pada mu, cepat serahkan wnaita itu,”

__ADS_1


“Aku tidak akan menyerahkannya pada kalian,”


“Wanita itu milik kami, kami yang mendapatkannya duluan,”


“Dia adalah calon istriku, tidak ada seorang pun yang dibiarkan untuk menyentuhnya,”


“Ck, dasar br*ngs*k, kalian berdua maju!” perintah salah satu dari mereka.


Kemudian dua orang yang memegang Andhara tadi maju untuk menghadapi Ezra, Ezra pun menyuruh Andhara untuk sedikit menjauh darinya.


Kini Ezra berhadapan dengan dua orang, dua lawan satu memang tidak adil.


Tapi dengan cepat Ezra bisa mengalahkan mereka berdua dalam sekejap, pemimpin mereka pun mulai gugup dan menyuruh seorang lagi untuk maju menghadapi Ezra. Bagi Ezra mereka bertiga bukan orang yang sudah untuk di hadapinya.


Kini sekarang hanya tinggal pemimpin dari preman tersebut, melihat seluruh anak buahnya di kalahkan ia pun mulai ketakutan.


Sekarang Ezra perlahan maju ke hadapan sang preman, dengan tatapan tajam dan aura dingin yang ia keluarkan.


"Kau masih ingin berkelahi?"


Preman tersebut hanya diam dan perlahan bergerak mundur, aura dingin Ezra memang mampu membuat orang lain ketakutan.


"T-tidak ada,"


"Kau jangan berani mengelak," bentak Ezra.


"Benar benar tidak ada tuan,"


"Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku kehilangan kesabaran ku,"


Preman tersebut pun langsung memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut, setelah Andhara melihat preman tersebut pergi ia pun berjalan mendekati Ezra.


Andhara pun memeluk Ezra, dia masih sangat takut dengan kejadian tadi. Ezra berusaha menenangkannya, dan mengatakan semuanya akan baik baik saja.


"Sudahlah sayang, semua sudah berlalu,"


"Terimakasih telah datang,"

__ADS_1


"Sama sama sayang, sekarang aku akan mengantarmu pulang,"


Ezra pun membawa Andhara ke dalam mobilnya, dan menghampiri sang sopir taksi. Ia menyerahkan bayaran untuk sopir tersebut dan menyuruhnya untuk pulang.


Awalnya sang sopir tidak ingin menerima, karena ia gagal dalam melaksanakan tugasnya. Tapi Ezra menyakinkan bahwa kejadian hari ini adalah sebuah kecelakaan dan bukan salah siapa pun. Sang sopir pun menerima uang tersebut dan segera pergi dari sana.


Ezra pun segera memasuki mobil dan mengantar Andhara untuk pulang, di perjalanan Andhara mengatakan pada Ezra jika kejadian tadi tidak perlu ia katakan pada sang kakek.


Andhara hanya takut jika kakeknya akan sangat khawatir, Andhara hanya tidak ingin menyusahkan sang kakek lagi.


Di usia nya yang sudah rentan, seharusnya ia bisa beristirahat dengan tenang dan tak perlu memikirkan hal lainnya lagi.


Tak butuh waktu lama mereka berdua akhirnya sampai di kediaman Auriga, Ezra hanya mengantarkan Andhara sampai depan gerbang dan tak masuk karena ia harus segera pulang untuk menemui adiknya.


Walaupun di apartemen nya itu terbilang aman, tapi sebagai seorang kakak iya ingin lebih bisa berada di sisi sang adik jika adiknya itu butuh sesuatu.


Bagaimana tidak aman, apartemen Ezra tersebut dipenuhi dengan anak buahnya yang menyamar sebagai petugas di sana dan juga seluruh kamar yang berada di lantai apartemennya Ezra telah sepenuhnya menjadi miliknya.


Ada juga beberapa pengawal terlatih yang menjaganya 24 jam dari jauh, bahkan orang yang pernah bertemu atau tidak sengaja bettemu dengan Ezra yang tidak seperti orang kaya lainnya yang memiliki banyak pengawal di sisinya akan menganggap remeh tingkat kewaspadaan dari Ezra.


Tapi siapa sangka jika pengawal dari Ezra ini adalah orang yang sangat terlatih dan profesional di bidangnya, teman teman Ezra, bahkan pesaing Ezra di dunia bisnis sangat takut terhadap para pengawal Ezra.


Mereka ada namun tak terlihat, mereka mengamati namun tak bersuara. Pesaing bisnis dari Ezra pun sangat berhati hati jika ingin mencelakainya, karena jika sampai terlihat oleh para pengawal Ezra maka hidup mereka akan berakhir.


Walapun kejadian apapun tak luput dari perhatian mereka, tapi tak jarang juga mereka tidak bergerak. Pesaing bisnis Ezra menyebut pengawal Ezra dengan sebutan "Pembunuh berantai".


Yah walaupun sebutan itu sedikit aneh untuk orang yang bekerja sebagai pengawal pribadi, tapi itu memanglah faktanya.


Beberapa rekan bisnis Ezra dulu yang mencoba untuk mencelakainya, di saat itu juga mereka tewas seketika.


Bukan tanpa alasan melainkan para pengawal Ezra yang sudah menghabisi mereka semua, maka dari itu orang yang mengetahui jika Ezra memiliki pengawal yang sadis akan berhati-hati dengannya.


Mengapa pengawalnya berjaga dari tempat yang jauh? Karena Ezra sedari kecil juga di ajarkan oleh ayahnya, jika seseorang ingin memiliki pengawal bersamanya untuk menjaga keamanan, maka tak harus mereka berada di dekatnya dan mengekornya kemana pun.


Cukup dengan menempatkan orang kepercayaan dan yang sudah profesional dan terlatih di tempat yang ingin mereka atau biasa mereka kunjungi itu tak akan menarik banyak perhatian, karena sebagian orang menggunakan pengawal agar mereka terlihat seperti orang penting dan disegani.


Sambil nunggu up, mampir juga yuk ke novel teman Author LichaLika dengan judul Bu guru aku padamu.

__ADS_1



__ADS_2