Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
23. Sebagian Rencana Terlaksana


__ADS_3

Setelah kepergian Adnan dan Ezra, Leyna memberi kode kepada Farah untuk menjalankan rencana mereka. Farah bergeges untuk ke belakang setelah berpamitan dengan teman-temannya.


Kebetulan saat Farah sampai, ia melihat pelayan yang akan meletakkan minuman di nanpan untuk di bagikan kepada para tama undangan. Merasa itu adalah kesempatan yang bagus, Farah segera menghampiri pelayan tersebut.


Saat tiba disana Farah langsung mengambil segelas minuman dan mencampurkannya dengan obat yang telah ia dapatkan dari Leyna.


Pelayan pun dibuat terkejut dengan kedatangan Farah yang tiba-tiba. Saat pelayan akan pergi Farah segera menahan pelayan tersebut.


“Apakah kau akan membagikan minuman ini ke para tamu?” tanya Farah.


“Iya mbak, ada apa ya?”


Farah Kembali meletakkan minuman yang sudah ia campurkan dengan obat Kembali ke nampan, membuat pelayan tersebut semakin bingung dengan tingkah Farah.


“Ini maksudnya apa ya mbak?” tanya pelayan.


“Kamu berikan minuman ini kepada orang yang bernama Andhara!” perintah Farah.


Tapi sang pelayan malah terdiam menatapnya, Farah pun geram dengan sikap pelayan tersebut. Jika terus seperti ini maka rencana meraka akan terlambat dan bisa jadi ada yang mencurigainya sebab sudah terlalu lama ia meninggalkan acara.


“ngapain kamu bengong?” tegur Farah.


“Eh … saya nggak bisa mbak,” tolak pelayan tersebut lalu mengeluarkan minuman Farah tadi dari dalam nampan.


“Kenapa?”


“Bukannya mbak tadi sudah memasukkan sesuatu ke dalam minuman ini, saya hanya takut di curigai dan di pecat dari pekerjaan saya,” jelas Pelayan.


“Sudahlah tidak ada yang akan memecatmu, lakukan saja sesuai perintahku!”


“Tapi …,”


“Aku akan memberimu bayaran 3 kali lipat dari gajimu, jika sampai kau di pecat,” tawar Farah.


Pelayan tersebut pun mengambil Kembali minuman yang sempat ia jauhkan dan meletakkannya Kembali ke nampan. Kemudian pelayan tersebut pun pamit keluar, sedangkan Farah pun sama.


Setelah sampai di tempatnya, farah langsung duduk dan mencari keberadaan Leyna. Andhara yang melihat sikap Farah pun bertanya.


“Kau sedang mencari siapa Farah?” pertanyaan Andhara membuat teman-temannya yang lain ikut melihat ke arahnya.

__ADS_1


“Ti – tidak ada,” gugup Farah.


“Lalu kenapa kau terlihat gugup, apa terjadi sesuatu pada mu saat di belakang tadi?” khawatir Andhara.


“Tidak apa Ra, tadi aku hanya hampir jatuh mungkin itu yang membuatku sedikit gugp saat ini jika mengingatnya,” alasan Farah.


Andhara pun memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaannya, bukan karena menerima alasan dari Farah yang terbilang sangat tidak masuk akal menurutnya.


Namun Andhara tak ambil pusing, ia beranggapan jika itu adalah masalah pribadi dari Farah dan ia tidak akan mencampurinya.


Andhara hanya takut jika ia membuat Farah tidak nyaman dengan serentetan pertanyaan nya nanti.


Beberapa saat mencari keberadaan Leyna, akhirnya Farah pun melihat Leyna yang kini sedang menatapnya juga. Farah segera mengacungkan jempolnya pertanda rencana sudah berhasil dilaksanakan.


Leyna tersenyum puas di tempatnya, ia sungguh menantikan pertunjukan yang akan dibuat oleh Andhara.


‘kali ini kau tidak akan lolos dari ku Andhara, akan ku pastikan bahwa mala mini Ezra akan merasa jijik denganmu’


Di tempat lain, tepatnya di ruangan Adnan. Ezra masih saja memasang wajah kesalnya karena sikap Leyna tadi.


Berbeda pula dengan Adnan yang saat ini merasa sangat lega, lega karena sudah berhasil membawa Ezra keluar dari sana dan berhasil menghindar dari tatapan mematikan kekasih bosnya itu.


“Adnan apa yang kau pikirkan ha!” teriak Ezra.


“Ya tuhan Ez, kenapa kau malah berteriak kepada ku. Bukan aku yang membuatmu kesal,” gerutu Adnan.


Namun Ezra Kembali diam tak merespon ucapan Adnan.


“Tapi untunglah kau pergi dengan cepat dari sana, jika tidak mati lah aku,” lanjut Adnan.


“Maksudmu?”


“Kau mungkin tidak melihat tatapan Andhara saat nenek lampir itu bergelayut manja di lenganmu,” ucap Adnan bergidik ngeri membayangkan Kembali tatapan Andhara tadi.


“Huft, sudahlah mana telpon mu biar aku yang berbicara pada klien,” ucap Ezra.


“Tidak ada klien yang menelpon ku Ezra,” jawab Adnan.


“Tadi kau bilang … oh ternyata kau membohongiku,”

__ADS_1


“Dengan sangat terpaksa aku membohongimu Ez, aku masih ingin hidup kau tau itu,"


“Memangnya apa hubungan kebohonganmu dengan hidup mu?” bingung Ezra.


“Sebenarnya dari tadi itu Andhara selalu memperhatikan mu dari jauh, kau saja yang tidak menyadarinya. Tapi setelah nenek lampir itu memegang tanganmu dan bergelayut di sana, Andhara memberiku tatapan membunuh Ez. Seakan akan ia akan menghabisiku jika aku tidak menghentikan Leyna saat itu juga, yang perlu kau tau Ez, Andhara bahkan lebih menyeramkan dari kau saat marah. Karena tidak punya alasan yang lain terpaksa aku meminjam nama klien untuk membawamu dari sana,” jelas Adnan Panjang kali lebar.


Ezra tersenyum mendengar pernjelasan dari Adnan, ternyata ada orang yang berhasil membuat sang tangan kanan ketakutan selain dirinya.


Bahkan hanya lewat tatapan mata saja, sedangkan ia harus berkata dahulu untuk membuat sang tangan kanan beranjak.


Dan yang lebih membuat Ezra senang adalah Andhara melakukan hal itu karena cemburu jika ia di dekati perempuan lain, itu pertanda bahwa Andhara sudah sangat mencintainya.


Adnan pun hanya bisa menghela napasnya melihat perubahan ekspresi dari Ezra, yang tadinya kesal dan muram sekarang menjadi cerah dan Bahagia setelah nama dari sang kekasih di sebut. Mungkin ini yang dinamakan “Cinta Buta”.


Di tengah lamunanya Ezra Kembali teringat dengan rencana penjebakan Leyna terhadap kekasihnya Andhara, ia pun segera mendiskusikan hal tersebut kepada Adnan.


Tak berselang lama Adnan mendapatkan laporan dari Anak buahnya bahwa Andhara telah di bawa keluar dari perusahaan oleh Leyna dan Farah.


Ezra dan Adnan pun segera menyusul ke arah perginya Andhara.


Beberapa saat yang lalu sesaat setelah Farah Kembali, pelayan yang telah di perintahkan oleh Farah datang mengantarkan minuman untuk Andhara.


Setelah Andhara meminum minuman tersebut ia merasakan kepalanya sangat pusing dan badannya seketika menjadi sangat panas.


‘ada apa dengan ku kenapa badanku terasa panas’ batin Andhara.


Andhara pun mulai gelisah di tempat duduknya dan wajahnya pun mulai memerah, gerak geriknya tak luput dari perhatian Leyna.


“Kau kenapa Andhara?”


“Apakah kau sakit?” tanya teman temannya.


Andhara yang sudah tidak mampu menjawab lagi hanya menggelengkan kepalanya, agar teman-temannya itu tidak khawatir padanya.


“Farah temani aku sebentar ke toilet!” pinta Andhara.


Farah segera membopong tubuh Andhara dan memberikan kode kepada Leyna untuk mengikuti mereka.


Saat sampai di toilet Andhara langsung membasuh seluruh mukanya, tanpa Andhara sadari di toilet bukan hanya ada mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2