
"Aku panik karena dirimu," jawab Ezra.
"Aku? Memangnya aku kenapa Mas?" bingung Andhara.
"Perasaanku tidak enak sejak kau meminta izin untuk ke toilet, terlebih lagi kau sangat lama di sana. Jadi kuputuskan untuk mencari mu, aku hanya takut terjadi sesuatu padamu sayang," jelas Ezra.
"Sudahlah Mas, tidak perlu dipikirkan lagi aku tidak apa-apa," ucap Andhara berusaha menenangkan Ezra.
"Apa kamu yakin kau tidak apa-apa?" tanya Ezra lagi.
"Ya Aku yakin, buktinya sekarang aku berdiri di depan Mas. Jadi itu artinya aku tidak apa-apa,"
"Sudahlah Mas, Ayo saatnya kita kembali ke acaranya, tidak enak jika kamu menghilang di tengah cara. Nanti orang berpikir yang aneh-aneh tentangmu," ajak Andara agar Ezra berhenti khawatir tentang dirinya.
Akhirnya Ezra dan Andhara kembali dan berkumpul dengan para rekan bisnis Ezra, Andara memutuskan untuk tidak menceritakan kejadian di toilet tadi, karena dia beranggapan jika kejadian tersebut hanya keisengan semata atau kejahilan dari orang lain.
Bahkan jika itu bukan keisengan orang lain, ia juga tak terlalu ambil pusing. Toh karena jika minuman itu bermasalah, maka ia akan terkena efeknya sekarang.
Namun terbukti ia sekarang baik-baik saja dan tidak merasakan efek apapun setelah meminum minuman tersebut.
Acara berlangsung sangat meriah, silih berganti para pebisnis tersebut mengucapkan selamat kepada tuan rumah atas pertunangan putri mereka.
Tak lupa Ezra juga memberikan selamat dan doa untuk kedua pasangan tersebut.
Tuan rumah atau rekan bisnis dari Ezra yang pertama kali melihat Andhara pun langsung menanyakan hal tersebut pada Ezra.
"Terima kasih atas ucapan dan doanya pak Ezra," ucap rekan bisnis Ezra.
"Sama sama pak," jawab Ezra.
"Oh yah pak Ezra, begini saya ingin bertanya. Apakaj seseorang yang sedang mendampingi bapak adalah kekasih bapak?" tanyanya.
"Oh, Perkenalkan dia adalah Istri sah saya, Andhara Auriga," ucap Ezra.
Andhara pun mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan rekan bisnis suaminya itu.
"Auriga? sepertinya saya familiar dengan nama tersebut," ucapnya sambil berpikir.
Sementara Ezra dan Andhara hanya saling pandang dan tersenyum tipis mendengar penuturan rekan bisnisnya.
"Oh saya ingat, Istri Pak Ezra adalah pemilik perusahaan AzFarah Grup kan? Pewaris tunggal dan sedang menghebohkan dunia perbisnisan." tebaknya.
__ADS_1
"Tebakan Anda betul sekali," jawab Ezra.
"Suatu kehormatan bagi saya atas kedatangan Nona," ucapnya sopan.
"Bapak tidak perlu terlalu sopan," ucap Andhara.
"Kalau begitu kami pamit pulang Pak," ucap Ezra.
"Baik terima kasih atas kedatangannya,"
Setelah berpamitan, Ezra dan Andhara pun akhirnya pulang. Di perjalanan, Ezra bertanya alasan Andhara sangat lama di toilet.
Saat akan menjawabnya, tiba tiba perut Andhara terasa sangat sakit. Sampai sampai ia mencengkram erat sebelah tangan suaminya.
Ezra yang melihat Andhara kesakitan, menjadi sangat panik. Dengan cepat Ezra melajukan mobilnya ke arah rumah sakit, untungnya mereka tidak terlalu jauh dan sudah dekat dengan arah rumah sakit.
Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di rumah sakit. Keadaan Andhara saat ini sangat memprihatinkan, membuat Ezra tambah khawatir.
Karena Andhara saat ini sangat kesakitan dan beberapa kali meneteskan air matanya, dengan cepat Ezra mengangkat tubuh Andhara dan berlari masuk kedalam rumah sakit.
Setelah bertemu dengan dokter, dokter pun memerintahkan Ezra untuk memasukkan Andhara ke ruang ICU.
Para perawat tersebut menyuruhnya untuk tetap menunggu diluar, setelah pintu tertutup Ezra tak berhentinya mengucapkan doa agar diberi keselamatan untuk istri dan bayinya.
Agar kondisi kuduanya baik-baik saja, dengan perasaan cemas Ezra menunggu hasil dari pemeriksaan dokter, setelah beberapa menit kemudian dokter pun keluar dan memberitahu Ezra sesuatu yang mengejutkan.
"Apakah anda suaminya Nona Andara?" tanya sang dokter.
"Ya Saya sendiri Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Ezra.
"Sebelumnya saya ingin bertanya, apakah istri anda telah meminum sesuatu?"
"Setahu saya tidak ada dok, karena selama saya bersamanya, dia tidak minum apapun," jelas Ezra.
"Kondisi dari Istri anda saat ini sangat memprihatinkan, menurut hasil pemerikasaan tadi, istri anda sudah diberikan sebuah bubuk yang berbahaya untuk keselamatan janin dan istri anda sendiri," kata dokter tersebut.
"APA!! Bagaimana mungkin dokter, saya tidak pernah melihat istri saya meminum sesuatu kecuali jus yabg ia bawa dari rumah dan itu juga adalah buatannya sendiri,"
"Itu semua akan terbukti jika hasil laboratorium sudah keluar, saat ini kami tidak bisa memastikan semuanya. Dikarenakan kondisi pasien yang sedang tak sadarkan diri," ucap sang Dokter.
"Apa yang harus saya lakukan dokter, saya tidak ingin kehilangan Istri dan calon bayi kami," ucap Ezra khawatir.
__ADS_1
"Bapak tenang saja, kami juga akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa menyembuhkan Nona Andhara," ucap dokter.
"Jadi istri saya masih belum sadar dok?" tanya Ezra.
"Belum tuan, Istri anda masih harus di pantau sampai ia melewati masa kritis nya,"
"Baiklah dokter, terima kasih," ucap Ezra.
Setelah kepergian sang Dokter, Ezra pun mulai menatap sang istri yang sedang terbaring lemah di ranjang perawatan dengan berbagai alat yang sudah berada di tubuhnya.
Dunia Ezra seakan hancur seketika, ia tak sanggup melihat Andhara yang tak berdaya seperti sekarang.
Ezra terduduk lemah di lantai depan ruangan ICU, dia meraih ponselnya dan segera menghubungi sang Mama.
Ezra memberi tahu jika saat ini Andhara sedang berada di ruang ICU, dan meminta sang Mama untuk segera datang.
Liana yang mendengar hal tersebut langsung berangkat ke rumah sakit, dan tak lupa ia mengabari Kakek Yuda juga.
Dan kebetulan Kakek Yuda sedang ada urusan dengan kliennya di sebuah restoran yang tak jauh dari rumah sakit tempat Andhara di rawat.
Setelah menerima kabar dari Liana, Kakek Yuda segera berpamitan kepada sang Klien, karena kebetulan urusan mereka juga telah selesai.
Setelah berpamitan dengan Kliennya, Kakek Yuda segera memerintahkan asistennya untuk mengantarkan nya ke rumah sakit.
"Maaf sebelumnya kek, kenapa kita ke rumah sakit? dan kenapa wajah kakek sangat panik?" tanya sang Asisten
"Cucu saya masuk rumah sakit, dan kebetulan rumah sakitnya berada di dekat sini,"
Sang Asisten pun tidak bertanya lagi, dan segera melajukan mobil mereka ke rumah sakit.
Tak butuh waktu lama, Kakek Yuda pun telah sampai di rumah sakit. Karena telah diberi tahu oleh Liana, jika sang cucu berada di ruang ICU. Tanpa pikir panjang Kakek Yuda langsung menuju ruang ICU.
Setelah sampai di ruang ICU, dia mendapati cucu menantu nya sedang menangis di depan pintu ICU.
Penampilan Ezra saat ini sangat berantakan, di tambah matanya yang sembab akibat menangis. Kakek Yuda pun segera menghampiri cucu menantu nya itu.
**Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader😂
Mampir ke novel ini juga yuk**!
__ADS_1