Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
46. Firasat dari Andhara


__ADS_3

Tapi sudah berulang kali ia coba tetap saja ia tak bisa menghubungi sang putri, hingga saat selesai Liana menelpon kantor Ezra, ia pun mencoba untuk menelpon Kembali Caroline berharap putrinya itu mengangkat telponnya.


Sepertinya harapan Liana terkabulkan, karena Caroline sudah mengangkat telponnya. Caroline juga berjanji jika ia akan pulang setelah perasaannya membaik. Awalanya Liana tidak setuju dan ingin putrinya itu pulang sekarang juga.


Tapi berkat ancaman dari Caroline, yang mengatakan jika sang Mama memaksanya pulang sekarang, maka ia akan menghilang sepenuhnya dari hadapan Sang Mama.


Caroline memberi pilihan antara, ia pulang dengan kemauannya sendiri atau pulang dengan paksaan tapi ia akan menghilang selamanya dari hadapan sang Mama.


Dengan berat hati Liana menyetujui permintaan dari Caroline, yang terpenting untuknya saat ini adalah kepulangan dari putri bungsunya itu.


Kembali ke ruangan Ezra, saat ini Ezra tengah menatap Andhara yang sudah terlelap di sofa ruangannya. Saat teringat masalah tadi, ia Kembali merasa bersalah pada kekasihnya itu.


Ezra pun sudah berusaha sekuat tenaga untuk memberi pengertian kepada mamanya jika Andhara adalah pilihan yang terbaik untuknya, tapi tetap saja di tolak.


Entah cara apa lagi yang harus ia gunakan, di tengah lamunannya ia melihat jika Andhara bergerak gelisah di tidurnya. Ezra merasa jika Andhara tidak nyaman tidur di sana, tapi perkiraannya salah.


Andhara kini memanggil manggil nama Anaya, dan ia sudah mulai berkeringat sangat banyak. Saat ini Andhara tengah bermimpi buruk tentang Anaya, Ezra pun mencoba membangunkannya.


Ezra mencoba memanggilnya dan mengusap lembut wajah Andhara, itu pun berhasil membangunkan Andhara. Andhara terbangun dengan nafas yang terengah-engah, ia terlihat syok.


Ezra pun mengambilkan air minum untuknya, dengan lembut membantu Andhara untuk minum. Setelah itu Ezra mencoba membuat Andhara tenang dan menceritakan mimpinya kepadanya.


“Sayang, apa kau bermimpi buruk?” tanya Ezra.


“Anaya Mas, akun impi dia … dia … “ Andhara tak bisa melanjutkan perkataannya karena sudah menangis Kembali.


“Kenapa dengan Anaya sayang?”


“Dia … diaa … “


“Tenanglah sayang, itu hanya mimpi. Jadi tak perlu takut,” ucap Ezra meyakinkan Andhara.


“Aku mimpi dia ninggalin aku mas, di pergi menyusul kedua orang tua kandungnya, aku nggak mau mas,” ucap Andhara di sela isak tangisnya.


Ezra yang memeluk Andhara, hanya bisa menepuk pelan kepala Andhara dan mengusapnya, Ezra tak menyangka jika perasaan Andhara sangat terhubung dengan Anaya yang bukan darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


Belum habis masalah dirinya dengan sang Mama, kini ia juga mendapatkan mimpi tentang anak angkatnya itu.


‘perasaan kalian terhubung satu sama lain, bahkan ini mungkin melebihi ikatan dari keluarga kandung. Rasa sayang mu begitu besar pada Anaya sayang, akan ku lakukan apapun untuk melindunginya dan mimpimu itu tak akan pernah terwujud selama masih ada aku,’


“Ku antar pulang ya sayang, kamu perlu istirahat,” ucap Ezra.


“Tapi Anaya bagaimana mas?”


“Anaya tidak kenapa kenapa sayang, ia sedang berada di panti sekarang.”


Andhara hanya mengangguk mengiyakan, dan ia pun menurut untuk di antar pulang.


Karena Ezra tidak bisa mengantarnya maka ia menyuruh Adnan untuk mengantar Andhara pulang, sebelum pergi ia mengatakan pada Adnan jika ia tidak perlu bertanya apapun pada Andhara nanti, biar dia yang menjelaskan padanya setelah mengantar Andhara.


Adnan pun mengerti dan segera keluar dari ruangannya menuju ke ruangan Andhara, saat membuka pintu Adnan sedikit syok dengan wajah Andhara.


Wajahnya nampak pucat dan bisa di lihat dari matanya jika saat ini dia sedang mengalami masalah dan tekanan.


Dengan cepat Adnan mengantarnya ke mobil, saat melewati ruangan kerja staff. Banyak dari mereka yang sangat khawatir dengan kondisi dari Andhara.


Dengan sopan Andhara menjawab bahwa ia tidak apa apa, mungkin hanya kelelahan dan butuh banyak istirahat, jadi karyawan di sana pun lega dengan jawaban yang diberikan oleh Andhara.


Selama di perjalanan Adnan hanya diam membiarkan Andhara untuk beristirahat, tak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai di kediaman Auriga. Adnan mengantar Andhara sampai ke depan pintu.


Saat pintu terbuka, nampak lah sang kakek yang sudah pulang dari kantornya. Ia pun khawatir dengan wajah pucat cucunya, dan segera membawanya ke dalam kamarnya.


Sementara Adnan menunggu kakek yuda Kembali, karena ia tahu pasti kakek yuda ingin bertanya kepadanya tentang kondisi Andhara.


Kakek Yuda pun telah Kembali, ia segara menanyakan tentang cucunya pada Adnan.


“Kenapa Andhara terlihat sangat pucat Adnan?”


“Saya pun tidak tau yang pasti kek, tapi saya yakin itu berhubungan dengan Anaya.” Tebak Adnan.


“Anaya? Kenapa dengannya?”

__ADS_1


Adnan pun menceritakan semua yang ia tau pada Kakek Yuda, sementara Kakek Yuda mendengarkan dengan saksama.


Mendengar cerita dari Adnan tentu membuat siapa saja terkejut, tak terkecuali Kakek Yuda.


Kakek Yuda yang sudah berada di dunia bisnis selama puluhan tahun, tidak menyangka jika ada pengusaha yang merencanakan pembunuhan terhadap karyawan dan keluarga kecilnya.


Bahkan kini anak mereka juga mencari incaran pengusaha itu, sungguh kejam.


“Apakah Andhara mengetahui hal tersebut?”


“Sepertinya belum kek, Ezra belum memberitahunya.”


“Kenapa?”


“Awalnya saya mengusulkan pada Ezra untuk segera membicarakan hal ini setelah urusan tadi selesai, tapi dia bilang jika akan memberitahu secara perlahan pada Andhara. Ezra hanya khawatir jika Andhara terlalu terbebani dengan itu dan menanggungnya sendiri, apalagi dari yang kita tau jika Andhara sangat menyayangi Anaya selayaknya anak kandung sendiri,” jelas Adnan.


“Anak itu memang sangat menyukai anak kecil, karena dari dulu dia sudah kehilangan kakak dan kedua orang tuanya. Jadi dia selalu merasa kesepian, sejak SMP dia mulai menyukai anak kecil dan bermain setiap waktu senggangnya. Tak heran jika dia pun ingin mengangkat Anaya menjadi anaknya,”


“Sebentar lagi Anaya akan menjadi anak dari Andhara setelah dia dan Ezra menikah,”


Mendengar itu membuat Kakek Yuda sedikit termenung, ia memang mengharapkan Andhara mendapatkan laki laki baik seperti Ezra.


Tapi yang menjadi pikirannya sekarang adalah sikap dari Mama Ezra, Kakek Yuda ragu jika Mama dari Ezra akan menyetujui pernikahan mereka berdua.


Adnan yang mengerti kekhawatiran Kakek Yuda mencoba untuk menyakinkan nya.


“Kakek tenang saja, Saya dan Adik dari Ezra akan membantu mereka Bersatu bagaimana pun caranya. Ezra sudah saya anggap sebagai saudara saya sendiri, dan Andhara sudah seperti adik bagi saya. Jadi kebahagian mereka berdua juga penting untuk saya,” ucap Adnan.


“Terima kasih Adnan, semoga kau mendapatkan jodoh yang baik seperti dirimu,”


Tenang aja Andhara, ada Mas Ezra yang melindungi mu dan Anaya. Calon imam yang baik❤️


Sambil nunggu up, mampir yuk ke novel ini


__ADS_1


__ADS_2