Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
53. Hamil?


__ADS_3

Di ruang tata rias, Andhara sudah bersiap dengan gaun pernikahan yang super megah miliknya, tak tanggung-tanggung biaya yang di keluarga oleh Ezra hanya untuk satu gaun Andhara terbilang fantastis.


Baginya seberapa pun banyak uang yang ia keluarkan, tak akan menjadi masalah selama itu menyangkut sang pujaan hati.


Gaun pernikahan yang dikenakan oleh Andhara, sangat cocok dengan dirinya. Gaun warna putih tanpa lengan, di sertai mahkota kecil sangat kontras dengan kulit putihnya.


Andhara berjalan keluar di dampingi oleh dua sahabatnya yang sudah menemaninya sejak tadi, Andhara berjalan dengan sangat anggun dan tak lupa senyum yang tak pernah pudar dari bibir manisnya.


Ia di tuntun untuk duduk di sebelah Ezra, yang juga sedang menatapnya dengan mulut menganga. Saat menuju ke tempat Ezra, Andhara juga melihat sang kakek yang sudah duduk di depan dengan setelan jasnya.


Sangat gagah menurut Andhara, ia juga sempat melemparkan senyum pada Liana dan Caroline yang juga sudah duduk berdampingan.


Acaranya berjalan dengan lancar, tamu tak berhenti berdatangan untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Mereka juga memuji keserasian dari kedua mempelai, wajah yang tampan dan cantik, sungguh pasangan yang sempurna menurut mereka.


Tak terasa Acara pernikahan mereka telah selesai, semua orang sudah kembali ke kamarnya masing-masing.


Tak terkecuali dengan pengantin baru kita. Andhara masuk terlebih dahulu untuk membersihkan badannya.


Setelah Andhara keluar, Ezra pun juga masuk untuk membersihkan diri.


Di depan meja rias, Andhara yang masih sibuk dengan rambutnya yang ia keringkan menggunakan hair dryer, tidak menyadari jika suaminya tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Tubuh Andhara yang basah dan hanya di balut dengan handuk yang sebatas dadanya, memperlihatkan kulit putih mulus miliknya.


Membuat sesuatu yang berada di dalam diri Ezra bergejolak minta di puaskan.


Ezra dengan perlahan mendekati Andhara, dengan cepat Ezra memeluk Andhara dari belakang. Hal tersebut membuat Andhara kaget sekaligus memerah karena melihat badan berotot milik suaminya itu.


Badan suaminya terekspos dengan jelas, karena ia hanya memakai handuk sebatas pinggangnya.


Andhara merasa gugup di buatnya, apalagi ia bisa merasakan nafas hangat dari suaminya itu menyentuh lehernya. Membuat merinding sekaligus membuat mukanya memerah.


"A-apa yang kau lakukan Mas?" tanya Andhara dengan gugup.


"Kau tak perlu gugup sayang, kita sudah resmi menjadi sepesang suami istri, bukannya saat ini kau wajib memberikan hak ku?" bisik Ezra lembut.


Jantung Andhara semakin berdetak dengan kencang, apalagi ia sudah berhadapan dan bertatapan dengan Ezra saat ini. Pandangan mereka berdua beradu, dan cukup lama mereka berdua tenggelam dalam pesona masing masing.

__ADS_1


Cup


Ezra mencium bibir Andhara sekilas dan Andhara langsung membulatkan kedua matanya, sedangkan Ezra yang melihat ekspresi Andhara yang menurut dan menggemaskan Arya pun kembali mencium bibir Andhara.


Namun kali ini ia bukan hanya sekedar mencium namun **********, ******* yang lembut dan terasa sangat manis membuat Andhara membalas ******* Ezra.


Adinda memilih memejamkan matanya dan merasakan sentuhan lembut dari Ezra, ia tak mampu untuk menolak perlakuan lembut dari suaminya saat itu.


Kecupan kecupan kecil membuat Andhara merasa terbang melayang dan suhu tubuhnya menghangat karena sosok laki-laki yang saat ini ada di atasnya, mengajak dirinya untuk melakukan ibadah yang telah halal bagi keduanya.


Ezra pun melepaskan kecupannya dan membawa Andhara untuk berbaring di atas tempat tidur,


Andhara yang mulanya merasa gugup dan takut akhirnya berhasil di yakinkan oleh Ezra.


"Semuanya akan baik-baik saja sayang, percaya kan Semuanya pada ku," ucap Ezra.


Sementara itu Andhara yang mulanya ragu dan takut pun akhirnya menganggukkan kepalanya, ia sudah mempercayakan semuanya pada Ezra.


Setelah mendapat persetujuan dari istrinya, Ezra pun memulai aksinya dengan mengecup setiap sisi wajah dari istrinya itu.


Ezra yang melepaskan sejenak ciumannya, ia menatap tubuh polos yang berada di bawahnya. Baik itu Ezra ataupun Andhara, mereka berdua sudah tidak mengenakan sehelai pun pakaian.


Keduanya pun sama sama polos saat ini, dengan tatapan malu malu Andhara bisa melihat jika tubuh dari suaminya itu sangat sempurna.


"Sa ... kit Mas," ucap Andhara meremas seprai karena merasakan sakit di area bawahnya, Ezra segera ******* bibir Andhara untuk meredakan sakit yang di rasakannya.


Disaat Andhara sudah tidak merasakan sakit lagi, Ezra pun kembali melakukan aktifitasnya. Beberapa menit berlalu, Ezra melepaskan cairannya di dalam milik Andhara.


Ezra ambruk diatas tubuh Andhara dengan keringat yang bercucuran bercampur dengan keringat Andhara. Andhara mencoba menetralkan nafasnya yang kelelahan karen ulah Ezra.


"Makasih sayang," bisik Ezra.


Andhara hanya tersenyum dan mengangguk.


Akhirnya keduanya pun sama sama tertidur karena kelelahan, bahkan keduanya hanya memakai selimut untuk melindungi tubuh polos mereka dari hawa dinginnya malam.


Dua bulan telah berlalu, tak terasa kehidupan pernikahan Andhara dan Ezra berjalan sangat lancar tanpa kendala.


Hari ini adalah hari libur, di mana saat saat yang di tunggu oleh Andhara. Kesempatan baginya untuk meminta Ezra mengajaknya jalan jalan.

__ADS_1


Di perusahaan pun Andhara tak lagi menjadi sekretaris dari Ezra, semua pegawai di sana sudah mengetahui identitas dari Andhara.


Tapi walaupun begitu, Andhara tetap bersikap seperti biasa. Saat ia belum menjadi istri dari CEO ternama itu.


Andhara juga sudah mulai belajar mengelola perusahaan peninggalan Ayah dan ibunya, tentu saja di bantu oleh Ezra dan juga Adnan.


Adnan saat ini masih sendiri, ia hanya fokus pada pekerjaannya. Tak berniat mencari wanita muda untuk di jadikan pendamping hidup.


Saat bangun Andhara merasakan mual yang sangat pada perutnya, dengan cepat Andhara segera turun dari tempat tidur dan berlari ke toilet.


Ezra yang terbangun karena gerakan dari Andhara, segera berlari dengan raut wajah Khawatir setelah mendengar jika istrinya itu muntah muntah.


Ia dengan telaten memijat tengkuk istrinya, ia sangat khawatir saat ini. Apalagi wajah istrinya yang sudah pucat Pasih.


Setelah selesai muntah, Ezra pun membantu Andhara membersihkan susah muntahan yang berada di mulut istrinya itu.


Ezra juga menggendong Andhara kembali ke kasur, dengan pelan Ezra meletakan Andhara di kasur. Setelah itu ia memanggil Mamanya dengan berteriak.


Membuat Mamanya yang baru keluar dari Kamar terkejut mendengar teriakan dari Putranya itu. Begitu pun dengan Caroline yang baru memasuki rumah.


Dengan cepat keduanya pun langsung menuju ke kamar Ezra, dengan tergesa-gesa Caroline dan Liana masuk ke dalam kamar Ezra.


"Ada apa sayang? Kenapa teriak teriak?" Tanya Liana.


"Ma, periksalah istriku. Tadi dia muntah muntah, dan sekarang wajahnya sangat pucat," kata Ezra.


Liana pun mendekati Andhara, ia memegang dahi menantunya, tapi tidak panas.


Liana merasa jika penyebabnya menantunya muntah muntah adalah karena dia hamil, tapi Liana ingin memastikan sesuatu dulu.


"Nak, apakah kamu sudah datang bulan?" Tanya Liana.


Andhara nampak berpikir sejenak, kemudian menjawab pertanyaan dari mertuanya.


"Sepertinya bulan ini belum ma," kata Andhara.


Tampa berkata apa apa, Liana segera keluar dari kamar Ezra dan menuju ke kamar nya.


***Apakah benar jika Andhara hamil? tunggu di bab berikutnya ya!

__ADS_1


oh ya jangan lupa mampir ke sini juga ya***!



__ADS_2