Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
66. si kembar Azzam dan Azura


__ADS_3

Saat merasa sudah cukup lama berbincang, Andhara memutuskan untuk pamit ke kamarnya dan beristirahat.


Ezra pun dengan sigap mengantar sang istri, tapi sebelum Andhara melangkah lebih jauh tiba- tiba celetukan Ayana membuat semua orang fokus pada Evelyn tak terkecuali Ezra.


"Mama kok ngompol," ucap Ayana.


Mendengar penuturan sang anak, Ezra pun memeriksa bagian bawah tubuh sang istri. Di sana keluar cairan melalui paha istrinya.


"Kita bawa Andhara ke rumah sakit!" ucap Ezra.


Wajah Andhara seketika memucat karena ia panik membuat semua yang berada di sana mencoba menenangkan Andhara, "Kak, tenang ya jangan panik!" ucap Caroline.


"Aduh, kok sakitnya baru kerasa sekarang," ucap Andhara.


Ezra yang melihat daster Andhara semakin basah membuatnya segera menggendong Andhara.


Ezra segera masuk kedalam mobilnya diikuti Liana dan. Sedangkan Caroline menyiapkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah sakit.


Ezra berada disamping Andhara dan ia melihat istrinya itu mencoba untuk tenang dan berusaha untuk tidak menunjukkan kepanikannya.


"Aduh... Mas..." ringis Andhara yang mulai merasakan sakit yang sangat luar biasa.


"Pak cepat sedikit!" pinta Ezra.


"Ara sayang tenang ya nak, sebentar lagi kita sampai nak!" ucap Liana.


Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Ezra segera turun dari mobil dan ia meminta pertugas rumah sakit agar segera membawa Andhara keruang bersalin.


Andhara saat ini didorong dan dibawa masuk ke ruang bersalin bersama bersama dokter keluarga Antares, Stefani.


"Mas Ezra mana? Saya mau ditemanin Mas Ezra, dok!" pinta Andhara.


"Sus minta suami pasien ini masuk!" ucap dokter Stefani.


"Iya Dok," ucapnya segera keluar memanggil Ezra.


Ezra memakai pakaian khusus dan ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan bersalin. "Mas Ezra mana?" lirih Andhara.


Raka mendekati Andhara dan menggenggam tangan Andhara dengan erat. "Pak Ezra lebih baik memberikan semanga kepada Nyonya Muda!" ucap Stefani.


"Semangat sayang, Mas di sini, Mas yakin kamu pasti bisa" ucap Raka sambil berusaha mengontrol rasa khawatirnya.


"Ayo Nyonya tarik nafas dan hembuskan perlahan!" pinta Stefani dan ia meminta Andhara melakukan hal yang sama. berulang-ulang.

__ADS_1


"Sakit... " ucap Andhara.


Raka mencium dahi Andhara dengan lembut "Ayo sayang!" ucap Ezra.


Andhara menarik napas panjang dan ia menghembuskan napasnya. Tiba-tiba terdengar suara tangis bayi yang saat ini telah berada ditangan Dokter Stefani. Ezra menatap takjub bayi yang berlumuran darah yang saat ini menangis kencang.


"Terimakasih sayang," bisik Ezra


Setelah dibersihkan Andhara nantinya akan segera dipindahkan ke ruang perawatan. Liana sangat khawatir dengan persalinan Andhara, karena mengingat ini adalah kali pertama Andhara melahirkan. Tapi untung saja Andhara telah melahirkan dengan proses yang tidak begitu lama.


Ezra keluar dari ruang bersalin dengan ekspresi bahagia membuat mereka semua penasaran dengan keadaan Andhara. "Ezra, gimana keadaan Andhara, anak kalian sudah lahir?" tanya Liana..


Ezra menganggukkan kepalanya tanpa menjawab. "Mereka sehatkan kan Kak?" tanya Caroline.


"Iya Lin, mereka berdua sehat," jawab Ezra dengan senyuman.


Liana meneteskan air matanya karena haru dan ia memeluk anaknya itu sambil mengucapkan selamat. "Selamat sayang udah jadi Ayah, Mama sangat bahagia," ucap Ezra.


"Iya Ma terimakasih," ucap Raka.


"Selamat Kak," ucap Caroline.


"Iya Dek terimakasih," ucap Raka.


"Mama sangat bahagia karena masih diberi kesempatan untuk melihat kamu bahagia dan punya anak," ucap Liana terharu.


"Siapa nama cucu pertama Mama?" tanya Liana melepaskan pelukannya kepada Ezra.


Raka ingat pembicaraanya bersama Andhara, istrinya itu meminta Ezra yang memberikan nama untuk anaknya. Jika anak mereka kembar perempuan, Ezra akan memberi nama Adeline Agatha Antares dan Anthea Agatha Antares. Dan jika anak mereka kembar perempuan dan laki-laki, Ezra akan memberi nama Azzam Reyhan Antares dan Azura Rena Antares.


"Namanya Azzam Reyhan Antares dan Azura Rena Antares," ucap Ezra membuat mereka semua kembali tersenyum.


"Azzam, Azura namanya bagus, Mama suka," ucap Liana menepuk bahu putra sulungnya itu.


"Caroline juga suka kak namanya," ucap Caroline.


Stefani keluar dari ruang bersalin sambil tersenyum. "Andhara sudah pindah ruangannya," ucap Stefani.


"Ayo kita ke ruangan Andhara!" ucap Ezra membuat mereka semua mengikuti Ezra memasuki lift.


Mereka sampai dilantai khusus keluarga pemilik Rumah Sakit ini, ruangan di kamar ini terlihat seperti rumah dengan kamar yang luas dan juga terdapat sofa tamu. Di sebelah kirinya juga terdapat ruangan bayi dan akan ada suster yang ditugaskan khusus untuk menjaga bayi dan juga ibunya jika para keluarga tidak bisa menginap di Rumah Sakit ini.


Ezra melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar perawatan Andhara dan ia duduk disamping Andhara diikuti Liana dan juga Caroline yang masuk dan mendekati Andhara. Sedangkan yang lainnya menunggu diruang tamu dan mereka akan bergantian masuk untuk melihat kondisi Andhara.

__ADS_1


Ezra memegang tangan Andhara dan menatap istrinya itu dengan tatapan dalamnya. Andhara telihat lelah dan Ezra menyeka sisa keringat Andhara yang berada didahinya.


"Selamat ya nak," ucap Liana menciun dahi Andhara.


"Selamat Kak," ucap Caroline tersenyum bahagia melihat kebahagian kakak iparnya ini.


"Makasi Ma, Lin," ucap Andhara tersenyum bahagia dan mengeratkan genggaman tangannya pada sosok yang saat sedang menatapnya dengan dalam.


Suster membawa bayi Azzam dan Azura masuk kedalam ruangan tempat Andhara dirawat. Bayi kembar itu menangis dan suster membaringkan Azzam terlebih dahulu disebelah Adinda dan Azura masih berada di tangan suster yang satunya.


Liana membuka kacing baju Andhara dan untuk pertama kalinya Andhara menyusui Azzam, setelah puas meminum asi Azzam pun terlelap.


Suster segera memindahkan Azzam ke dalam box bayi yang berada tak jauh dari Andhara, dan suster yang lain maju untuk meletakkan Azura di sebelah Andhara untuk diberi asi.


"Kenapa Mas kok ngeliatin sampai kayak gitu?" goda Andhara.


"Nggak nyangka aja Ra, dia kok bisa mirip banget sama sama Mas, sedangkan Azzam mirip sama kamu," ucap Ezra.


"Iya kayak ketuker ya kak, prince Azzam mirip Kak Andhara sedangkan princess Azura mirip Kak Ezra," ucap Caroline.


"Bagus dong biar adil," canda Liana.


"Ayana mana Mas?" tanya Andhara.


"Di Rumah, nanti Mama bawa kemari!" ucap Liana.


"Dia pasti senang banget adeknya udah lahir," ucap Andhara.


"Nanti bawa Ayana nginap disini saja Mas!" ucap Andhara.


"Ayana sama Mama aja ya Ra, kamu fokus sama pemulihan kamu. Lagian ada Caroline dirumah bisa jagain Ayana," ucap Liana.


"Iya Ma," ucap Andhara karena mungkin Ayana memang lebih baik berada di Rumah dari pada ikut menginap di Rumah Sakit.


Setelah beberapa hari pemulihan akhirnya Andhara sudah di perbolehkan untuk pulang, sesampainya di rumah para sahabat dan keluarganya memberikan kejutan untuk menyambut kepulangannya.


Andhara sangat senang karena semua nya berakhir dengan bahagia, ia yang dulu harus berjuang sendiri untuk hidupnya pada akhirnya dinikahi oleh CEO ternama. Namun pernikahan nya harus dirahasiakan dan ia sangat dibenci oleh mertuanya sendiri.


Tapi berkat kesabarannya, Andhara bisa melewati semua itu dan hasilnya hidupnya menjadi jauh lebih baik dan ia juga mendapatkan orang-orang yang sangat menyayanginya.


...END...


Akhirnya kisah Andhara dan Ezra selesai, author mau ngucapin terima kasih buat yang sudah mampir dan memberikan dukungan. Mungkin dalam novel ini masih banyak kekurangan, sebisa mungkin akan Author perbaiki.

__ADS_1


Sampai jumpa di novel berikutnya 😇


__ADS_2