Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
49. Perubahan Sikap Liana


__ADS_3

Saat berhasil berbaring di pangkuan Andhara, tangan Ezra bergerak meraih sebelah tangan Andhara dan meletakkan nya di kepalanya, sedangkan tangan lainnya di genggam oleh Ezra.


Andhara yang mengerti maksud dari Ezra pun mengusap pelan rambut Ezra. Andhara sangat terpesona dengan ketempanan yang dimiliki oleh kekasihnya itu, wajahnya Ezra putih walaupun tak seputih kulitnya.


Setelah beberapa menit Ezra pun sudah terlelap di pangkuannya, dan Andhara yang merasa sangat mengantuk pun ikut bersama Ezra menuju ke alam bawah sadarnya.


Jika situasi di kediaman Antares dan Perusahaan Ezra aman dan damai tanpa ada penganggu, lain hal nya dengan di sebuah rumah yang jauh dari pemukiman.


Saat ini ia tengah menyusun rencana selanjutnya untuk menghancurkan hubungan Andhara dan Ezra, siapa lagi kalau bukan Leyna.


Ia masih sangat dendam dengan Andhara, di tambah lagi saat ini ia sudah tidak bisa mempengaruhi Liana untuk membenci Andhara. Ia berpikiran jika Liana pasti cepat atau lambat akan merestui hubungan dari Andhara dan Ezra.


Maka Leyna pun harus menyusun segala sesuatunya dengan baik dan perhitungan yang tajam.


2 bulan pun berlalu, dalam dua bulan tersebut Ezra semakin dekat dengan kebenaran tentang orang tua Anaya.


Ezra pun juga sudah menceritakan semuanya pada Andhara, dari yang memata matai Anaya, rencana pembunuhan untuk Anaya.


Dan Andhara pun di buat terkejut dengan satu fakta, jika orang yang di curigai terlibat dalam masalah ini adalah Cristian, yang tak lain adalah orang tua dari Leyna sendiri.


Andhara juga sempat di buat berpikir, rencana apa yang di dengar oleh Ayah Anaya sehingga ia dijadikan korban dan bahkan di bunuh dengan cara yang kejam.


Sekarang Anaya yang masih kecil dan tak salah apa apa, malah di jadikan Terget oleh mereka.


Sungguh orang yang tidak punya hati, tega menyewa seseorang untuk membunuh kedua orang tuanya dan menjadikan anak sekecil itu yatim piatu.


Dalam dua bulan tersebut Andhara tidak henti-hentinya memanjatkan doa pada yang maha Kuasa agar semua kebenaran segera terungkap dan Agar Mama dari kekasihnya itu merestui hubungan mereka.


Dalam dua bulan juga Leyna masih mencari celah di dalam hubungan Ezra dan Andhara, tapi ia tidak dapat menemukan apapun. Hal tersebut juga membuatnya sangat kesal.


Dalam dua bulan ini hubungan Ezra, Caroline dan Liana berjalan dengan baik, ketiganya bahkan kerap berjalan atau berlibur bersama. Hal tersebut membuat Andhara merasa ikut senang.


Dan tepat sebulan yang lalu, sikap Liana sedikit berubah terhadap Andhara.


Baik itu dari sudut pandangnya atau pun saat Ezra memberanikan diri untuk meminta izin mengajak Andhara keluar, dan Liana pun langsung setuju begitu saja.

__ADS_1


Perubahan sikap ini membuat Ezra dan Caroline senang dan bingung di waktu yang sama, karena biasanya sang Mama akan mengomel dan memarahinya sehingga membuat drama yang besar di keluarga mereka karena Ezra dan Andhara.


Tapi hari itu malah sebaliknya, Ezra bisa melihat jika Mamanya itu sudah mulai menerima Andhara. Maka dari saat itu Andhara pun sering di bawa ke kediaman Antares untuk bertemu dan mengakrabkan diri dengan Liana.


Sebulan berlalu dan kedekatan mereka berdua sudah terjalin baik, bahkan tak jarang Liana berinisiatif untuk mengundang Andhara dan Kakeknya makan bersama di keluarga Antares.


Walaupun awalnya Andhara berpikir jika kebaikan Liana ada maksud, seperti fakta bahwa Liana mengetahui identitas Aslinya ataupun kebaikan Liana untuk menjebaknya.


Tapi Andhara membuang jauh jauh pikiran negatif tersebut, yang terpenting baginya kini adalah ia sudah mendapatkan restu dari Liana untuk hubungannya dengan Ezra.


Dilihat dari kedekatan Andhara dan Liana, mungkin sebentar lagi Ezra akan mendatangi rumahnya dan akan segera menikahi Andhara.


Ezra memiliki keinginan untuk langsung menikah dan tak membuat acara pertunangan, ia ingin jika saat menikah nanti resepsi mereka harus meriah.


Dan mungkin sebentar lagi keinginan dari Ezra akan terwujud, Ezra hanya berharap jika kedepannya tidak akan ada halangan bagi dirinya dan Andhara lagi.


Sudah cukup ia melihat Andhara selama ini tertekan, walaupun wanitanya itu tak pernah membicarakan apapun padanya.


Tapi Ezra bisa melihat semua penderitaan Andhara, sepandai-pandai nya Andhara menyembunyikan itu semua dari Ezra.


Saat ini Liana dan Caroline sedang bersantai di taman belakang setelah kepulangan dari Andhara dan Ezra yang sudah kembali ke perusahaan.


"Ma, Caroline mau nanya sesuatu," kata Caroline.


"Apa? Tanyakan saja!" Jawab Liana santai.


"Alasan sikap Mama berubah sama Kak Andhara apa?" Tanya Caroline.


"Menurut mu kenapa?" Tanya balik Liana.


Caroline pun termenung sesaat dan memikirkan berbagai kesimpulan yang sudah ia duga seja awal, bahwa jika perubahan sikap Mamanya terhadap Andhara mempunyai tujuan yang tidak baik.


"Jadi dugaan Caroline selama ini benar Ma, kalau mama cuman manfaatin kak Andhara. Ma kak Andhara baik banget loh sama kita ma, masa mama tega sama kak Andhara," ucap Caroline panjang lebar.


Liana yang mendengar ocehan dari putrinya itu di buat melongo, bisa bisanya putrinya itu berpikir hal yang diluar pikirannya sendiri. Liana pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kok Mama senyum? Jadi semua itu benar ma?" Kata Caroline.


"Wah kalau bener tebakan Caroline, Mama itu sudah keterlaluan," kesal Caroline.


"Kamu ini ada ada aja, nggak mungkinlah mama kayak gitu. Mama ada alasan tersendiri kenapa Mama akhirnya menyetujui hubungan Kakakmu dan Andhara," ucap Liana.


"Alasan apa ma?" Kepo Caroline.


"Kamu mau tau?" Tanya Liana.


"Mau ma, ceritain dong,"


"Mau tau aja atau mau tau banget," goda Liana.


"Mama Ihh cepetan di kasi tau. Caroline nya kepo banget ini," gemas Caroline pada sang Mama yang masih sempat sempat menggodanya saat ini.


"Mama cerita ya, tapi kamu nggak boleh motong sebelum cerita selesai,"


"Iya ma, Caroline janji nggak motong ceritanya Mama,"


"Udah siap?"


Caroline pun mengangguk semangat, dan Liana pun mulai menceritakan semua nya dan kejadian sebulan yang lalu.


Sebulan yang lalu, saat Liana berada di salah satu mall ternama milik keluarga.


Ia yang berniat untuk pulang karena sudah selesai Arisan bersama teman temannya, di parkiran mobil ia di hadang oleh beberapa preman yang hendak memalak nya.


"Wuihh orang kaya nih, pasti banyak duitnya, bagi duit dong," ucap salah satu preman yang berjalan bersama beberapa temannya mendekat ke arah Liana.


"Nggak boleh pelit sama orang miskin kayak kami," lanjutnya.


Liana pun sudah ketakutan, karena preman tersebut memiliki wajah yang sangar dan badan kekar. "Cepat serahin tas mu!" Kini giliran ketua preman tersebut. yang berbicara.


Kira kira Liana bakal nyerahin Tasnya atau Ada orang yang bakal nolongin dia?

__ADS_1


Jangan lupa juga mampir ke sini



__ADS_2