Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
35. Bersediakah kau menjadi pendamping hidup ku?


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Antares, Caroline saat ini sedang berpikir dengan keras cara agar bisa meluluhkan hati mamanya untuk bisa menerima Andhara.


Setelah cukup lama berfikir Caroline akhirnya sudah menemukan cara yang pas, tapi belum saat nya rencana itu di lakukan.


Sedangkan kini Ezra hampir menyelesaikan pekerjaannya, ia berencana akan mengajak Andhara keluar makan malam. Semenjak hubungannya diketahui oleh Mamanya, mereka berdua tidak pernah punya waktu untuk bersama.


Ezra sudah menyiapkan segalanya, mulai dari tempat dan segalanya. Setelah urusannya selesai Ezra pun menghampiri Andhara di ruangannya.


Ezra membuka pintu ruangan Andhara tanpa mengetok nya terlebih dahulu, ia melihat Andhara masih berhadapan dengan sejumlah dokumen di depannya.


“Ada apa mas?”


“Kau masih belum selesai?”


“Sudah, hanya tinggal mengecek ulang semuanya, ada apa?”


“Aku akan mengajak mu dinner mala mini, jadi kau harus pulang dan bersiap,”


“Tumben!”


“Kenapa kau tidak suka?”


“Bukan seperti itu, hanya saja kau baru mengajak ku dinner setelah terakhir kita berdua saat kau menyatakan perasaanmu,”


“Aku hanya ingin menebus semuanya, kita tidak pernah punya waktu berdua karena masalah yang selalu disebabkan oleh mama dan Leyna.”


“Baiklah kalau begitu pak bos”


“Aku akan mengantarmu pulang,”


Andhara pun membereskan dokumennya dan bersiap pulang dengan di antar oleh Ezra, setelah sampai di rumah Andhara, Ezra pun pamit karena ia juga butuh mempersiapkan dirinya.


Kakek yuda yang kebetulan melihat Andhara di antar pulang oleh Ezra, tapi Ezra tidak mampir terlebih dahulu, jadi ia bertanya pada sang cucu.


“Mas Ezra ngajakin Ara dinner kek, tadi udah di suruh mampir bentar, tapi katanya dia juga harus bersiap,”


“Oh gitu, yasudah kamu juga segera bersiap saja,” ucap Kakek Yuda.


Andhara pun menuju ke kamarnya, tanpa membuang waktu Andhara segera bersiap. Beberapa menit kemudian Andhara masih belum menemukan baju yang sesuai untuk ia pakai.


“Kenapa aku ribet banget sih, cuman makan malam kan!”


Andhara hampir prustasi dengan pakaiannya, ia tak pernah seribet ini jika ingin keluar makan. Sedangkan hari ini, ia pun bingung ada apa dengannya.

__ADS_1


Perasaannya tak menentu sejak Ezra mengatakan akan mengajaknya dinner malam ini.


Kini Andhara pun mengerti jika cinta dapat merubah segalanya, ia yang dulu tak akan pernah memikirkan pakaiannya jika ingin keluar.


Sekarang ia harus tampil cantik di depan sang kekasih walaupun hanya sekedar makan malam saja.


Tiga puluh menit kemudian Ezra telah datang menjemputnya untuk pergi dinner.


Ezra masuk untuk pamit terlebih dahulu pada kakek Yuda, tak berapa lama Andhara sudah turun dari kamarnya.


Andhara sangat cantik dengan Dress hitam motif bunga berwarna gold dan tak lupa tas kecil untuk melengkapi tampilannya malam ini, Andhara juga menggunakan heals yang senada dengan bajunya.


Andhara tak memakai riasan yang terlalu tebal, hanya riasan tipis dengan bedak dan lip balm.


Sederhana namun sangat cantik jika di pandang, terlebih lagi Andhara memang sudah cantik alami walapun tanpa sentuhan make up.


“Cantik sekali,” puji Ezra Ketika Andhara sudah berada tepat di depannya.


“Makasih mas,” ucap Andhara malu-malu.


“Kek kita berdua pamit dulu ya,” ucap Ezra.


“Hati hati di jalan nak,”


Segera Ezra membukakan pintu mobil untuknya.


Sepuluh menit mereka telah sampai di sebuah restoran.


“Tutup matamu.” Perintah Ezra.


“Tapi …!”


“Jangan membantah sayang, tutup saja matamu sebelum aku menyuruhnya untuk membuka mata, jangan di buka,”


Tanpa banyak tanya, Andhara segera menutup matanya dengan sebuah syal, Ezra kemudian menuntunnya untuk berjalan, hingga mereka tiba di ruangan Outdoor restoran tersebut.


“Buka matamu!”


Andhara segera membuka matanya, ia sangat takjub dengan pemandangan yang ia lihat sekarang.


Tempat mereka sekarang yaitu di belakang restoran yang memang sengaja dibuat Outdoor untuk para tamu yang menginginkan suasana yang lain.


Hanya ada mereka berdua di sana karena Ezra sudah menyewa tempat untuk mereka berdua.

__ADS_1


Kawasan Outdoor tersebut di hias seindah mungkin oleh Ezra, terdapat banyak lilin lilin kecil di sepanjang jalan menuju tempat mereka makan.


Dan di tempat Andhara berdiri saat ini, terdapat gambar hati yang terbuat dari kelopak bunga mawar merah.


Ezra menggandeng tangan Andhara menuju tempat yang sudah di sediakan, saat Andhara telah duduk Ezra menjentikkan jarinya.


Sebuah petasan meluncur ke langit dan apinya membentuk tulisan ‘ANDHARA, AKU MENCINTAIMU’.


Andhara merasa sangat terharu, ia segera memeluk tubuh Ezra.


Ezra melepaskan pelukan Andhara, di tatapnya sekeliling tempat itu, Ezra kemudian berjongkok di hadapan Andhara yang sedang duduk di kursi.


“Andhara aku sangat mencintaimu, aku ingin hari hari kita ke depannya menjadi lebih indah. Aku ingin menjadi satu satunya di hati mu karena kau pun juga satu satunya di hatiku, aku ingin kau bergantung padaku, aku berjanji akan melindungi mu. Aku juga akan menebus semua waktu kita yang terbuang karena masalah akhir akhir ini, cinta ku sangat tulus padamu sayang. Dan di sini aku akan mengatakan sesuatu … “


Ezra berhenti sejenak dan mengambil sebuah kotak cincin dari saku jasnya, ia membuka kotak tersebut dan tampaklah cincin berlian yang sangat indah.


Cincin tersebut di lapisi dengan emas yang sangat indah, benar benar seperti cincin berkelas. Tentu saja cincin berkelas, karena ukiran cincin itu sangat unik dan hanya di pesan khusu oleh Ezra untuk Andhara, satu satunya di dunia.


“Andhara Auriga, bersediakah kau menjadi pendamping hidupku?”


Andhara sungguh sangat terkejut dengan lamaran Ezra, ia hanya menduga bahwa mereka akan dinner seperti pasangan pada umumnya. Andhara tak menyangka jika kini Ezra akan melamarnya.


Sebelum Andhara menjawab, orang orang berdatangan mengelilingi mereka berdua. Diantaranya ada Adnan dan Caroline, serta beberapa pengunjung yang sedang berada di sana malam itu. Mereka semua serentak berteriak “Terima!”


Andhara mengangguk pelan, spontan Ezra langsung memeluk Andhara. Ezra melepaskan pelukannya dan kemudian memasangkan cincin ke jari tengah Andhara, lalu Ezra mencium kening Andhara.


Spontan kejadian tersebut di sambut meriah oleh yang menyaksikan secara langsung, mereka semua terpesona dengan cara perlakuan Ezra terhadap Andhara.


Perlakuan tersebut adalah impian bagi setiap Wanita, tak lupa Caroline mengabadikan moment-moment penting sang kakak.


Sementara itu Adnan tersenyum Bahagia, karena kini sahabat sekaligus bosnya itu akhirnya bertemu dengan seseorang yang mencintainya dan mau berjuang bersamanya.


Harapan Adnan hanya satu yaitu agar mereka berdua bisa melewati segala rintangan dalam hubungan mereka dan bisa Bahagia sampai maut memisahkan.


Setelah semuanya selesai, Caroline mendekati sang kakak dan calon kakak iparnya untuk mengucapkan selamat kepada mereka.


“Selamat kak, akhirnya kakak sudah mempunyai pasangan. Tolong jaga kak Andhara ya kak, hanya dia yang akan menjadi kakak ipar ku bukan yang lain.” Ucap Caroline.


Andhara tersenyum mendengar penuturan Adik dari sang kekasih yang kini sudah menjadi calon suaminya, “Terimakasih sayang sudah merestui hubungan kakak dengan kakak mu,” ucap Andhara.


Jangan lupa mampir ke novel teman Author ya!


__ADS_1


__ADS_2