Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
58. Benci Rumah Sakit


__ADS_3

"Ezra, bangun nak," ucap Kakek Yuda.


Ezra yang melihat kedatangan Kakek Yuda, segera memeluknya dan meluapkan tangisannya di sana.


Tangisan Ezra yang sangat pilu, baru kali ini ia menangis seperti itu. Setelah terakhir saat kepergian sang Ayah untuk selamanya.


Kakek Yuda pun juga berusaha untuk tegar dan menenangkan cucu menantunya tersebut, walaupun saat ini ia sama khawatir nya dengan Ezra.


"Kuatkan dirimu Ezra, Kakek yakin Andhara akan melewati semua ini," ucap Kakek Yuda.


"Maafkan Ezra kek, yang tidak bisa menjaga Andhara dengan baik," sesal Ezra.


"Ini bukan salah mu nak, semua sudah kehendak yang di atas. Berdoalah semoga Istri mu bisa kembali seperti semula."


Mendengar perkataan Kakek Yuda, Ezra sudah merasa lebih tenang. Ia melepaskan pelukannya dari sang Kakek, kemudian beralih menatap ke arah Andhara dari pintu.


Beberapa saat kemudian, datanglah Liana yang menghampiri sang anak dengan tergesa-gesa. Bahkan karena khawatir dengan keadaan menantunya itu, Liana hanya memakai pakaian rumahnya.


"Ezra bagaimana keadaan Andhara saat ini? Dia baik baik saja kan?" tanya Liana setelah sampai.


Ezra menggeleng, "Andhara kritis Ma, harus nunggu 2 kali 24 jam. Kalau setelah itu Ara belum sadar, maka Dokter harus mengangkat paksa rahim Ara Ma," jelas Ezra.


Penuturan yang Ezra katakan, membuat lutut Liana seakan lemas dan tak kuat berdiri. Jika tubuhnya tidak segera di topang oleh Ezra, mungkin Liana sudah terjatuh di lantai.


"Kenapa, kenapa semua ini bisa terjadi Ez?" tangis Liana pun pecah.


"Kenapa harus Andhara,"


"Ma tenanglah, saat ini Ezra sudah menyuruh Adnan untuk menyelediki semua ini, Ezra juga tidak akan pernah melepaskan orang yang sudah berniat menyakiti istri Ezra," ucap Ezra.


Ezra kemudian memeluk erat Liana, rasa bersalah nya kembali muncul saat melihat Mamanya yang sudah menangis di pelukannya.

__ADS_1


Malam pun tiba, dan Andhara sama sekali tak menunjukkan perkembangan apapun. Hal tersebut juga semakin menambah kekhawatiran Ezra dan yang lainnya.


Akhirnya mereka bertiga pun memutuskan untuk melihat sejenak kondisi dari Andhara, setelah masuk mereka sangat sedih dengan kondisi Andhara saat ini.


Terlebih sang Kakek, ia hanya tidak menyangka jika cucunya akan berada di tempat yang ia benci.


Bukan tampa alasan Andhara membenci rumah sakit, ini semua di karena kan kejadian yang menimpa neneknya.


Setelah dokter mengatakan jika mereka tidak bisa menyelamatkan nyawa sang nenek, membuat Andhara sangat sedih waktu itu.


Sampai suatu ketika, dia mendengar para perawat membicarakan tentang kematian seorang nenek karena kelalaian dari dokter saat itu.


Yang ternyata yang mereka maksud adalah nenek dari Andhara, mereka bilang jika saat itu sang dokter memilih mengangkat telpon saat sedang menangani nenek Andhara.


Alhasil fokus dokter tersebut pecah dan tidak bisa memulihkan keadaan pasien, dan dokter yang memutuskan untuk menyerah pada nenek Andhara.


Padahal waktu itu masih bisa di usahakan, tapi sang dokter lebih mementingkan kepentingan pribadi nya sendiri daripada nyawa seseorang.


Keadaan nya yang seperti itu membuat sang kakek khawatir, akhirnya Kakek Yuda memutuskan untuk mencari tahu penyebab perubahan sikap dari sang Cucu.


Tak butuh waktu lama, Kakek Yuda pun sudah mengetahui semuanya. Saat itu ia merasa sangat sedih, tapi ia tetap mencoba mengikhlaskan kepergian dari sang istri.


Kakek Yuda pun berharap jika kejadian yang menimpa istrinya tidak terjadi pada orang lain, setelah Kakek Yuda memberikan pengertian kepada Andhara.


Andhara pun dengan perlahan mengikhlaskan semuanya, ia sudah ingin di periksa oleh dokter. Walaupun itu hanya dokter pribadinya, dan juga Andhara tidak pernah sekalipun ingin menginjakkan kaki di rumah sakit jika ia sakit.


Tapi sekarang ia malah yang terbaring lemah, di rumah sakit yang ia benci. Kakek Yuda mencoba untuk tegar agar tidak meneteskan air matanya.


Dari arah luar, Adnan datang dengan tergesa-gesa. Adnan pun mengajak Andhara untuk berbicara di luar ruang perawatan Andhara.


Saat sampai di luar, Adnan pun mengatakan jika mereka sudah menemukan dalang dari semua yang menimpa Andhara dan calon anaknya.

__ADS_1


Ezra pun memutuskan untuk pergi secara langsung dan bertemu dengan orang yang sudah berani berurusan dengan nya bahkan berani menyakiti orang yang ia sayangi.


Baru saja Ezra akan masuk dan meminta izin, tiba tiba Liana dan Kakek Yuda sudah keluar. Setelah mendapat kan izin dari mereka berdua, Ezra dan Adnan pun meninggalkan rumah sakit.


Perjalanan yang di tempuh oleh Ezra dan Adnan untuk sampai ke tempat orang tersebut berada, membutuhkan waktu sekitar 30 menit.


Setelah mereka sampai, mereka berdua di sambut oleh para bawahan dari Adnan, yang ia tugas kan untuk menjaga tempat tersebut sampai ia kembali.


Dengan cepat Adnan menunjukkan arah tempat penyekapan orang yang di duga dalang dari kecelakaan yang menimpa sang Istri dan calon anaknya itu.


Akhirnya mereka tiba di sebuah lorong dan segera memasuki ruangan yang berada di lorong tersebut.


Semua penjaga yang berada di sana menyambut kedatangan kedua bos mereka, Adnan memerintahkan salah satu dari mereka untuk membuka penutup kepala orang itu.


Bisa di lihat dari postur tubuh nya, orang sudah tau jika yang di tangkap adalah seorang wanita. Ezra pun di buat berpikir tentang wanita tersebut.


Pasalnya ia tidak pernah dekat dengan wanita manapun, jadi bagaimana ia bisa menyakiti perasaan wanita.


Seketika pikirannya tertuju pada Leyna, tapi dengan cepat Ezra menyingkirkan pikiran negatifnya. Ezra menganggap jika Leyna tidak mungkin melalukan hal sekeji ini pada Andhara dan calon anaknya.


Saat penutup wajah pelaku dibuka mata Ezra terbelalak menatap orang yang berada didepannya, sedangkan Adnan hanya bisa terdiam dan juga menunjukkan amarahnya.


Untung saja Adnan masih bisa mengontrolnya, karena jika ia lepas kendali. Mungkin saat ini orang tersebut tidak akan bisa bertemu dengan Ezra dalam keadaan sehat atau bisa saja dia sudah menghabisi orang yang ada didepannya itu.


"Hahahaha... kalian pasti terkejut kan melihatku.., ini kejutan besar untuk kalian yang telah berani mengganggu kesenangan dan hidupku." Suara pelaku itu begitu nyaring sampai memenuhi isi ruangan yang tertutup itu.


"Dasar kau memang wanita********, kenapa kamu bisa melakukan ini kepada Andhara....? Seharusnya aku menyadari dari dulu bahwa kamu memang orang yang sangat jahat, gerak-gerikmu sangat mencurigakan dari awal kau bertemu dengan Andhara dan matamu memandang Andhara sangatlah penuh makna kejahatan." teriak Ezra yang sudah sangat marah


Sambil nunggu up, jangan lupa mampir ke sini juga yuk!


__ADS_1


__ADS_2