Sekretaris Ku Candu Ku

Sekretaris Ku Candu Ku
54. Ezra Junior


__ADS_3

Tanpa berkata apa apa, Liana segera keluar dari kamar Ezra dan menuju ke kamar nya.


Ezra, Andhara dan Caroline pun di buat bingung dengan tingkah Liana.


Kemudian Caroline mendekat ke arah Kakak Iparnya,


"Apakah kakak sungguh baik baik saja?" Tanya Caroline.


"Kakak baik sayang, kakak mu saja yang terlalu berlebihan," ucap Andhara.


"Berlebihan gimana, kamu tuh tadi muntahnya banyak banget yang, muka kamu juga udah pucat itu. Gimana aku nggak khawatir," omel Ezra.


Andhara hanya terkekeh melihat tingkah suaminya itu, tak lama Liana sudah datang dengan membawa sesuatu di tangannya.


Liana kemudian mendekat ke arah Andhara, dan menyerahkan benda yang di pegang nya ke Andhara.


"Coba pakai ini sayang," ucap Liana.


Andhara hanya menerima barang dari Liana segera melihat benda apakah itu,


"Test pack?" Bingung Andhara.


"Iya, coba kau test pakai itu. Mama menduga jika kamu hamil sayang,"


"Hamil ... " ucap Andhara, Ezra dan Caroline serentak.


Sementara Liana hanya mengangguk mengiyakan, dengan di tuntun oleh Caroline, Andhara masuk ke kamar mandi dan menggunakan tast pack tersebut.


Andhara yang berada di dalam kamar mandi, harap harap cemas dengan hasilnya.


Ia sangat menantikan kehadiran bayi di perut nya dan semoga yang di katakan oleh mertuanya itu benar terjadi.


Sementara di luar, Ezra pun sama dengan Andhara. Dia juga sangat berharap jika semua perkataan Mamanya adalah nyata.


"Ma apakah Mama yakin jika Andhara hamil?" tanya Ezra memastikan.


"Mama yakin seratus persen, percaya sama Mama,"


"Semoga Kak Andhara beneran hamil, amin ya Allah," ucap Caroline.


"Aamiin," ucap mereka.


Tak lama keluarlah Andhara dengan ekspresi wajah yang susah di tebak, ia pun berjalan menghampiri Suami, mertua dan Adik iparnya.


"Gimana sayang hasilnya?" tanya Ezra.


Andhara menatap Ezra dengan mata berkaca-kaca. Ezra pun kaget dengan Andhara yang kini sudah menangis.


"Ada apa sayang?" tanya Ezra.

__ADS_1


Tapi Andhara sama sekali tak menjawab pertanyaan Ezra, Ezra berpikir jika hasilnya tidak sesuai harapan mereka.


Walaupun sebenarnya dia juga akan kecewa jika itu benar benar terjadi, tapi dia juga tidak bisa menyebabkan siapapun di sini.


Andhara menghapus air matanya, dan menatap Ezra lekat.


"Mas!" panggil Andhara.


"Ya sayang, kenapa?" jawab Ezra lembut.


"Mas, aku hamil,"


Ezra, Liana dan Caroline sangat senang dengan kabar bahagian tersebut.


Ezra sampai terpana, dia menatap wajah Andhara tak percaya.


"Kamu sungguh hamil sayang?" tanya Ezra.


Andhara menganggukkan kepalanya.


"Di dalam sini ada anak kita?" Ucap Ezra sambil mengusap pelan perut istrinya.


"Iya mas," jawab Andhara dengan tersenyum.


"Apa Mama bilang, Andhara pasti hamil," ucap Liana membanggakan dirinya.


Ezra tersenyum sumringah dengan kabar baik ini, matanya memancarkan kebahagiaan yang tak ternilai, bahkan air matanya menetes karena itu.


Andhara hanya mengangguk pelan.


"Terima kasih telah memberikan kebahagian ini padaku sayang," ucap Ezra lalu mencium perut istrinya beberapa kali.


"Aku sangat bahagia sayang," ucap Ezra.


"Aku juga mas"


Caroline pun juga ikut mendekat,


"Kak selamat ya, semoga kandungan kakak sehat dan ponakan aku cantik dan pintar kayak Kak Ara," ucap Caroline.


"Loh kok Andhara semua sih, harusnya papanya juga kebagian,"


"Nggak boleh, kakak itu orangnya dingin. Ponakan aku nggak boleh kayak kakak, cukup satu kutub aja di rumah. Kalau ponakan ku juga kayak kakak, bisa bisa rumah ini beku saking dinginnya," ejek Caroline.


"Kamu tu ya!"


Semenjak menikah dengan Ezra dan tinggal di rumah utama keluarga Antares, ia jadi terbiasa dengan pertengkaran kecil dari Ezra dan Caroline.


keduanya yang keras kepala dan tak mau mengalah, akhirnya hanya bisa saling lempar pandang jika sudah di tegur oleh Liana.

__ADS_1


Liana pun segera melerai pertengkaran mereka berdua, ia juga sudah memberi tahu jika siang nanti mereka akan pergi ke dokter kandungan untuk mengecek kondisi bayi Andhara.


Kemudian Liana dan Caroline turun, tinggal Ezra dan Andhara. Mereka pun juga segera bersiap dan turun untuk makan.


Selesai makan Ezra mengajak Andhara sejenak untuk ke taman belakang rumah mereka, di sana mereka berdua bisa beristirahat sambil menunggu jam untuk ke rumah sakit.


Tak lama Liana datang dan memberi tahu mereka, jika sudah waktunya untuk ke rumah sakit dan bertemu dokter.


Andhara hanya di temani oleh Ezra saja, karena Liana ada meeting dengan beberapa Klien dari luar negeri karena menggantikan putranya.


Sementara itu Caroline ada kuliah pagi, jadi setelah sarapan tadi dia langsung menuju ke kampusnya.


Saat ini mereka sudah berada di ruangan dokter kandungan.


"Apa anaknya laki-laki atau perempuan dok?" Tanya Ezra antusias ketika dia melihat layar monitor di depannya saat dokter mulai melakukan pemeriksaan USG pada Andhara.


Dokter langsung tersenyum.


"Belum bisa terlihat pak, kehamilan istri anda masih sekitar 4 minggu, disini baru terlihat bakal calon embrio yang sudah terbentuk, coba Anda lihat ini, titik kecil ini adalah calon anak kalian, masih sangat kecil, besarnya sekitar 2 mm atau sebesar biji kacang hijau"


Andhara dan Ezra melihat dengan seksama, ada perasaan takjub bisa melihat calon janin mereka, sesekali Ezra melirik ke arah Andhara dan mencium tangan istrinya yang tak pernah lepas dari genggamannya.


Dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan USG pada Andhara, Ezra membantu istrinya untuk bangun, mereka lalu duduk di kursi lagi.


"Di kehamilan awal seperti ini, sudah biasa jika ibu merasakan gejala kehamilan seperti payudara yang membengkak, mudah lelah, sensitif pada bau, mual dan muntah dan hilang nafsu makan" Ucap Dokter yang langsung di jawab dengan anggukkan kepala oleh Andhara.


"Nanti saya resepkan obat untuk mengurangi mual dan muntahnya, juga vitamin dan penguat kandungan karena di kehamilan ini masih rentan terjadi keguguran"


Ezra langsung terlihat panik mendengar perkataan Dokter.


"Jadi apa yang harus kami lakukan agar hal itu tidak terjadi dok?"


"Bapak tidak perlu khawatir, selama kondisi ibu hamil tetap sehat hal itu bisa dihindari, hindari aktifitas fisik yang berat dan makan makanan yang bergizi, mudah-mudahan kandungan istri anda akan berjalan baik dan lancar"


"Oh iya, untuk aktifitas berhubungan suami istri juga masih boleh dilakukan, tapi perlahan saja ya pak" Ucap Dokter sambil tersenyum.


Ezra ikut tersenyum sambil melirik Andhara di sampingnya.


Ezra dan Andhara merasa puas karena dokter itu menjelaskan seputar kehamilan secara rinci dan detail karena sebenarnya mereka sangat awam dan tidak mengerti mengingat ini adalah hal pertama bagi mereka berdua.


"Terima kasih Bu Dokter"


Mereka bersalaman.


"Sama-sama Pak, saya tunggu sebulan lagi untuk pemeriksaan"


Andhara dan Ezra menganggukan kepalanya lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


***Wih hasil kerja keras pak bos selama ini ternyata membuahkan hasil yang baik, Ezra junior datang!

__ADS_1


mampir juga yuk ke novel teman ku***!



__ADS_2