
Di kediaman Auriga saat ini sudah Kembali tenang, sejak Kakek Yuda menerima Telpon dari cucu satu satunya. Pasalnya dari kemarin malam Kakek Yuda sudah merasakan firasat buruk mengenai cucunya itu, jadi untuk memastikannya Kakek Yuda segera menelpon sang cucu.
Tapi sudah berulang kali Kakek Yuda mencoba untuk menelpon Andhara tapi tak kunjung diangkat, karena terlalu panik sampai Kakek Yuda lupa kalau dia punya banyak anak buah yang handal dan siap kapan saja untuk menerima perintah dari sang tuan.
Sampai pagi pun Kakek Yuda masih mencemaskan Andhara, ia tak mau cucunya mengalami hal buruk. Cukup Anak, Menantu dan Cucu tertuanya yang meninggalkannya, ia tidak mau kehilangan lagi.
“Ya tuhan lindungilah cucuku, jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk padanya,”
Tak berselang lama ia mendapatkan telpon dari nomor yang tak dikenal, sesaat ia berpikir untuk tidak mengangkatnya karena takut itu adalah nomor dari pesaing peruasahaan. Tapi setelah pertimbangan sesaat, ia memutuskan untuk mengangkat telpon tersebut.
“Halo, siapa?” tanya Kakek Yuda.
“Kakek, ini Andhara kek,” jawabnya.
“Ara? Ini kamu sayang, cucunya kakek?” ucap Kakek Yuda memastikan.
“Iya kek ini Ara,”
“Alhamdulillah sayang kamu tidak apa apa kan? Kamu tidak sedang dalam bahaya kan?” tanya Kakek Yuda beruntun.
“Tidak Kek, Andhara baik baik saja. Saat ini Andhara berada di Apartement Mas Ezra.”
“Kenapa kamu bisa ada di sana sayang?”
“Jadi gini Kek, tadi malem tuh aku habis minum minuman, terus mabuk dikit. Karena mabuk aku nyuruh mas Ezra ngaterin pulang, di jalan aku ketiduran sedangkan mas Ezra kan nggak tau rumah di mana, jadi ya aku di bawa ke Apart nya,” jelas Andhara.
“Oh syukurlah kalau begitu, kamu baik baik di sana ya, sebentar lagi Kakek Kesana untuk menjemputmu,”
“Siap Kakek ku,”
Setelah selesai menelpon dengan Cucunya, Kakek Yuda bergegas membersihkan diri karena ia ingin segera ke Apartement Ezra untuk bertemu cucunya. Beberapa saat kemudian Kakek Yuda sudah berangkat dengan sopir pribadinya.
__ADS_1
Butuh waktu 20 menit untuk sampai di sana, jalanan pun saat ini tidak terlalu senggang karena masih ada beberapa karyawan yang berlalu Lalang.
Ting tong
Bel Apartement Ezra berbunyi dengan segera Ezra membuka pintu dan tampaklah seorang paruh baya yang berdiri tepat di depannya.
“Silahkan masuk kek,” kata Ezra.
Kakek Yuda segera masuk dan mendapati cucu kesayangannya tengah focus menonton film di ruang tamu apastement Ezra, Andhara yang tengah focus menonton menyadari bahwa ada yang melangkah mendekatinya.
Andhara pun menolah, ia mendapati sang kakek yang mendekat padanya. Dengan segera Andhara berdiri dan memeluk kakeknya begitu pun sebaliknya. Kakek Yuda duduk di samping Andhara sementara Ezra pergi untuk membuatkan minuman.
“Silahkan di minum kek,” kata Ezra yang meletakkan minuman di depan Kakek Yuda.
“Terima kasih Ezra,” ucap Kakek Yuda.
Setelah meminum minuman yang dibuat oleh Ezra, Kakey Yuda menatap Ezra sejenak lalu menghela napas Panjang.
Andhara yang mendengar gumaman sang kakek pun bertanya, “Saat untuk apa Kek?”
Namun bukannya menjawab pertanyaan dari sang cucu, Kakek Yuda beralih berbicara pada Ezra.
“Ezra kita perlu bicara serius sekarang!” ucap Kakek Yuda.
“Tentang apa kek?”
“Sudah saatnya kau mengetahui siapa Andhara yang sebenarnya dan keluarga kami,”
Mendengar pernyataan dari Kakek sang kekasih, Ezra dibuat bingung. Siapa Andhara sebenarnya? Dan siapa keluarga mereka?
“Baik Kek Ezra akan dengar kan semuanya tentang Andhara,”
__ADS_1
Kakek Yuda mengambil nafas Panjang dan mulai bercerita.
“Sebenarnya Andhara adalah penerus satu satunya dari keluarga Auriga, dan pewaris resmi dari AzFarah Grup.” Kakek yuda berhenti sejenak menunggu reaksi dari Ezra.
Benar saja Ezra sangat kaget dengan perkataan Kakek Yuda, ia tak pernah menyangka bahwa sang kekasih adalah pewaris tunggal dari AzFarah Grup. Perusahaan ternama dan terkaya nomor 2 setekah perusahaan keluarganya.
Dan yang lebih mengherankan bagi Ezra adalah kenapa pewaris dari perusahaan ternama seperti Andhara mau bekerja di perusahaan lain, yang memiliki pendapatan yang lebih sedikit.
“Kakek tau kau pasti mempunyai banyak pertanyaan, tapi simpanlah itu sampai aku selesai menceritakan semuanya,” Ezra hanya mengangguk paham.
“Alasan kami menyembunyikan nama pewaris perusahaan, karena kejadian yang menimpa Anak, Menantu dan Cucuku. Mereka bertiga tewas dalam kecelakaan pesawat yang telah di rencanakan sebelumnya, kebar kematian mereka juga yang membuat Andhara tak hanya kehilangan mereka bertiga tapi juga sang nenek. Ia terkena serangan jantung saat mendengar berita tersebut, sampai saat ini Andhara hanya mempunyai ku. Awalnya kami ingin menyelidiki lebih lanjut masalah ini, tapi setelah ku pikir bahwa dengan menyelidikinya hanya akan membuat Andhara semakin terpuruk. Andhara menjadi yatim piatu saat umurnya 10 tahun, maka dari itu aku sangat menyayanginya, aku berusaha sekuat tenaga agar dia tidak terluka.”
Ezra menatap Andhara yang berada di samping sang kakek, Andhara hanya menatapnya dengan senyum manis. Ia tak menyangka jika kehidupan sang kekasih jauh lebih menyakitkan.
Andhara harus kehilangan orang tua, kakak dan neneknya di saat yang sama. Andhara hanya memiliki sang kakek, dan dengan alasan tersebut jati dirinya terpaksa harus di sembunyikan. Menunggu waktu yang tepat untuk mewarisi perusahaan.
“Tapi kenapa kakek membiarkan Andhara bekerja di perusahaan lain di bandingkan dengan perusahaannya sendiri? Bukankah nantinya juga Andhara akan mewarisi perusahaan tersebut?” tanya Ezra.
“Aku tidak ingin mengekangnya dengan berbagai aturan untuk menjadi pewaris keluarga, biarkan ia mendapatkan pengalaman dan pengetahuan di luar sana. Tak ku sangka ia akan jatuh cinta dengan mu, jika kau memang benar mencintanya jagalah ia dari mamamu. Karena aku tak akan membiarkan Andhara tersakiti oleh siapapun walaupun itu ibumu,” tega Kakek Yuda.
“Baik Kek aku akan menjaga Andhara dengan sangat baik,”
“Kakek percayakan cucu Kakek padamu,”
“Andhara jika kau sudah siap kembalilah untuk memimpin perusahaan, kakek tidak muda lagi hanya kau harapan kakek,” kata Kakek Yuda pada Andhara.
“Ya Kek, Andhara janji akan berusaha sekuat tenaga agar Andhara kelak bisa mewarisi perusahaan dan tidak mengecewakan Kakek,” ucap Andhara sambil memeluk Kakek Yuda.
Ezra yang melihat kejadian tersebut memutuskan untuk membantu sang Kekasih, ia juga akan meminta bantuan dari Adnan.
Ia sangat salut dengan sikap tegar dan mandiri dari Andhara, walaupun Andhara adalah pewaris tunggal dari perusahaan Ternama dan berasal dari keluarga kaya, ia tetap sederhana.
__ADS_1
“Tenang saja Andhara, aku dan Adnan akan membantumu sebisanya. Aku yang akan membimbingmu secara langsung bagaimana cara megelolaa perusahaan, meningkatkan pemasokan dan lain sebagainya,” ucap Ezra yakin.