
"Bagaimana kondisi Andhara ... " ucap Liana.
Ucapan Liana terhenti saat ia melihat jika menantunya itu sudah sadar, dengan cepat ia melepaskan semua barang belanjaannya dan menghampiri Andhara.
"Akhirnya kau sadar sayang, kau tau kami sangat khawatir. Apakah kau butuh sesuatu? atau ada yang sakit, Mama akan panggilkan dokter," tanya Liana beruntun karena sangat senang Andhara telah sadar.
Andhara hanya tersenyum manis, seraya menggelengkan kepalanya pelan.
"Mama minta maaf sayang," ucap Liana.
"Aku yang seharusnya meminta maaf,"
"Tidak, Mama yang menyebabkan kamu seperti ini, jika saja Mama menerima mu lebih awal dan tak memasukkan Leyna kedalam hubungan kalian, kamu tidak akan mengalami semua ini,"
Mendengar perkataan mertuanya, Andhara langsung teringat sesuatu, dia melihat Ezra.
"Anak kita? bagaimana keadaannya, dia baik-baik saja kan?"
Ezra langsung mengangguk dengan cepat.
"Anak kita baik-baik saja sayang"
Andhara langsung tersenyum senang.
"Tapi kamu harus istirahat total nak, kehamilan mu masih sangat rentan, mulai sekarang Mama akan menjaga dan mengurus mu" Ucap Liana sambil membelai rambut menantunya.
Andhara terlihat sangat bahagia, dia tersenyum dan mengangguk senang.
Setelah kurang lebih 5 hari Andhara dirawat di rumah sakit, dan keadaannya semakin membaik, dokter akhirnya mengizinkan Andhara untuk pulang.
***
Di kediaman Antares Liana dan Caroline terlihat sudah bersiap menyambut kedatangan Andhara, mereka sudah mempersiapkan kamar tidur yang berada di lantai bawah.
Karena Andhara tidak mungkin tidur di kamar Ezra yang berada di lantai atas, mengingat kehamilannya yang lemah tidak memungkinkan nya untuk naik turun tangga.
Sehingga mereka memindahkan semua baju Ezra ke sana, sementara baju Andhara yang berada di Apartemen telah diantar oleh Adnan, Andhara telah bersiap dengan dibantu oleh Ezra.
Kebetulan ini adalah hari Sabtu, sehingga suaminya itu bisa membantu Andhara pulang ke rumah.
Andhara pun pulang dengan di antar oleh Ezra, saat sampai di rumah. Andhara di sambut oleh mertua, adik iparnya dan tentu saja Ayana.
Saat turun dari mobil, Andhara bisa melihat jika Mertua, Adik Iparnya dan sang Anak sudah menunggunya
__ADS_1
Andhara turun dari mobil dengan dibantu oleh Ezra, dan ia pun duduk di kursi roda seperti saran Dokter.
Andhara melihat Ayana turun dari gendongan Mertuanya dan Ayana berlari dengan cepat dan ia segera memeluk Andhara sambil menangis.
"Hiks...hiks... Mama nggak pulang karena sakit ya Ma? Aya mau ikut Mama nginap di rumah sakit, tapi kata Nenek anak kecil nggak boleh nginap di Rumah sakit makanya Aya nggak nginap. Mama sakit sampai nggak bisa jalan ya Ma hiks... hiks...?" tanya Ayana membuat Andhara tersenyum.
"Mama nggak papa kok sayang, sebentar lagi juga sembuh," ucap Andhara berusaha menenangkan Ayana.
Karena tangis Ayana tak kunjung reda setelah mendengar penjelasan Andhara, akhirnya Ezra pun menggendongnya dan mencoba menenangkannya.
Beberapa Minggu Berlalu.
Kehamilan Andhara yang sudah menginjak bulan ketiga berjalan baik, walaupun terkadang masih harus merasakan morning sickness namun tidak sesering pada bulan sebelumnya.
Hari ini mereka berencana untuk pergi melakukan USG, agar bisa mengetahui jenis kelamin dari buah hati mereka.
Ezra pun sengaja pulang cepat karena ingin menemani sang istri, mereka pergi ke salah satu rumah sakit milik keluarga Antares.
***
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka berdua sampai di salah satu rumah sakit terkenal di sana.
Saat ini keduanya melangkahkan kakinya menuju ruang praktek Dokter kandungan terbaik yang dimiliki Rumah Sakit.
Sepanjang jalan saat keduanya melangkahkan kakinya melewati koridor rumah sakit, para pegawai dan orang yang berada di sana menatap ke arah Ezra dan Andhara dengan tatapan kagum.
Ezra juga tersenyum saat para karyawan di sana menyapanya, tidak seperti dulu Ezra hanya menganggukkan kepalanya dan menunjukan ekspresi wajah dinginnya kepada orang yang menyapanya.
Keduanya pun sudah sampai di depan ruang praktek Dokter kandungan dan suster mempersilahkan Ezra dan Andhara untuk masuk.
Hari ini mereka memang sengaja datang akhir karena tidak akan ada yang menganggu nya jika mereka memiliki berapa pertanyaan pada Dokter tersebut.
Ezra menjabat tangan Dokter tersebut, nama dokter ini adalah Dokter Hendrick, ia merupakan dokter kandungan terbaik di rumah sakit ini.
"Kita langsung periksa aja ya, mau lihat perkembangan janinnya!" ucap Hendrick. la meminta Ezra menuntun Andhara untuk berbaring.
Ezra dengan sigap membantu Andharaberbaring di ranjang sambil mengelus pipi Andhara.
Dokter tersebut pun menaruh gel di atas perut Andhara, yang berfungsi agar alat pendeteksi bisa bekerja dengan maksimal.
Kemudian Hendrick menggerakkan alat USG nya, dan memeriksa kondisi janin Andhara. Hendrick nampak serius memperhatikan layar monitor di samping nya.
Selang beberapa menit, Hendrick pun sudah selesai memeriksakannya. Ezra membantu Andhara untuk merapikan bajunya dan kembali duduk ke tempat semula.
__ADS_1
"Bagaimana janinnya dok?" tanya Andhara.
"Janin ibu sangat baik, perkembangan nya juga normal. Saat melakukan USG tadi, saya melihat jika di rahim ibu terdapat dua kantung rahim. Yang berarti ibu sedang mengandung bayi kembar," ucap sang Dokter.
"Kembar!!" ucap Ezra dan Andhara bersamaan.
"Iya Pak, Bu. Selamat kepada kalian, karena ini kehamilan kembar, saya saran kan untuk lebih ekstra hati-hati dalam melakukan aktifitas,"
"Jenis kelamin mereka dok?" tanya Ezra.
"Laki-laki dan Perempuan Pak,"
Ezra dan Andhara sangat senang dengan kabar yang tak terduga ini, mereka sangat bersyukur telah diberi karunia ini.
"Terimakasih Dok, kalau begitu kami permisi," pamit Ezra.
Di sepanjang jalan senyum Andhara tak pernah pudar, rasa bahagia yang sangat dalam membuatnya terus tersenyum, sementara Ezra yang mengemudi pun tak kalah senangnya.
Sebelah tangannya terus menggenggam erat tangan Andhara dan kadang menciuminya.
Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai di kediaman Antares, Andhara sudah tak sabar memberitahu kabar gembira ini kepada Mertuanya.
Saat di dalam Andhara melihat Liana tengah bersantai di taman belakang. Ia pun segera menghampiri Liana.
"Assalamualaikum Ma,"
"Waalaikumsalam, kalian udah pulang ternyata. Sini duduk!"
Andhara pun duduk di sebelah Liana, dari arah belakang Caroline pun muncul dengan setoples cemilan kesukaannya.
"Loh Kak Andhara udah pulang ternyata," ucap Evelyn.
"Udah dek, kebetulan kamu juga di sini. Aku ada berita gembira untuk kalian berdua,"
"Apa tuh Kak?"
"Hasil USG tadi, dokter bilang kalau kandungan aku sehat dan perkembangan janinnya juga bagus,"
"Alhamdulillah," ucap Liana dan Caroline.
"Masih ada satu lagi," Andhara mengeluarkan amplop putih yang berisikan hasil USG nya tadi dan memberikannya pada Liana.
"Apa ini Ra?" bingung Liana.
__ADS_1
Akhirnya up lagi guys, maaf kalau lama nunggu. sambil nunggu up di sini, kalian bisa mampir ke novel ku yang udah tamat.