Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
43. Firasat Kakek Yuda


__ADS_3

Walaupun tanpa pengawal pun Ezra tetap menarik perhatian dengan prestasi nya di dunia bisnis yang sangat populer serta ketampanan yang membuat para kaum hawa jatuh hati padanya.


Ezra juga tidak terlalu bergantung pada para pengawal nya, meskipun ia tau mereka mampu untuk melindunginya.


Tapi Ezra yang notabene adalah atlet pencat silat dan takewondo serta pemegang sabuk hitam, ia bisa mengatasi jika hanya hal sepele.


Ezra bahkan menempatkan beberapa pengawal untuk mama dan sang adik, ini sudah menjadi tugasnya setelah sang ayah pergi. Sebisa mungkin ia akan menjamin keselamatan keluarga dan orang yang ia cintai.


Setelah melihat Andhara yang sudah hilang di balik gerbang, Ezra bergegas pulang. Sesampainya di apartemen ia segera mencari keberadaan adiknya. Karena dari luar dia sudah memanggilnya tapi tidak ada jawaban.


Ternyata sang adik sedang berada di dapur, di tangannya ia menggenggam setoples penuh cemilan kesukaannya yang telah di buatkan oleh kakak iparnya tadi. Sedangkan mulut Caroline masih sibuk dengan cemilan yang makannya.


"Astagfirullah Lin, kamu bikin kakak khawatir saja," ucap Ezra.


"Kenapa kak?" Caroline menatap bingung sang kakak yang menampilkan wajah cemas.


"Kamu kakak panggil dari tadi nggak nyahut, kakak kira kamu kenapa-kenapa,"


"Maaf kak, suara kakak nggak sampai di dapur hehe," ucap Caroline cengengesan.


"Yuk kak ke ruang tamu temenin aku nonton dan ceritain apa yang terjadi, kenapa kakak bisa lama,"


Caroline pun menarik sang kakak ke ruang tamu, mereka berdua duduk berdampingan. Caroline mulai menatap serius sang kakak, Ezra yang di tatap seperti itu mengerti maksud dari adiknya tapi ia tak ingin memberitahu yang sebenarnya.


Bukan sengaja ingin menyembunyikan kejadian tadi dari sang adik, tapi ia tidak ingin adiknya itu khawatir tentang kakak iparnya.


Dan juga ia bisa menebak jika kejadian tadi di ketahui oleh sang Adik, maka adiknya akan berpikir jika orang tersebut suruhan Mama mereka.


Ezra pun tak menampik jika ia juga curiga terhadap sang Mama, tapi walaupun bagaimana pun Liana juga adalah mama kandung yang melahirkan mereka. Ia tak bisa menuduh sembarangan tanpa bukti.


"Kak cepetan ceritain kenapa kakak bisa lama banget nganterin kakak ipar!" desak Caroline.


"Macet sayang," elak Ezra.


"Bohong, pasti ada yang kakak sembunyikan dari Caroline. Nggak mungkin jam segini jalanan masih macet, udah mau magrib juga," kesal Caroline.


"Serius Lin, nggak ada yang perlu di khawatirin. Tadi cuman ada preman kecil aja,"


"Preman? Terus kakak sama kakak ipar nggak papa kan, ngga ada yang luka kan?" khawatir Caroline.

__ADS_1


"Kakak sama kakak ipar mu nggak papa sayang, dia udah di rumah sekarang,"


"Ini pasti suruhan Mama deh, Caroline yakin," tebak Caroline.


"Nggak boleh nuduh sembarangan Lin, lagian kamu ngga ada bukti untuk nuduh Mama,"


"Bagaimana Caroline tidak curiga, mama itu benci banget sama kakak ipar. Dia bahkan ngatain kakak ipar perempuan nggak jelas asal-usulnya, gimana ngga curiga aku," jelas Caroline panjang lebar.


"Sudah tidak baik memfitnah orang, apalagi itu mama kita sendiri Lin. Sudah yah kakak mau ke kamar dulu mau istirahat, capek seharian,"


Ezra pun berlalu pergi menuju ke kamarnya meninggalkan Caroline sendiri di sana, dia masih berpikir jika orang yang mencegat kakak iparnya tadi adalah suruhan sang Mama.


Di tempat lain, tepat nya di keadiaman Auriga, kepulangan Andhara disambut dengan kakek Yuda yang berlari kecil keluar dari kamarnya.


Kakek Yuda menghampiri Andhara dengan raut wajah khawatir yang membuat Andhara bingung.


"Loh kakek kenapa, kok sampe lari gitu liat Ara?"


"Kamu nggak papa kan sayang?" bukannyaenjawab pertanyaan sang cucu, kakek Yuda malah Balik bertanya.


"Aku? Aku baik baik saja kek, memangnya aku kenapa?" bingung Andhara.


Melihat raut wajah khawatir kakeknya, Andhara pun menuntun sang kakek untuk duduk di sofa dan ia berlalu mengambil air putih untuk kakeknya. Setelah cukup tenang Andhara pun mulai bicara pada kakeknya.


"Kakek Andhara tidak kenapa-kenapa, buktinya Ara di sini sama kakek," ucap Andhara berharap mengurangi rasa khawatir kakeknya.


"Beneran nggak papa kan Ra? Di jalan kamu nggak kena musibah atau apa pun itu kan?" tanya kakek Yuda memastikan.


"Iya kek Ara nggak papa, yaudah sekarang kakek istirahat yah," ucap Andhara yang di balas anggukan dari kakek Yuda.


Setelah kakek Yuda masuk ke kamarnya, Andhara menghela nafasnya.


Ternyata keputusannya untuk merahasiakan kejadian tadi sangat tepat, entah apa jadinya jika sang kakek tau, hanya dengan firasat nya saja sudah membuat kakeknya itu sangat takut dan khawatir.


Karena sangat lelah Andhara akhirnya menuju ke kamarnya, Andhara langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


25 menit kemudian Andhara telah selesai mandi dan kini ia akan memakai krim malam dan berbagai perawatan malamnya.


Tapi di sela aktifitas nya itu ponselnya tiba tiba berdering, di layar ponselnya tertera nama "Honey", nama tersebut membuatnya terkikik geli.

__ADS_1


Pasalnya yang menelpon nya saat ini adalah sang kekasih, entah sejak kapan Ezra mengubah namanya di kontak Andhara.


Andhara pun mengangkat nya dengan speaker yang menyala karena ia sedang memakai krim malamnya.


"Halo, Assalamualaikum Mas,"


"Waalaikumsalam sayang,"


"Ada apa mas tumben telpon malam malam,"


"Emang nggak boleh?"


"Boleh mas, cuman tumben aja,"


"Yaudah kalau gitu, mulai besok dan seterusnya sampai kita udah mau nikah, mas akan telpon kamu setiap malam," ucap Ezra.


"Mas mikirnya kejauhan,"


"Oh iya sayang, tadi saat kamu pulang kamu ngga di tanyain apa apa kan sama kakek?" tanya Ezra.


"Lebih dari itu Mas,"


"Maksudnya?"


"Jadi gini loh, pas aku masuk tuh tiba tiba kakek tuh lari keluar kamar nyamperin aku. Aku kaget dong mas aku kira kakek kenapa gitu, pas sampai di depan aku, aku tanya dong, kakek kenapa? terus si kakek bukannya jawab malah nanya balik. Dia nanya apakah aku baik baik saja, mukanya kakek loh mas khawatir banget mana pucat lagi. Aku berusaha nenangin dong, aku dudukin kakek di sofa terus ku kasi air putih. Setelah itu aku coba jelasin pelan pelan kalau aku baik baik saja, akhirnya kakek percaya terus aku suruh dia buat tidur," jelas Andhara.


"Pasti kakek ngerasain kalau kamu itu dalam bahaya, yah namanya juga ikatan batin antara kakek dan cucunya. Karena bagaimanapun hanya kamu yang kakek Yuda punya saat ini, jadi dia tidak ingin terjadi apa apa padamu." ucap Ezra.


"Iya mas, aku janji akan lebih jaga diri dan waspada agar aku tidak merepotkan kakek dan kamu lagi,"


"Mas nggak ngerasa di repotin sayang, mas hanya ingin menjadi tempat kamu bersandar dan menjadi orang yang melindungi mu,"


"Makasih mas," ucap Andhara terharu.


"Sama sama, yaudah kamu tidur yah udah malem. Good night Honey, mimpi indah,"


"Good night to Honey,"


Author ada rekomendasi Novel yang bagus untuk kalian baca, judulnya The Realm Of Cultivation. untuk kalian yang suka genre seperti ini bisa mampir,

__ADS_1



__ADS_2